Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Rahasia


__ADS_3

Flashback on**


Siang ini most wanted sedang berada di caffe milik om Wilson yang dikelolah oleh Reza sebagai putra tunggal dikeluarganya. Mereka bertiga Eh ralat, hanya Vino yang terlihat tak berminat namun tetap menunjukkan wajah datarnya, menatap Gino seolah-olah tatapan interogasi.


"Kalian kenapa natap gue kayak gitu" tanya Gino sesudah ia menghirup cappucino caramel macchiatonya.


"Gak usah sok pikun deh lu." ujar David ketus menjawab pertanyaan yang di sematkan oleh playboy yang satu ini.


"Jelasin cepet gue gak ada waktu nih," Desak Adit. Sebenarnya Adit malas mengikuti pembicaraan ini kalau bukan Gino yang memaksanya karena ia ingin melegakan hatinya mungkin cuma ini yang bikin dia tidak gelisah lagi telah menyembunyikan rahasia ortunya dan di tambah lagi Vino yang mengatakan 'Udah ikutin aja' Dengan nada dinginnya yang menurut Adit menakutkan. Kalau Vino yang berbicara seperti itu dengan tatapan tajam maka anak buahnya mengikuti readernya.


"Oke-oke. Gini sebenarnya rahasia ortu gue itu..." Gino mengatakan dengan lantang kepada sahabatnya. Vino dan ketiga temannya mendengarkan setiap penuturan Gino dengan wajah nampak terkejut alias kaget atas rumor yang disembunyikan keluarga fernando.

__ADS_1


Hufftt. Nampak Gino menghela nafasnya kasar, Akhinya selama berbulan-bulan menyembunyikan rumor keluarganya, pemuda itu dapat menemukan waktu agar curhat kepada para sahabatnya. Gino rasa bebannya sudah sedikit terangkat setelah curhat.


"Gue lega cerita ke kalian." ucap gino jujur, dia memang lega bisa menyalurkan keluh kesahnya walaupun cuma sedikit tapi itu sudah cukup.


"Lo yang sabar ya,"


"Ekhem, gue gak nyangka seorang playboy juga memiliki kisah piluh dalam hidupnya" ucap Reza dan mendapatkan toyoran kepala dari Sahabatnya Gino.


"Lo pikir gue playboy karatan," ketus Gino melayangkan tatapan tajam ke arah Reza,


Flashback off**

__ADS_1


"Jadi rencana lo selanjutnya apa?" tanya David


"Ya.. apa lagi, nyembunyiin lah" Dengan nafas berat Gino ucapin itu


"Lo kalo gak kuat, kasi tau Stella aja." Usul Adit tak mau ambil pusing masalah sahabatnya.


"Maunya sih gitu, tapi gue kasihan sama papi, Gimana kalo Stella benci ama papi. Makanya cuma itu cara satu-satunya supaya bantu papi." Cetus Gino sekaligus tak setuju dengan sahabatnya.


"Iya juga sih" Jawab Adit


-

__ADS_1


Setelah David, Adit, Gino, dan Reza bertempur didunia game mobile legend**s, sedangkan Vino membuka sosmednya. Keempat pemuda itu langsung pulang, karena hari sudah mulai gelap matahari sudah siap tenggelang bergantikan bulan malam. Lagi pula mereka berempat belum berganti baju masih setia dengan seragam sekolah.


Mereka tuh dari caffe langsung nongkrong ke rumah Reza. Cuma karena ingin by one, menonton vidio game mereka lupa waktu.


__ADS_2