Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Gosip


__ADS_3

Senin hari, adalah hari yang membuat siswa kesal. Lantaran ini hari membosankan bagi mereka, yaitu di mana semua murid wajib mengikuti upacara bendera. Pagi yang sangat terik membakar kulit mereka, menunggu pria bersetelan jas, lebih tepatnya orang kepercayaan papa Marcel untuk menjadi kepsek sekolah milik keluarganya ini, sedang membacakan pidato yang sangat panjang kali lebar. Apalagi ini tidak hujan, upacara di adakan di luar sekolah lebih tepatnya lapangan outdoor saat terik matahari menyengat membakar kulit masing-masing. Sungguh cuaca panas sekali. Tapi itu tidak mampan bagi sosok Fiza yang berdiri baris kedua, belakang ketua kelas. Bertengger jas almemater, dasi pengikat, name tag dan berbagai atribut lainnya. Di belakangnya ada Mita yang mengomel tidak jelas karena kepanasan dan juga kenapa? ini kepsek masih berpidato.


Setelah upacara selama bermenit-menit, Mita menarik kedua temannya itu. Fiza dan Dita menuju kantin, karena dua gadis tengah kehausan menarik tangan Fiza, mau tak mau Fiza harus menemani mereka.


"Sumpah tu kepsek baca pidato atau jelasin materi matematika sih" omel Mita kesal.


"Masih mending jelasin matematika, daripada pidato" tutur Dita bergumam.


"Hehe…iya ya" mencengir Mita.


"Kita masuk kelas yuk. Bentar lagi pelajaran ibu Siska"


"Bentar ajalah Za. Gue masih capek nih, pening pala gue,"


"Betul tuh" Dita menimpali perkataan sobatnya yang kini meminum jus jeruk sampai tersisa setengah.


"Yaudah cepetan. Gue gak mau terlambat,"


"Siap bu bos." ujar keduanya kompak hormat.


Ketiga gadis itu ingin menaiki tangga menuju atas ruangan kelas sebelas. Ketika sedang berjalan tak disangka, ternyata masih ada beberapa murid kelas 10 berkeliaran dan berbisik-bisik tentang kakak kelasnya itu Fiza.


"Ngapain bisik-bisik, pake bawa nama temen gua segala lagi" umpat Mita menatap jengah dekelnya itu.

__ADS_1


"Siapa yang bisik-bisik teman kakak" sangkal salah satu murid menatap ketakutan kakelnya.


"Itu tadi apa, kalau bukan bisik-bisik" sungut Mita dengan mata memicing.


"Tadi kami emang bisik-bisik kak, tapi bukan tentang teman kakak" ucap ketus sekaligus bohong salah satu temannya, menatap sinis ke arah Fiza.


Tidak melihat tatapan cewek berkulit matang itupun, Fiza berusaha memegang lengan Mita bermaksud menenangkan gadis itu. Kebiasaan kalau nih anak marah tidak melihat situasi. Membuatnya pusing.


Banyak pertanyaan di dalam kepala Fiza. Mengapa semua siswi menatapnya sinis begitu, apakah pengaruh tiga hari yang lalu itu. Tapi kalau hanya masalah Fiza anak dari pemilik sekolah elite, tidak sebegininya juga.


Fiza hanya mensugesti dirinya 'Sabar'.


"Eh emang benar ya, mereka pacaran?" tanya salah satu siswi berbisik tentang Fiza dan seorang cowok yang di kabarkan kekasih Fiza.


"Yaelah, Lo itu bukan apa-apanya Vino" cibir temannya. Berhasil membuat temannya satu ini mencebikan bibir bawahnya.


Yaps, mereka sedang membicarakan hubungan antara Fiza dan Vino, tapi dari mana mereka tahu. Vino dan Fiza pacaran???


Dan masih banyak lagi, bisik tetangga lainnya, masuk ke gendang telinga Fiza, Mita, Dita.


Sampai dikelas, semua murid seantero ruangan menatap Fiza. Apalagi kaum hawa termasuk Stella, menatap nanar Fiza seakan siap menerkam.


"Guys ada gosip penting, soal Fiza…" ucapnya pelan. Nadia, Mita yang duduk depan Fiza. Memudahkan kedua gadis itu menoleh, sementara Dita sudah sejak dulu bergantian tempat dengan Stella yang bangkunya dekat Fiza.

__ADS_1


"Sejak kapan lo, suka gosip?"tanya Mita menjatuhkan tubuhnya samping Nadia.


"Kita kan udah tau kalau soal Fiza adalah anak pemilik sekolah ini kan, begitupun murid lain" lanjutnya bersekedap.


"Kok gue aneh ya, gue ngerasa bukan masalah itu aja,"


"Maksudnya ada masalah lain?," tanya Dita.


"Ya adalah" Kata Nadia mengumpat kesal karena Mita main asal jawab saja. Memang benar itu permasalahannya, tapi ini ada yang lebih heboh. "Ikut gue," tutur Nadia menarik pergelangan tangan Fiza.


"Tapi bu siska-," sela Fiza


"Semua jamkos karena guru rapat,"


"Oh"


"Kayaknya serius banget dah" gumam Dita menyamakan langkahnya dengan ketiga kawannya.


Dalam kelas bangku ketiga, baris kedua Stella telihat Stella tersenyum smirk. Tak menyangka berita yang dia ambil dari potretnya, bikin semua siswa-siswi heboh. Iya-iyalah heboh, ini 'kan berita dua sejoli cantik dan tampan. pantas saja Stella selalu curiga Fiza dekat dengan cowok terkenal di sekolah ini.


Begitupun dengan cowok berhati dingin. Banyak yang menatapnya aneh, ada juga yang menatapnya iri, karena sudah mendapatkan Fiza yang belakangan ini menarik perhatian kaum adam sekolah Wilson. Aneh saja, bagaimana manusia olaf itu bisa bersikap manis pada seorang anak pemilik sekolah. Bahkan sampai berpacaran dengannya, padahal Vino terkenal akan kedinginan dan kedatarannya seantero sudut sekolah ini. Gadis manapun tidak berani berdekatan, cowok itu mempunyai sifat tegas dan bentakan yang cukup keras. Bila banyaknya cewek berdekatan dengannya, pasti cowok itu menegasnya atau malah menjauh.


Tapi… Arght... sial Fiza sudah berhasil mencairkan kulkas berjalan itu.

__ADS_1


__ADS_2