Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Membujuk Fiza


__ADS_3

Reza berjalan arah motor nya lalu menaiki motor itu.


"Lo mau kemana.?" tanya Vino saat melihat Reza menaiki motor sport nya.


"Pulang. Napa mau ikut?" jawab Reza sekaligus melontarkan tanda tanya


"Boleh" jawab Vino tanpa intonasi.


Kelima cowok itu menaiki motor masing-masing dan menuju ke kediaman Reza, sekalian silahturahmi mereka. karena om Marcel dan Tente Kania serta Renata sudah pulang ke jakarta.


-


Di kediaman Wilson, lebih tepat nya di kamar ber-desain Remaja bernuangsa biru dongker bercampur pink peach itu adalah kamar Fiza.


Gadis itu bersama sang kakak sedang menonton Drama korea di laptop Renata.


Fiza dan Rena menghabiskan waktu bersama setelah setahun tidak bersama, membuat gadis mungil itu bermanja-manja dengan sang kakak.


Akhir nya motor pemuda-pemuda seangkatan itu terdengar di teras rumah berjulang itu bertepatan dengan turun nya ke dua kakak beradik, siapa lagi kalau bukan Rena dan Fiza.


"Hai kak" sapa keempat sahabat Reza pada Rena sembari menyalimi tangan Renata.


"Hallo, kalian temannya Reza kan,?"


"Iyalah, masa kakak lupa." sahut Gino dengan sikap tak tahu malu nya.

__ADS_1


"Hehe." Renata tertawa renyah mendengar seruan dari sahabat bar-bar adik nya itu, dan dia sangat memaklumi karena dia pun mengetahui sifat Gino kan mereka dulu pernah saling kenal.


"Kak aku mau bicara sama Fiza dulu"


"Tapi sebelum itu kamu ajak teman-teman kamu ke dalem"


Reza mengganguk "Yok guys" Ajak Reza berjalan duluan dan Di kekori oleh para pemuda itu kecuali Vino yang menarik Fiza.


"Kamu maafin aku kan"


"Maaf?" tanya Fiza bingung.


"Soal yang kemarin." ujar Vino lirih yang membuat gadis di samping nya terkekeh geli.


Namun menggangguk "Iya" jawab gadis itu, membuat laki-laki itu menerbitkan senyum tampan nya.


"Makasih kak Rena" ucap kelima cowok yang kini mendudukan tubuh nya di sofa.


Sama dengan mereka, Fiza juga ikut duduk di sofa tunggal.


"Lo mau ngomong apasih bang?" tanya Fiza to the point.


"Gue mau lo, ikut kita ke puncak" ujar Reza.


"Apaansih, nggak-nggak bang Fiza ga mau"

__ADS_1


"Ayolah Fiza sesekali lo ikut kita juga liburan"


"Enggak, pokoknya Fiza gak mau"


"Kamu pergi aja Za"


"Tapi kan kak, Fiza mau disini sama kak Rena, nanti Fiza pergi, pulangnya kakak udah mau balik lagi ke London Fiza nggak mau" cerocos Fiza. Gadis itu bergelayut manja di lengan Kak Rena nya, benar Fiza tidak mau pisah sedikitpun dari kakaknya itu yang bikin dia manja seperti ini.


Rena terkekeh melihat tingkah Fiza hari ini.


"Za, jarang-jarang kan kita juga main bareng" ujar Reza cemberut, pura-pura merajuk. Bukan dia kira Fiza pilih kasih kepada ia dan kak Rena tapi itu hanya taktik Reza supaya Fiza mau di ajak. "Mau ya, please" lanjutnya mohon dengan mata berbinar.


"Kamu teneng aja, kakak akan tinggal disini lanjutin kuliah" ujar Rena dia langsung menjatuhkan dirinya di sofa yang bersebrangan dengan Fiza. "Lagian kamu juga harus nikmatin Liburan ini"


"Beneran kak, kakak mau kuliah disini?"


"Maybe"


"Kakak,"


"Iya-iya kakak akan kuliah disini demi adik kakak yang manja ini" ucap Rena membuat Fiza tersenyum malu.


"Yaudah deh bang, Fiza mau"


"Gitu dong"

__ADS_1


Sementara Vino dan yang lain hanya bisa menatap kakak beradik itu dengan kagum, benar-benar serasi.


__ADS_2