Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Pertemuan


__ADS_3

"Temenin aku ke bandara yuk" ajak Vino memegang jari jemari Fiza


Sekarang mereka berada taman belakang, Fiza memilih taman belakang karena di sana cukup sepi.


"Gak ah" gumam Fiza cemberut.


"Ya.. Padahal aku, pengen kenalin kamu ke ayah bunda"


"Ayah ama Bunda kamu galak ga?" tanya Fiza ragu.


Vino tertawa kecil mendengar pertanyaan yang menurut nya itu lucu. Dengan pelan dia mencubit pipi kanan gadis itu.


"Ga kok, keluarga aku tuh baik, dan aku yakin Bunda sama Ayah bakal suka sama kamu dalam waktu sebentar" ucap Vino sedikit memohon agar Fiza mau mengantar nya ke bandara.


"Yaudah iya, tapi. Aku Pamit dulu ke Mita" sela Fiza. Gadis itu berdiri dan masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang, Vino tersenyum senang tak menyangka secepat ini Fiza bertemu kedua orang tua nya.

__ADS_1


-


Sesampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Fiza menunggu Vino yang lagi ketoilet. Fiza merasa dag dig dug ser ini adalah pertemuan pertama dengan keluarga Vino yang tak tahu mereka suka dengan nya atau tidak.


'Vino mana sih?' batin nya bertanya pada diri nya sendiri. Ia menduduki tubuh nya di atas kursi panjang. Jujur dia merasa tidak nyaman karena di samping nya terdapat dua orang preman di perhatikan dari muka menyeramkan masing-masing bisa di bilang muka mesum, terlihat dari tatapan para preman itu menatap Fiza menyeringai.


Beberapa detik, preman itu segera memulai aksi nya terlebih dahulu salah satu preman itu melihat sekeliling nya yang nampak sepi hanya terdapat Fiza di samping nya.


Fiza ingin berdiri dari situasi itu. Karena tersadar tempat ini sudah mulai sepi hanya beberapa orang yang berlalu lalang, akan tetapi dengan cepat para preman itu mencekal pergelangan tangan nya.


"Kalian mau ngapain?" Fiza berhasil menghempaskan kuat tangan nya akibat cengkraman itu. Dia memundurkan langkah nya, ketika salah satu preman berusaha meraih nya dengan seringai.


Fiza terkejut mendengar penuturan pria paruh baya itu. Panas dingin sudah mulai bermunculan, dia mencoba tenang berharap Vino cepat kembali.


Vino yang sudah kembali ia mendengar suara kekasih nya, ia berlari, melihat kejadian itu dengan wajah memanas menahan amarah mengelora dia menghampiri Fiza dan kedua lelaki bajingan itu.

__ADS_1


Bug


Tanpa dosa dia ia menendang area vital kedua preman itu keras.


Seketika para preman itu tersadar bahwa siapa yang melawan mereka, Kedua preman itu terkejut ketika pandangan nya menemukan sosok Vino menatap tajam kedua nya. Siapa yang tidak kenal coba dengan pemuda bernama Alvino Bramasta Leonard seorang anak dari pemimpin Leonard company, sebuah perusahaan besar bergerak di bidang property dan industri.


Kedua preman itu ketakutan, preman yang berniat memperkosa Fiza mengusap muka nya kasar, mengeluarkan keringat di pelipis nya, mereka langsung menunduk hormat di hadapan Vino, mereka langsung saja berlari tergesa-gesa.


"Ada apa ini?"


"Ayah" ujar Vino datar membuat Fiza yang sedari tadi menunduk menengadah kepala menatap keluarga Vino yang menatap heran.


Duh! kenapa sesudah kejadian barusan keluarga Vino muncul, apa kata mereka coba setelah melihat nya olokan preman brengsek itu, apa mereka akan ilfil dengan nya.


Bunda Airin yang melihat Fiza sedikit ketakutan, menghampiri gadis itu.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa nak?" suara lembut itu membuat Fiza menghangat seketika.


......................


__ADS_2