
"Gue ke-"
"Gue sama yang lain keluar dulu ya Za, Vin, kayak nya kalian butuh waktu" sahut Reza, membuat Vino menajamkan mata elang nya mendelik kepada nya, sedangkan dirinya pura-pura tidak mengerti tatapan dari pemuda itu.
"Yaudah kita sekalian mau balik, gapapa 'kan Za"
"Gapapa!" sahut nya.
Reza dan yang lain keluar kamar berdinding dongker itu, meninggalkan keduanya dalam keadaan canggung.
'First kiss gue!' Fiza terus saja bergumam ingin sekali dia menyentuh bibir nya yang masih terasa bibir Vino yang kenyal dan manis.
"Za," panggil Vino sambil duduk samping Fiza, pandangan nya tak luput gadis mungil itu.
Fiza masih kekuh menunduk, tak lama kemudian gadis itu ingin beranjak, tapi tangan Vino berhasil memberhentikan perlawanan itu.
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
Terkejut-an Fiza belum mereda, ketika tangan Vino menarik dan menangkap pinggang ramping nya. Di tambah lagi jantung rasanya ingin melompat ke dasar laut dalam sungai Nil, gadis itu hanya terdiam menatap wajah tampan pemuda itu yang tersenyum, sementara gadis itu mengejapkan mata nya beberapa kali. Lucu, batin Vino, jaraknya sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan. Rasa mint dari mulut Vino, sungguh memabukkan Fiza. Namun beberapa detik Fiza tersadar.
"A-aku mau ke kamar mandi" Suara serak menampilkan betapa gugupnya dia, gadis itu segera beranjak dari kasuk dan masuk terburu-buru sebelum jantung nya lepas dari tempat.
Vino mengulum senyum tipis. "Lucu!"
Dalam kamar mandi, tepatnya depan pantulan kaca, gadis itu memegang jantung nya yang berdegup sangat kencang sehingga membuat sepatah kata pun susah, lalu tangan mungil nya naik ke bibir. Menyentuh nya, tidak lama kemudian dia mengulum senyum. "Manis." gumam nya tanpa sadar.
'Astaghfirullah. Astaga Fiza lo mikir apa sih?,' gumaman bertanya pada diri sendiri, menggeleng kepala menghilangkan pikiran.
Lalu Fiza membasuh muka nya untuk menghilangkan pikiran anenya, rileks, dan gadis itu menghela nafas memenangkan kegugupan serta kecanggungan nya.
Pra itu memiringkan wajah nya, ingin sekali dia menatap manik mata bulat Fiza yang dapat menghipnotis nya.
"Malu ya?, Ga usah malu gitu, kan kita udah sah." kata Vino.
Perkataan Vino barusan, dengan reflek gadis itu menengadah. Sekali lagi Fiza membolakan mata seraya membalas "Sah apa?" sahutan nya bertanya sembari memukup pundak Vino geram.
__ADS_1
"Sah pacaran, emang kamu mau aku sah-in jadi-"
"Shutttt!" Dengan cepat Fiza meletakkan jari telunjuk nya depan bibir tipis milik Vino, membungkam nya. "Nggak usah di lanjutin!" tegas nya.
Udah lama kali Vino Vino,
"Kenapa?" tanyanya lagi.
"Aku malu tau!" gumam nya memanyunkan bibir nya menutup wajahnya di dada bidang Vino.
"Udah udah kamu istirahat," seru nya seraya tertawa kecil. Membantu gadisnya membaringkan tubuh Fiza.
Fiza menurut, gadis itu membaringkan tubuh nya setelah acara canggung nya antara Vino.
"Aku keluar!"
"Mau kemana?"
"Kedepan sayang, kamu istirahat aja." ujarnya lalu dia meninggalkan gadis tersebut.
__ADS_1
Sekali lagi perempuan tersebut menyentuh bibir nya yang masih basah, disana masih terasa ciuman singkat pemuda itu membuat pipi nya lagi menampakan merah merona.
***