Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Perpustakaan Nasional


__ADS_3

Dalam mobil, suasana kali ini hanya mengisi keheningan. Fiza yang selalu cerewet ingin jalan-jalan menikmati hari libur, hanya terdiam menatap kaca mobil. Sementara Vino fokus menyetir sambil sesekali menengok kesamping gadis itu.


Vino yang biasa nya menyukai keheningan, kini merasa bosan sendiri. Biasa nya kalau bosan begini cowok itu memanfaatkan nya dengan belajar atau memilih mengerjakan pekerjaan kantor di depan keyboard laptop. Mumpung di depan ada belokan jalan, Vino membelokkan mobil nya, menuju tempat yang pasti nya bakal mengembalikan mood gadis cantik itu.


"Kok belok? Ini kan bukan jalan perumahan aku."


"Aku tau."


"Terus,"


"Aku mau ajak kamu ke tempat yang pasti bikin kamu senang" katanya. Fiza hanya diam tak berkutik dia tidak perduli dengan ucapan Vino sungguh pikirannya saat ini kalut, entah gadis itu memikirkan apa?


"Kamu kenapa hem?"

__ADS_1


"Gapapa."


"Udah sampai tuan putri"


Mendadak senyum Fiza merekah indah di sudut bibir, gadis itu memang suka membaca semenjak kembali ke indonesia satu tahun yang lalu dan juga semenjak dia mendapatkan pangkat juara umum.


Ketika ingin mengambil buku mata Fiza tidak sengaja menatap dari kejauh-an cowok bersurai hitam yang asik membaca buku, tapi dia tidak menghiraukan siapa cowok itu. Fiza memilih mulai pilih-pilih buku.


"Aku ketoilet, bentar" sahut Vino.


Sayang nya tidak ada benda yang dapat di gunakan untuk mengambil buku tersebut, akhirnya gadis itu terpaksa berjijit dan memaksa tangan nya untuk menggapai benda tersebut. Hingga akhir nya, Fiza tersentak kaget ketika ada tangan yang mengambil buku itu. Gadis tersebut menatap manik mata yang mampu memabukkan lawan jenis, tapi tidak berlaku bagi Fiza.


"Aril"

__ADS_1


"Ehem" deheman Vino tak suka dengaqn sentak Fiza membalas senyum simpul.


"Kenapa lo, sakit tenggorokan" ucap Aril santai. Vino tidak menanggapi dan hanya menatap Aril dengan dingin.


"Vin, kita kesitu yuk, aku mau baca buku" alih Fiza, dan di balas anggukan oleh Vino datar. Sambil memasukkan kedua tangan Vino berjalan mendahului Fiza dengan tampang cool, sehingga membuat gadis itu menghela nafas kasar, sikap Vino kembali semula lagi, batin nya.


"Gue kesana dulu!" pamit nya melenggang meninggalkan Aril, pemuda itu cekikikan melihat dua sejoli itu.


"Kamu marah?"


"Ngapain aku marah?" tanya balik Vino seraya memfokuskan atensi nya pada buku yang tertengger di tangan. Tak lama matanya fokus menatap intens Fiza yang kini mendengus sebal.


Keduanya kembali hening. Pasutri itu hanya fokus membaca buku masing-masing. Sesekali mata Vino melirik sekilas ke arah Fiza. Lucu, melihat Fiza manyun sambil membaca buku, ingin sekali dia menyatukan kening nya pada Fiza, saking gemas.

__ADS_1


...***************...


__ADS_2