Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
You My Friend


__ADS_3

Bel sudah berbunyi pertanda istirahat telah tiba. Siswa siswi berhamburan menuju kantin.


"Za, kantin yuk" ajak Dita suara imut nya.


"Yee… sok imut lu" cibir Mita.


"gue emang imut ya" sertak Dita senyum lebar.


"Ck, iya imut"


"Makasih Mita, pujian nya"


"Imut dari hongkong" lanjut nya menjitak pelan kepala gadis lawan bicara nya. Dita yang mendengar cemooh itu langsung memayungkan bibir nya tajam.


"Kalian duluan aja, gue mau baca buku" sahut Fiza sembari memasukan bolpoin ke dalam tas nya. "Nanti gue nyusul"


"Yaudah kita duluan ya" seru Mita.


Fiza mengedarkan pandangan nya, merasa bosan. Ia memilih pergi ke perpustakaan, karena dia bingung mau apa supaya mengisi kebosanan. Kantin? tidak mungkin Fiza tidak lapar, nongkrong ke taman? dia tidak ada teman yang mau menemaninya, ke kelas Reza? takut menganggu dan lagian Vino berada di singapura, untuk apa kesana? Reza dan ketiga kawan nya itu, juga bosan. Biasa nya dia menemui cowok itu yang ada Reza dan Gino bertengkar, tidak ada sama sekali faedahnya. So, ke perpustakaan lebih bermanfaat.


Gadis berambut kuncir itu, melihat Stella berjalan gontai di koridor, dengan luka lembab di bagian kaki dan wajah pucat. Dia menghampiri gadis itu sambil mengerutkan kening nya.


"Stell, lo gapapa?," tanya Fiza, Memegang punggung gadis berkulit langsat itu.

__ADS_1


Stella sempat tertegun menatap muka Fiza yang nampak khawatir.


"Gue gapapa," Sahut nya


"Tapi 'kan-,"


"Udah, lo nggak usah sok khawatir deh," Sertak nya tegas memotong percakapan gadis di hadapan nya, sekaligus ucapan yang menyayat hati.


"Minggir" imbuh nya bergumam, mendorong Fiza agar segera menyingkirkan.


Stella menggapai kepala nya yang terasa amat berat. Fiza yang melihat nya, menuntun gadis keras kepala itu menduduki kursi besi yang di samping nya.


"Kita, ke UKS yuk,"


"Tapi muka lo pucet Stella,"


Stella terdiam menunduk, menahan pusing yang menjalar kepala, gadis berambut sebahu itu nampak berpikir.


Dan tak lama mengangguk.


Fiza tersenyum lembut, dia pun segera menuntun Stella menuju UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).


Sesampai di UKS, Fiza membantu Stella menduduki bokong nya di brankar. Setelah itu, ia mengambil benda pipih nya di pocket seragam.

__ADS_1


"Kenapa lo nolongin gue?" tanya Stella.


Fiza terkesiap mendonggak lalu gadis mungil itu tersenyum seraya mengatakan "Stella… kita 'kan teman, harus saling menolong" ucap ramah, Fiza, membuat gadis itu terkejut dan tersenyum kaku.


"Lo anggap gue temen" ujar Stella


"Kenapa enggak"


Fiza beralih menatap benda pipih milik nya, menghubungi seseorang yang gadis di hadapan nya seketika bingung dan menggaruk teguk nya seraya memandang gadis berkuncir, merilekskan pusing nya.


Setelah sambungan tersambung Fiza menjauh, melangkah mundur. Fiza mengambil kotak P3K. Seraya menunggu seseorang.


Sekarang Fiza beralih pada pergelangan Stella, berjongkok dan mengobati luka memar kelihatan bebiru dengan salap, mengoles nya cekatan.


"Udah," seru Fiza senyum tipis. Tangan bergerak memasukkan salap dan menutup kotak obat bermotif polos, putih serta gambar Palang Merah Remaja.


Lalu gadis itu berdiri berniat pamit keluar, akan tetapi tangan nya dicekal oleh Stella.


"Makasih ya, lo udah nolongin gue" Sahut Stella tersenyum ramah.


Fiza manggut-manggut, senyum ramah dan melanjutkan langkah nya menuju kantin.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2