
"Stel, Stell" panggil Gino lantang sembari mengejar Stella.
"Apaansih stal stel, nama gue STELLA" ucapnya menekan kata terakhir.
"Ah itu maksud nya" ujar Gino menetralkan nafas nya yang sedari tadi tersengal-sengal akibat berlari menghampiri gadis yang di hadapan nya saat ini.
"Lo kenapa sih, ganggu gue mulu cihh" ujar Stella kesal, lantaran Gino selalu mengikuti nya kemana pun kayak perangko saja.. tapi gadis itu nampak hanya cuek dan tak memperdulikan. "Lu nggak ada kerjaan lain apa, itu para cewek lo. kurang kerjaan banget ngikutin gue"
Gino terkekeh kecil "Cewek?, ga ada tuh cewek gue hanya lo cewek gue. Itu artinya gue akan ikut kemana pun yang lo mau, mau kemana ke bulan, ke bintang gue akan siap nemenin lo" goda Gino mengedipkan mata nya genit tapi tidak dihiraukan oleh Stella dan hanya menatap pemuda itu memalas.
"Udah ngoceh, nggak mampan gombalan lo" ucapnya. gadis itu sebenar nya malas mendengar ke bacotan dan gombalan Gino, dia pun bergegas kembali pulang namun tangan nya di segel oleh Gino.
"Lo mau ke puncak ga?" ucap Gino, dan spontan Stella langsung melepas tangan nya kepada tangan pemuda itu.
"Puncak?" tanya Stella memastikan.
Gino menggangkuk "Sama most wanted"
__ADS_1
'Wah kalau ada beib Vino, gue sih mau.' gumam dalam hati Stella tersenyum senang.
"Gimana?," Gino menaikan kedua Alis nya.
Stella nampak berfikir, tak lama kemudian terlintas di kepala nya pertanyaan negosiasi yang membuat Gino mau tak mau menjauhi nya.
"Okey, tapi ada syarat nya" ujarnya.
"Apapun syarat nya, gue bakal penuhin" ucap Gino yakin, tidak ada terbesit di pikiran nya bahwa permintaan gadis itu aneh.
"Nggak ada syarat lain," keluh Gino.
"Ya, terserah lu sih, gua nggak peduli"
"O-okey, oke gue bakal nurutin kemauan lo"
"Bagus," Setelah itu terbit lah senyum kemenangan gadis itu.
__ADS_1
-
Malam hari, Di kamar Fiza.
Dia mempeking baju nya di bantu oleh sang abang.
"Demi lo nih gue terpaksa ngikut ke puncak" ucap Fiza cemberut sambil mengemasi barang yang di bawanya, walaupun terbesit rasa sedikit senang karena Libur pertama nya dengan most wanted sekolah nya.
"Tapi lo seneng kan, ini Liburan pertama lo bareng Vino" Fiza langsung terheran-heran "Gua udah tau kok, Vino suka sama lu"
Fiza langsung tergagap "A-ap-paansih bang." Pipi gadis itu langsung bersemu kembali mengingat waktu itu yang membuat nya melting.
"Ye adik gue salting," walaupun Reza tak mendonggak tapi dia tahu gadis itu sedang malu-malu, namun Fiza sudah bosan menanggapi tanggapan Reza.
Tak lama berselang "Reza, Fiza makan," suara Rena mengeras.
"Iya kak."
__ADS_1