
"Za, kita kesana ya. Gue suntuk nih dikelas, lagian ada Adit juga ke sana masa lo punya skull tapi enggak dateng," bujuk Dita bergelayut manja di lengan Fiza. "Yayaya..." sambung Dita seraya mengeluarkan jurus puppy eyes. Entah sudah keberapa kali gadis itu membujuk Fiza, tapi Dita masih saja pada pendirian nya.
Bukan nya tidak mau, Fiza hanya tidak suka berada di antara orang-orang berkerumunan. Apalagi melihat orang yang menatap binar Vino dengan keringat bercucuran membasahi rambut nya. Balik lagi, Fiza itu orang nya pendiam kepada orang yang dia tidak kenal, tapi hadapan orang di kenalnya beda lagi, hadapan orang itu dia akan menjadi cerewet, manja, kadang jahil namun penyayang.
"Iya deh iya," Dari pada bibir Dita cerocos mulu tidak ada habisnya, mendingan dia menyetujui keinginan gadis itu. Walaupun dalam hati nya malas, Fiza tidak sanggup juga melihat Dita yang terus merengek.
****
Prittttttt!
Suara peluit terdengar, pertanda permainan dimulai.
Bola menghamtam lantai cokelat, di berikan kepada SMA Wilson, dengan lincah Vino merespon, menggiring bola ke ring lawan, namun dengan segera cepat Xander menghadang, terpaksa Vino melempar bola ke arah Reza.
Reza menggiring bola, lalu mengopernya dengan begitu bagus kepada Arsen yang sudah bersiap dengan kaki lebar nya. Arsen menggiring bola, cowok itu begitu gesit menghindar saat lawan menghadang jalan nya, lalu di lempar pada David. Dengan lincahnya cowok itu menggiring bola, hanya sebentar karena cowok itu langsung mengoper kepada Gino. Gino yang mendapat bagian paling akhir, dengan sontak berlari menggiring bola, melompat dan... Cowok itu lincah mengecoh dapat menghidari perjaga lawan dan kembali mengoper bola pada Vino. Dan…
__ADS_1
Saat sedikit lagi Vino mencapai ring lawan, dua orang dari tim International high school menghadang nya, membuat cowok itu tidak bisa bergerak bebas. Dengan sedikit gerakan mengecoh Vino dapat keluar dari hadangan mereka.
Vino akan melakukan shooting, tiba-tiba salah satu team lawan menyenggol bahu Vino dengan begitu keras, hingga membuat cowok itu jatuh terjungkal.
"****!" umpatan Vino menggeram. Dia tahu saat ini tim Xander merencanakan kecurangan.
Pritttt!
Suasana mendadak menjadi hening. Berbeda dengan pendukung team Xander yang kini menyoraki idolnya.
"Bagaimana, kamu masih bisa melanjutkan nya" tanya wasit pada Vino.
"Lo gapapa Vin" tanya Arsen.
"It's okay"
__ADS_1
Pertandingan dilanjutkan, masalah anggota yang melakukan pelanggaran kini sudah di ganti oleh pemain cadangan. Saat ini pusat permainan sudah terganti oleh kapten basket lawan. Xander menggiring bola dengan tak kalah lihai. Dia dapat melewati Vino yang sempat menghadang nya pastinya dengan senyum mengejek.
Xander tahu siapa cowok di hadapannya Gino. Cowok dengan wajah songong dan menyebalkan, membuat dirinya jelas kesal melihat gaya tengil Gino. Karena tidak fokus, Gino kembali merebut bola. Tidak lama dari itu tim lawan kembali merebut nya dari tangan Gino lantaran Gino malah menoleh ke arah Xander dan memperlihatkan seulas senyum manis yang membuat ingin muntah.
Skip
Keriuhan kembali bersorak ketika team Xander berhasil melakukan lay-up, dan kembali mencetak point.
"****!" Vino mengacak surainya frustasi, cowok itu seakan mendesah pasrah dengan tertinggal point lawan cukup jauh.
Prittttt!
Suasana semakin panas saat Vino memimpin permainan dengan mendribble siap akan melompat untuk melakukan lay-up. Namun dia kalah star dengan Xander yang kini bergerak cepat merebut bola.
Vino kembali mengumpat, matanya memutar seantero lapangan seakan mencari seseorang yang bisa membuat dirinya kembali bersemangat. Namun itu hanyalah keinginan semata, sebenarnya di ujung sana ada Grace menyorakinya, tapi ini tidak bisa membuat hati nya tenang.
__ADS_1
Vino kembali menengadah, matanya tidak sengaja bertemu dengan gadis berponi dora dengan rambut panjang halus.
"Semangat" Di ujung sana Fiza mengajungkan kedua jempol nya sembari berkata semangat tanpa suara dan tentunya dengan senyum sangat manis.