Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Rencana


__ADS_3

Pagi hari ini hari libur.


Fiza merapikan tempat tidurnya dan melipat sejadah yang baru dia pakai, lalu kemudian gadis itu menuruni tangga menuju dapur membuat Sandwich makanan kesukaan nya.


Betapa terkejut nya dia saat melihat kedua orang tuanya di ruang tamu dengan Reza yang sibuk dengan Hp nya pagi-pagi.


"Mama, papa" ujar Fiza dan ia langsung memeluk kedua orang tua yang belakangan ini selalu di rindukan nya.


Papa yang super sibuk harus menangani usahanya yang di luar kota, hampir kolaps. Mamanya mengikut ke luar kota karena di lihatnya sang suami sedang pusing memikirkan masalah perusahaannya yang hampir bangkrut itu, tapi sekarang sudah tidak ada masalah lagi, semua sudah stabil karena itu orang tuanya sudah kembali ke jakarta.


"Mama, Papa kapan pulang," tanya Fiza.


"Kemarin" jawab Mama singkat.


"Ada apa sih ribut-ribut ganggu tidur aja"


"Kak Rena" Sekarang Fiza beralih memeluk kakaknya yang sudah satu tahun ini tinggal di London untuk kuliah itu.


"Eh Fiza," Sahut Renata membalas pelukan adik kesayangan nya yang sudah satu di tinggal nya.

__ADS_1


"Kok Fiza gak tau," ucapnya sembari manyun.


"Kan aku udah mau bilang kemarin, tapi lu ngurung kamar terus" Reza memotong ucapan Fiza dengan santai.


Dan Fiza hanya nyengir mendengar penuturan abang nya.


"Udah-udah, ini udah mulai siang sekarang ayo kita Sarapan" sela mama Kania.


Semua mengikut perkataan mama Kania.


-


Di sini, basecamp most wanted.


Vino nampak tak peduli dengan suara bising berasal dari kedua sahabat nya, dia begitu kalut pikiran dan hati nya memikirkan gadis yang entah memaafkan nya itu.


"Shitt" umpatnya teriak hingga membuat keempat pemuda itu menatap nya. "Bisa diem nggak" ucapnya dingin tanpa ber-ekspresi dan menatap kedua nya dengan tatapan membunuh.


Reza dan Gino mengangkat tangan nya 'V' "Peace" mohonnya serentak berhadap ke arah Vino

__ADS_1


Vino memutar bola mata nya jengah.


"Udah kita hompimpa aja," usul Adit


"Oke siapa takut," Gino menerima usulan Adit.


"Gue juga." ucap Reza menantang sambil menatap jengkel Gino.


Keduanya pun menuruti apa yang di katakan Adit, biar adil kata nya.


"HOMPIMPA ALAIUM, GAMBRENG?"


Saat kalimat pertama, Gino dan Reza nampak sama membalikkan telapak tangan, itu artinya mereka mengulangi nya lagi kalimat permainan tersebut.


"HOMPIMPA ALAIUM, GAMBRENG?"


"Yes gue menang" teriak heboh berasal dari Reza. Pemuda itu menggoyang-goyangkan pinggulnya sementara Gino hanya menatap dengan tatapan memalas pada Reza yang salto girang.


Reza sengaja memilih puncak sebagai liburan nya karena dirinya ingin Fiza mengikuti perjalanan itu, ya, lumayan kan gadis itu sesekali ikut dengan mereka menikmati indah nya dunia refreshing.

__ADS_1


Gadis bersurai coklat itu adalah gadis seorang pendiam, gadis rumahan, makanya dia ingin Fiza traveling walaupun hanya puncak, lagi pula ini hanya liburan biasa yang artinya liburan kenaikan kelas.


"Berarti ke puncak. oke juga." ujar David menggangukkan kepalanya.


__ADS_2