Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Pertukaran Pelajar


__ADS_3

Di mansion keluarga Wilson. Renata keluar dari mobil jeep, sembari menyeret kopermya setelah di bantu oleh Bastian menuruni kopernya dari bagasi.


Mereka baru saja pulang dari luar negeri. Renata mengikuti pertukaran pelajaran Mahasiswa dan Bastian? Pria itu di pindahkan untuk menjadi dosen di sebuah kampus yang sama dengan dimana di tempuh oleh Renata. Di UK Oxford University. Inggris. Bisa disebut juga Britania Raya di Benua/Negara Eropa.


"Thanks ya mas! Mas Bastian sudah anterin aku"


"Mas?" tanya Bastian seraya menaikan satu alisnya, memastikan apa yang di katakan oleh Renata. Sembari mengerutkan dahi dalam.


"Emangnya mau dipanggil apa?, nama no maybe!. Kan kamu dosen aku, gak baik dong terus-terusan manggil nama. Aku nggak enak!. Atau mau aku panggil kakak aja"


"Mas, kak! Boleh"


"Jadi yang mana nih?" ucapnya bingung.


"Mas aja"


"Oke mas Bas," ucapnya mengacungkan jempolnya seraya tersenyum lebar dan itu membuat derap debaran kembali di rasa oleh Bastian.


'Cantik!' tutur Bastian dalam hati memandang wajah di hadapannya.


"Sekali lagi Thanks ya." ujar Renata membuyarkan lamunan lelaki di hadapannya.


"Youre welcome. Udah sana masuk gih, jangan lupa istirahat."


"Siap bos!" tangan kiri Renata di taruh di samping dahinya tanda hormat


"Aku pulang," Setelah mengacak-acak rambut Renata. Bastian sesegera masuk ke dalam mobil jeep-nya langsung melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah besar di hadapannya.

__ADS_1


"Ish…berantakan!," serkas Renata mengumpat.


Bastian kembali menoleh setelah mendengar Renata mengumpat kesal. Menatap sebal ke arahnya sambil membenarkan rambutnya dan mengerucutkan bibirnya. Membuat Bastian gemas melihatnya, terlihat bibirnya tersingging senyuman.


Renata menyeret koper besar itu, masuk kekediamannya. Tadi dia sudah dia sudah menghubungi orang rumah. Tepatnya Mama Kania bahwa Renata akan pulang hari ini."GOOD AFTERNOON EVERYBODY!" teriaknya.


"Nggak usah teriak-teriak kak!. Sakit nih kuping aku, dengerin kakak," gerutu Reza. Dia sebelumnya mengambil minum di pantry. Berjalan menuju Ruang tengah dan menduduki sofa.


"Dihh mau mau kakak lah" sahutnya ketus.


"Ckck" desis Reza jengah.


"Ouh ya, mama mana"


"Good afternoon, good afternoon. Salam kek kak," ujar mama Kania. Wanita itu tadi ada di dapur, menyiapkam makan siang bersama Bi Sari dan beberapa maid di rumah ini.


"Eh… mama," monolog Renata setelah melihat mamanya yang sudah membersihkan tangannya di wastafel.


"Lancar-lancar sajo" jawab Renata menduduki ikut menduduki sofa samping mamanya.


"Shitt… kayak pintar bahasa batak aja." cibir Reza seraya meledek kakaknya yang sok itu.


"Pastilah, gue kan dari luar negri,"


"Nggak nyambung. Mana ada luar negri bahasa batak, yang ada tuh ya. Ada di sumatra utara." umpat Reza bersekedap dada menatap jengkel Renata.


"Pinter adek gue," ucap Renata seraya menyunggingkan senyum, menatap Reza yang kini mulai jengah.

__ADS_1


"Mah, Fiza sama papa mana. Kok sepi!" serunya.


"Papa ada meeting dadakan sama klien"


"Cihh…nggak tau apa anaknya cantik paripurna ini dateng!" sahutnya mencebikan bibir bawahnya.


"Kakak habis makan apaansi disana, kok berubah jadi narsis gini. Kakak sakit ya!," gerutu Reza seraya bertanya keadaan kakaknya.


"Ish, apasih Za. kakak gak sakit dan kakak masih normal." ujarnya menabok tangan Reza yang kini bertengger di kening Renata.


"Kirain,"


"Kalau Fiza mana, kok nggak keliatan,"


"AKU DISINI!. KAK RENA.....!" Fiza langsung melepaskan pegangan tangannya yang sempat bertautan dengan tangan Vino. Vino melihat datar kelakuan gadisnya yang berlari menghampiri Renata dengan hati riang.


"Aaaa…rindu!" Fiza berhamburan kepelukan Renata yang kini berdiri, merentangkan tangannya. Membiarkan Fiza masuk kedalam pelukan.


"Kakak juga kanget banget sama kamu. Gimana kabar kamu sayang em?," Renata merapikan helaian rambut gerai Fiza, setelah melepaskan pelukan adiknya.


"Seperti yang kakak lihat, Fiza baik-baik aja kok." tutur Fiza tersungging senyum terpampang sempurna.


"Itu tadi kak Bastian anterin kakak?" tanya Fiza imbuhnya


"Bastian masih disini," ujar Renata memastikan dan di anggukan oleh Vino dan Fiza.


"Kak bastian bilang, tadi dia nungguin kakak masuk. Eh pas udah mau pergi, ada papa dan papa cegat kak Bastian. Kayaknya masih di depan ngobrol bareng papa deh" celetuk Fiza menatap Renata yang tertegun.

__ADS_1


'Yaampun mas Bastian, nunggu gue masuk. Berarti dari tadi mas bastian gak pulang, padahal dia pasti capek abis perjalanan jauh.' gumamannya dalam hati. "Yaudah mah, Za, Vin, kakak kedepan dulu" ucap Renata sembari menaruh ranselnya di sofa dan melangkah keluar pintu.


...********...


__ADS_2