Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Nggak Peka


__ADS_3

Reza dan kedua kawan nya baru saja menyelesaikan latihan basket nya. Tiga pemuda itu langsung menghampiri Fiza and the gang.


"Nih..buat lo," ujar Mita menyondorkan botol minum kepada Reza.


"Thanks," sahut Reza senyum. Di langsung menenggak minuman itu sampai tandas tak tersisa.


"Cie Mita perhatian banget cih..."


"Apaansih cia..cie, orang kita cuma temen ko," sungut Mita.


"Temen apa demen," goda Dita lagi mencolek seragam Mita.


"Nggak jelas lu" ketus Mita.


"Udah berantemnya, Za ikut gue yuk," ucap Reza menarik pergelangan tangan Fiza, gadis itu hanya mengikuti pasrah kemana abang nya melangkah. Meninggalkan kelima sahabat.


"Nih," Reza menyondorkan HP nya pada Fiza, memperlihatkan wajah tampan di layar handphone, Wajah Vino yang merengah senyum.


"Hai," sapa Vino

__ADS_1


"Lho...ko ga dihpku langsung,?" tanya Fiza bingung.


"Ponsel kamu ga aktif," kata Vino menjawab.


Gadis itu merogoh kantung seragam nya dan benar saja, ponsel nya tidak ada. Dia sempat teringat tentang benda pipih nya itu dan ternyata ketinggalan.


"Oh iya ketinggalan, dan juga hp aku mati karena belom charger hehe.."


"Kebiasaan lo," sungut Reza yang bersekedap dada, memutar mata nya jengah mendengar.


"Kamu dimana?," tanya Fiza, lantaran Fiza melihat Vino berlatar belakangi sebuah orang yang berlalu lalang ditempat tak asing baginya.


"Oh ini, aku lagi kerja," tutur Vino.Tentu saja itu hanyalah perkataan belaka, saat ini Vino berada di bandara, dia sengaja tak memberitahu Fiza tentang kepulangan nya, biar kejutan, pikirnya.


"Gitu aja?," tanya Fiza cemberut. "Ga ada ngucapin apa apa gitu" imbuh nya memelas. Vino emang tak peka, harus gitu Fiza kasih kode biar pria itu peka.


Vino tersenyum "Kamu baik baik aja 'kan disitu?" sebuah pertanyaan muncul di benaknya. Namun terdengar sebuah kenyataan karena dilihat nya Fiza sehat walafiat.


Itukan ternyata dugaan Fiza benar, Vino benar-benar nggak peka. udah dikasih kode keras, masih aja gitu. Bikin kesal aja. Fiza tuh mau nya Vino ngucapin Aku cinta kamu, atau I Love You kek. ini cuma nanyain kabar. Dasar benar-benar beruang kutub nyebelin.

__ADS_1


"Baik," tutur Fiza sedikit teriak. Dia kesal dengan pemuda berstatus pacar nya.."Nih bang. cik dasar beruang kutub"


"Kamu kenap-?," tanya Vino bingung. Sebenarnya pemuda itu sudah mengerti maksud gadis mungil itu, akan tetapi ia sengaja pura-pura tidak mengerti, untuk menjahili gadisnya.


Belum sempat Vino melanjutkan percakapan nya Fiza sudah melemparkan ponsel itu pada pemilik nya kasar. Reza yang mendapatkan HP nya dengan menangkap mengendus kesal karena ulah adiknya.


Fiza menghentak hentakan kaki nya, menunjukan betapa kesal nya dirinya. Dan semoga Vino mengerti raut wajah yang ditunjukkan.


"Lo sih, hp gue udah jadi sasaran amukan Fiza Uhhh untung adek" gerutu Reza.


"Hm," deheman Vino cuek, tatapan nya berubah menjadi dingin seketika.


"Lo kenapa sih, kalau lagi sama Fiza tuh anteng-anteng aja, lha ini…. Lo bener-bener bucin ya sama adik gue"


"Pernyataan lo ga penting," Sahut Vino dingin.


Stella sempat melewati taman belakang, gadis itu memberhentikan langkah nya. Stella hanya acuh dan cuek, namun gadis mantan trouble maker itu mendengar nama Vino, itu arti nya pemuda tampan itu yang menghubungi Reza. Dan nama Fiza?, sebenar nya mereka ada hubungan apa dengan gadis berambut panjang.


Dia pun mengurungkan niat nya dan menyembunyikan diri di belakang gudang. Menguping pembicaraan kedua pria itu.

__ADS_1


"Sebenarnya mereka ada hubungan apa?," tanya Stella bermonolog pada dirinya. "Gue harus cari tau" gumam Stella lalu meninggalkan area taman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2