Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Ending


__ADS_3

"Kak?" panggil El lesu, sembari mengamati interaksi antara kelinci dan kucing miliknya.


"Ehm," jawab Vino.


"Kakak yakin akan pergi keluar negri, tinggalin El, dengan Oscar sama Prince gitu. Kakak nggak kasian, Oscar, Prince nya di tinggal sama ayah nya." celetuk El sedih mendramatis, sembari mengelus bulu kelinci dan kucing di depan nya. Sudah berapa kali anak 7 tahun itu berceloteh, dan tidak sekalipun mendapatkan respon dari Vino. Hingga akhirnya Vino mulai jengah, pusing, ternyata di usia 7 tahun Elvian tidak bisa menjamin dia dewasa, Anak kecil itu tetap anak kecil berumuran 5 tahun. Berbeda dengan teman nya Zeline, anak itu makin bertambah usia nya, cerewet sih, tapi Zeline tetap belajar mandiri, padahal umurnya baru 6 tahun. Mungkin karena selalu di temani bunda kali ya, pikirnya.


"Apa sih El, jangan ganggu kakak dulu" ucap Vino singkat, dia seakan tidak memperdulikan kucing nya yang ada di tangan Elvian. Fokus nya kali ini kepada layar monitor di hadapannya, sembari menekan-tekan keyboard laptop.


"Dihh.. Gue gak ada kerjaan banget, ganggu kakak." sungutnya lalu ingin berlalu meninggalkan pria itu, sebelum terdengar bunyi bel rumah.


"Giliran ada kak Fiza aja, emang ya kalau udah cinta udah bucin pake banget. Budak cinta," cibir El mendengus sebal, berlari kecil menuju kamarnya sembari tertawa terbahak .


"Brisik lu!" Sengit Vino sambil melemparkan bantalan kepada adik nya, untung El jago menangkap, ya kalau nggak jago gapapalah 'kan bantal nya juga empuk.


Sekarang jam menunjukkan 12 siang, kali ini Fiza bersama dengan Zeline di gazebo rumah gadis kecil itu. Mama Zeline yang sedari tadi mengawasi anak nya dan gadis cantik di samping nya menggeleng kepala. Zeline selalu saja memeluk gadis yang sudah dia anggap kakak nya itu, besok Fiza akan berangkat ke London untuk menempuh perguruan tinggi bersama Vino, so, seharian ini dia terus bersama Fiza. Fiza dan Zeline sudah akur bak kakak adik semenjak Fiza mengunjungi rumah Vino, hari itu Elvin selalu bercerita soal calon kakak ipar nya itu kepada gadis mungil itu. Fiza yang notabene-nya menyukai anak kecil menjadi gampang berinteraksi kepada Zeline.


Sembari menunggu Vino dan Elvian membelikan mereka berdua es krim di minimarket seberang sana, kedua gadis itu berbincang - bincang, Zeline bersifat cerewet menceritakan seputar sekolah SD nya itu, sementara Fiza hanya mendengar semua celoteh gadis kecil yang menggemaskan disamping nya.

__ADS_1


"Nih bawel es krim kamu. Merepotkan saja!" umpat El kesal, kalau bukan Vino dan Fiza memaksanya tentu saja El tidak sudi membelikan Zeline.


"Ih…aku bukan bawel Elvin, nama aku Zeel!"


"Serah," dengusnya jengah.


Gadis dan pria di samping adik nya itu terkekeh renyah, selalu saja begitu ketika El bertemu Zel pasti bawaan nya gemas melihat tingkah lucu keduanya. Elvian atau kerap di panggil Elvin kini bertambah umur sudah mengikuti kakak nya yang bersikap dingin, datar, dan tidak peduli.


...........


Setelah drama perpisahan antar keluarga, di pesawat Fiza terus bersandar di bahu Vino dengan wajah masam dan sedih.


"Gara-gara kamu, aku ikut kuliah di negri orang" ucap Fiza spontan dengan air muka menajam kepada Vino.


"Kok gara-gara aku?," tanyanya bingung menunjuk dirinya.


"Ya habisnya kamu tampan, kalau kamu sendiri aku nggak bisa pastiin kamu aman dari gadis-gadis diluar sana. Aku tuh cuma mau jagain kamu dari perempuan ganjen, apalagi dari negara asing" cerocos Fiza pelan bermonolog.

__ADS_1


"Astaga Fiza! Ya gaklah sayang, aku nggak akan berpaling dari kamu, kamu adalah gadis paling sempurna yang singgah di hati aku, dan aku nggak akan lupakan itu. Misal kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, maaf aku nggak bisa karena aku hanya mencintaimu"


"Gombalan plagiat. Kamu mau jadi Dilan? Oke mulai sekarang aku panggil kamu Dilan" pungkas Fiza menaik turunkan alisnya.


"Jangan! berarti kamu lebih suka Dilan daripada Alvino?"


"Suka Vino sih, tapi dikit" Olok Fiza membuat Vino menjadi datar seketika.


"Bercanda, aku lebih suka Vino!"


"I love you Nafiza." bisik nya.


"I love you more than you know


Alvino." ungkapnya, kemudian mereka tertawa kecil mendengar ucapan yang menurut keduanya menggelikan.


"Semoga kebersamaan kita selamanya" gumam Vino dan Fiza bersamaan, lalu menggambarkan di kaca bergambar love.

__ADS_1


......................


__ADS_2