Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Reza ganteng


__ADS_3

"Minum buat lu" ucapnya sambil meletakan gelas tinggi berisi jus jeruk peras itu ke atas meja.


"Makasih Reza, perhatian banget sih" senyum nya. lalu ia meng-teguk jus itu setengah.


"Reza mah selalu perhatian," monolog Reza dengan bangga


"B aja kali" Sahut Mita ketus


"Gue senang deh lihat Fiza kayak tadi, sumringah banget." Imbuh nya mengalihkan pembicaraan ke gadis mungil itu.


"Iya, gue aja nih abang nya baru kali ini ngelihat dia gitu" Sahut Reza menyetujui apa yang di ucap Mita tentang adiknya.


"Oh ya dekorasi yang lo mau, udah nentuin belum?" tanyanya pada gadis itu.


"Udah kok,"


"Mana dong gue pengen lihat"

__ADS_1


"Bentar," balas Mita. Gadis itu segera menyibak tas nya untuk mengambil laptop milik nya lalu memfokuskan mengetik dengan jari lentik nya pada layar monitor itu mencari dekorasi yang di maksud.


"Ternyata selera lo bagus juga ya, gue kira cewek tomboy kek lo suka yang tomboy juga"


PLETAK!


Mita menjitak kepala Reza dengan kasar sampai sang empu meringis kesakitan.


"Ye, emangnya gue cewek apaan." serkas Mita memberhentikan mengotak-atik laptop nya dan beralih ke pemuda itu. "Asal lo tau ya sebenarnya gue gadis feminim, tapi sejak bokap ngajarin gue silat. Jadi gue kelihatan tomboy dalam nya sih cewek banget. mau ngerasa tendangan gue, atau pukulan gue?" Imbuh nya sambil merentangkan tangan nya dan mengempalkan nya dan sedari tadi gadis itu sudah melayangkan tatapan tajam setajam pisau yang hendak menusuk dada pria tampan itu.


Reza menelan saliva nya susah, nyalinya langsung menciut mana kala gadis di hadapan nya sudah mengamuk karena ejekan nya, padahal ejekan Reza hanyalah ejekan receh, apa Mita lagi dapat ya,?. Reza pusing.


Susah payah, Mita menahan gelak tawa nya melihat muka panik pemuda itu, berusaha tenang di balik tatapan menyeramkan itu.


pffftttr.


"Whahahahaha…"

__ADS_1


Reza langsung membatu dengan tatapan malas nya yang mengarah ke Mita. Dia tahu ia di kerjain oleh gadis tomboy itu.


Gadis manis itu terdiam menetralkan tonggorokan nya yang terasa kering akibat tertawa terbahak-bahak. Dia sesekali tertawa sambil menyeruput minumannya di teguk nya sampai landas kala melihat raut wajah Reza yang sedikit tajam dan setengah lagi sangat lucu.


"Kenapa berhenti, ketawa aja sampai puas. Bisa aja bikin orang kesel"


"Ganteng banget sih, kalau lagi marahan gitu"


Reza terpengarah menatap manik mata Mita yang kini tersenyum tulus. Dia sudah biasa dengan pujian itu dari para kaum hawa dan para fans nya, tapi ini berbeda dari Mita gadis yang selama dua minggu ini menjadi sahabat dekat nya, selama Dita menolak nya.


"Bisa aja, lu ngalihin pembicaraan." ucap Reza salting.


"Salah lo sendirilah, kenapa elo yang jadi marah," Sahut Mita cuek.


"Iya dah iya, cowok yang selalu salah, cewek yang selalu benar" ucapnya asal asalkan tak menyinggung Mita lagi dan berakhir dia yang di pojokan.


"Itu tau" Balas gadis itu. Dia kembali fokus lagi ke layar laptop nya.

__ADS_1


"Za nanti malam Temanin gue temuin IO nya, buat ngurusin acara gue" Imbuh nya sambil memperhatikan berbagai dekorasi autentic yang dia pilih.


"Sip"


__ADS_2