
"Za kalau lo suka bilang aja jangan lo pendam." nasehat Mita pada Fiza. Dia sempat melihat wajah berseri Fiza ketika melamun entah pikirannya melayang kemana tapi Mita tau persis sahabatnya
"Apaansih, suka apa maksud lo?." Tanya Fiza mengerinyet dahinya.
"Lo juga suka kan sama kak Vino?"
"Gue?suka sama Vino?, oh gak. Siapa sih yang suka beruang kutub kek dia" Fiza menyangkal atas pertanyaan Mita sahabat nya. Justru itu bukan, ia tidak menyukai Vino. Namun, dia mengagumi ketampananya dan kepintaran Vino tidak lebih itu. Tapi juga dia masih menebak-nebak isi hatinya karena berdekatan dengan pemuda itu jantungnya berdegup kencang.
"Jangan gitu dong, nanti lama-kelamaan lo bucin sama dia" Sahut Dita. Di antara Nadia, dan Mita, ia yang paling heboh mendengar perkataan Fiza bahwa Vino menyukainya.
Fiza yang sedang meminum milkshake strawberry kesukaan nya yang sempat di antarkan bibi Sari ke kamarnya seketika tersedak setelah Dita mengatakan yang menurutnya tidak mungkin.
Uhuk… Uhuk… Uhuk…
Mita, Nadia, dan Dita menahan tawanya melihat tingkah sahabatnya itu, sangat lucu bagi mereka gitu aja sampai buat muka Fiza memerah bak tomat.
__ADS_1
"Dita, lo ledekin gue"
"Siapa yang ledekin lo?" Dita berusaha menahan tawa nya supaya tidak gelak.
"Itu tadi"
"Lo sendiri gak yakin gimana lo kesinggung" elak Dita santai, padahal memang benar dia meledek gadis itu.
Fiza membenarkan apa yang di katakan Dita. Benar juga apa yang dikatakan Dita bagaimana bisa Fiza kesinggung padahal dirinya tidak yakin. Bagaimana tidak yakin, Fiza sendiri tidak memiliki perasaan kepada lelaki itu.
Jadinya dia sendiri 'kan kesal.
"Gak ke bawah dulu temu ayang beb." Dita kembali. Menggoda Fiza yang hendak memasuki walk in closed.
"berisik lo," teriak Fiza, melempar bantal ke muka Dita tapi secepat kilat gadis itu menangkap nya.
__ADS_1
ketiga gadis itu berjalan ke lantai bawah sambil tertawa lepas.
"Kalian kenapa?" tanya Reza.
"Eh… Kak Reza."
Dita mengedarkan pandangannya ke arah ruang tamu "Ya para Cogan udah pulang, padahal pengen hang out"
"Bareng kakak aja"
"Cih kak Reza kurang seru" Seru Dita, gadis itu cemberut di buatnya. Kemudian dia berlari ke lantai atas meninggalkan tiga curut itu, eh ralat Mita, Nadia dan Reza maksud nya.
"Sabar kak biasa lagi datang tamu bulanan tuh anak, jadi sabar aja ya ya" Sahut Nadia sambil menyusul Mita yang berjalan masuk ke kamar Fiza.
Sebenarnya Reza menyukai Dita ia dan Mita mengetahuinya tapi tidak dengan Fiza dan Dita, mereka mengetahuinya dari sorot mata Reza yang menatap Dita penuh damba.
__ADS_1
Nadia, Mita, Dita menginap malam ini di rumah Fiza mumpung malam minggu dan juga orang tuanya keluar kota, 'kan gak enak kalau mereka pulang.
"Nggak datang tamu bulanan tetap sama. Sama-sama manja ck" gumam Reza berdecak. Dia menggerutuki kesalahannya yang ingin mengajak gadis manja itu hang out.