Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Terbongkarnya Identitas


__ADS_3

"Fiza," panggil seseorang gadis cantik yang mengikuti perempuan itu sampai ketoilet.


Fiza yang baru saja menyalakan kerang air untuk membasuh mukanya , gadis itu kembali menutup kerang air di wastafel tersebut dan menoleh kebelakang guna menatap gadis di belakangnya.


"Stella" sapa Fiza terkejut.


Ya, Stella yang tadi terus mengintai Fiza bersama kelima cowok terpopuler di kantin tadi.


Stella menghampiri Fiza yang diam mematung di tempat, dengan santai Stella mencengkram pergelangan tangan Fiza, sampai-sampai Fiza menggigir bibir bawahnya menahan ringisan.


"Gue udah tau rahasia lo,"


"Rahasia?,"


"Lo ga usah pura-pura ga tau lagi, gue tau kok kalau lo anak beasiswa disekolah ini 'kan" ucapnya seringai tipis muncul di bibir manis Stella


Fiza mengerutkan keningnya dalam, bagaimana mungkin gadis di hadapannya berpikir seperti itu.

__ADS_1


Sementara Mita dan kedua gadis itu panik menunggu Fiza, sudah lebih 5 menit gadis itu belum juga kembali dan ini sudah hampir bel masuk tanda istirahat pertama akan usai. Kelima cowok tampan itu menghampiri Ketiga gadis yang kini nampak gelisah itu.


"Fiza mana?" Dari kelima cowok itu Vino yang bersuara duluan sedari tadi pemuda itu tak menemukan batang hidung Fiza merasa ada yang aneh dia langsung mengkhawatirkan gadisnya itu.


"Tadi sih pamit ketoilet kak, Tapi kok udah lebih lima menit lalu ga balik balik" tutur Dita. Vino langsung saja menuju ketoilet perempuan dan teman-temannya hanya mengekori pemuda itu.


Lama Fiza dan Stella diam saling menatap satu sama lain, Fiza yang berkaca-kaca akibat cengkraman kuat yang tak dilepas lepas Stella sedari tadi.


Sampai…


Pintu toilet terbuka lebar, Vino membukanya. Tadi Stella sempat menutup pintu itu, guna tak ada yang bisa mendengarnya, karena Stella ingin mengajukan satu syarat supaya rahasia Fiza selama ini tak ada siswa siswi yang tahu bahwa Fiza memasuki sekolah elite ini karena nilai raport dan prestasi saja.


Stella refleks mendorong Fiza ketika pintu terbuka dengan cara paksa. Vino beruntung karena ini sudah jam masuk jadi dia tak terkena konsekuensi atau sanksi dan keadaan toilet juga sudah sepi.


Sekali lagi Stella menyakiti Fiza, hingga gadis itu kehilangan keseimbangannya sampai hampir terjatuh. Untung saja Vino bergerak cepat menangkap tubuh mungil Fiza.


Karena Fiza memejamkan mata, Fiza belum sadar jika ada tangan yang menghalangi tubuhnya jatuh terlentang diatas lantai licin.

__ADS_1


Fiza membuka matanya perlahan kerena ia baru saja tersadar bahwa tubuhnya mendarat bukan mendarat dilantai licin, melainkan tubuhnya mendarat di lengan seseorang menatap wajah tampan di hadapannya.


Saat ini mereka persis seperti couple-couple drakor yang melindungi kekasihnya sedang beradegan romantis.


"Kamu gapapa?," bisik Vino dan dianggukan Fiza pelan.


Stella yang melihat adegan di hadapannya dan juga dua siswi yang berniat ketoilet merasa geram dan iri dengan pemandangan itu, Bisa-bisanya gadis itu mengambil kesempatan kepada cowok yang dikaguminya dari dulu. Stella mengepalkan tangannya, sekaligus geram melihat tingkah little couple di hadapannya, yups Stella 'kan, belum mengetahui bahwa keduanya berpacaran. Ingin pergi melangkahkan kakinya merasa sebal namun tangannya di cekal kuat oleh Vino setelah memperbaiki posisi Fiza, dan juga tatapan mata membunuh sehingga Stella bergidik ngeri.


"Mau kemana lo, ikut gue!," ujar Vino dingin seraya menarik sekaligus mencengkram tangan Stella keluar, Fiza mengekori pacarnya di belakang diikuti oleh dua gadis yang berniat ke kamar kecil itu.


"Ihih.. Vino, sa-sakit shittt..." desis Stella. Namun, Vino tak menghiraukan ringisan Stella, dia hanya menatap lurus kedepan dengan mata tajam.


Vino menghempaskan tangan Stella. Vino tak terima kalau Stella merendahkan harga diri gadisnya, dengan menghina Fiza sebagai anak pengemis beasiswa.


"NAFIZA SHABITA WILSON, anak dari pak marcel pemilik sekolah ini!," kata Vino mempertegaskan identitas asli kekasihnya.


Stella langsung tercengang membulatkan matanya sempurna dan mulutnya sedikit menganga, tak terkecuali dua murid yang melihat kegaduhan itu, dua cewek tersebut menatap Fiza yang berada di sampingnya, sama dengan mereka Fiza juga sama terkejutnya tak habis pikir Vino bisa membongkar identitisnya yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2