
Flashback on
Semua siswa tersentak melihat aksi gadis berambut pendek sebahu diatas atap sekolah. Ada yang mulai histeris karena kaget, ada juga yang mencoba membujuk perempuan itu agar turun, jangan nekat.
Sementara itu kelima pria melihat aksi perempuan di atas sana. Kelima itu adalah Vino, David, Adit, Reza dan Gino.
"Vino masih normal lo?" tanya David.
"Wah…parah nih anak, situasi genting kayak gini masih aja santai" sewot Reza.
"Aish....lo emang ya Vin, rada-rada lo. Noh lihat Rexie di atas gedung meregang nyawa! " ujar Adit jelas, bergidik ngeri membayangkan bagaimana nasib Rexie
"Emang kulkas berjalan berhati beku lo" Kalau dipikir-pikir makian Gino itu kurang jelas, mana ada kulkas tidak beku, kan namanya lemari pendingin. "Ah iya sama ya, sama- sama beku hhh"
"Lebay!" gumam Vino sembari memasukan kedua tangan di saku celana. Segera ia membalikkan badan nya ke arah kantin.
"Mau kemana?"
__ADS_1
"Kantin." jawab Vino singkat, tanpa membalikkan badan.
"Beneran ni anak, jangan ngada-ngada. Tolongin dulu Rexie nya!"
"Ngapain?"
"Vin gue denger-denger si, dia adalah salah satu anak murid terbaik di sekolah ini lho Vin." sahut Gino.
"Sekarang gue tanya keelo pada, siapa yang nyuruh perempuan itu mau bunuh diri?. Gak ada kan!, hanya orang bego dan bodoh yang ingin bunuh dirinya sendiri" jelas Vino tidak berprikemanusiaan. Selama hidup Vino, hanya kadang-kadang anak itu berbicara panjang lebar.
"Oke fine, gue tolongin" Vino menengadah, menatap atas gedung. Seorang gadis yang juga tidak henti- henti menatap dirinya. Lalu pemuda itu buru-buru menaiki tangga rooftop, sambil berdecak kesal.
'Merepotkan saja!'
"Rexie gue mohon, jangan seperti ini. Jangan cowok yang di jadikan alasan buat lo bunuh diri kayak gini. Obsesi, kata yang gak pantas lo dapatkan. Gue mohon jangan kayak gini ya."
"Gue lebih baik mati dari pada gue nggak dapet apa yang gue mau, kata obsesi nggak pantas buat gue tapi kata gila pantes, pantas malahan. Lo jangan mendekat atau gue lompat..!" ucapnya mengancam di sertai dengan deraian air mata.
__ADS_1
"JANGAN. GUE MOHON REXIE LO JANGAN KAYAK GINI HANYA SEORANG COWOK KAYAK VINO, ITU NGGAK PANTAS BUAT LO!" jelas seorang cowok frustasi.
'Segitu sayang nya lo sama Vino, sampe-sampe lo nggak lihat yang mana tulus sayang sama lo'
"Rexie,"
Namun belum sampai situ, Rexie sudah lompat dari atas gedung itu. Semua orang berteriak histeris keadaan Rexie saat ini lumayan parah, sebagian murid membopong tubuh Rexie. Untung saja tepat Rexie lompat saat itu pula ambulance datang, jadi gadis itu akan lebih cepat di tangani.
Flashback off
Ting!
Xander: 'Lo kerumah sakit sekarang, Rexie udah sadar dan ngigo manggil nama lo'
Oke. Vino mengambil kunci mobilnya, mengendarai ke rumah sakit dimana Rexie dirawat.
...****************...
__ADS_1