
pagi ini Fiza sudah siap dengan celana training dan rompi sampai jaket jangan lupakan sepatu running, ia sudah siap untuk keliling komplek karena memang ini hari sabtu, jadi bebas dia melakukan apapun, ia ingin sesekali merasakan udara di luar. Selama berlibur bulan kemarin, dia tak lagi berdiam dirumah. Benar kata Reza, hidup ini hari di bawa refreshin menikmati udara segar layak nya manusia normal, bukan berdiam diri terus.
"Hai," senyum nya.
"Vino…!" seru Fiza terkaget karena tiba tiba pemuda itu sedah berada di hadapan nya
"Baru aja aku mau ke rumah kamu," sahut Vino
Hening! Fiza hanya tersenyum canggung mengalihkan pandangan nya, Vino yang tidak menyukai keheningan itu mengajak gadis musim semi itu keliling mencari udara segar.
"Fiza," panggil Vino ragu
"Ya" Jawab gadis cantik itu sambil menengadah kepala nya menghirup udara sejuk. Pagi yang sangat indah, pikir nya.
"Ayo," ucap pemuda itu sembari memegang jari kilingking Fiza. "Aku mau ajak kamu, ketempat indah, dan kamu pasti suka"
"Kemana?" tanya gadis itu penasaran.
__ADS_1
"Udah kamu ikut aja." senyum Vino.
"Okay." Fiza segera mengikuti arahan pemuda yang di samping nya itu.
Setelah berjalan menempuh pemukiman dan gang-gang sempit akhir nya mereka berdua sampai di tempat yang banyak nya bunga berjajaran, bermekaran dan wangi, membuat tempat di hiasi dengan berbagai bunga di setiap rinci itu memanjakan mata
Fiza terus menerus berdecak kagum akan keindahan taman bunga itu.
"Wahh..kok kamu bisa tau tempat seindah ini sih Vin" ucap nya tanpa embel embel kak. Dengan sangat antusias nya dia berlarian di sela gundukan sambil merentangkan tangan nya menikmati udara segar sekaligus wangi yang memanjakan indera di sekitaran.
"Gimana, kamu suka?." tanya pemuda itu terus memandang wajah damai gadis di hadapan nya.
"Kamu kenapa lihatin aku kayak gitu" Imbuh nya tersadar bahwa pemuda itu hanyalah fokus kepada diri nya dan mengabaikan bunga indah.
"Cantik," Satu kalimat yang tersemat dari bibir pria itu sedari memendang muka putih bersih, berhasil membuat wajah kalem itu menampakkan semburan merah.
"Maksud kamu bunga nya," ucap nya sambil memetik satu bunga.
__ADS_1
"Bukan, tapi kamu," ucap nya mencubit hidung mancung milik Fiza pelan.
"Kamu itu cantiknya natural, bunga beda tipis dari kamu."
"Definisi nya?"
"Kamu itu cantiknya natural, karna seumur hidup kamu bakal tetap cantik, sedangkan bunga kan kalau tidak di siram mereka bisa saja tiba-tiba layu,"
"Apaansih, receh banget gombalan nya,"
"Biarin, yang penting bersamamu aku bahagia meski kamu anggap aku sebagai teman"
Gadis berkulit putih itu terhenyak akan perkataan pemuda yang kini menyelipkan Carnation atau bisa di katakan bunga anyelir melambangkan rasa cinta, ini warna merah memiliki makna persahabatan dan kekaguman.
Andai saja mulut nya tak keluh untuk menyatakan rasa takut kehilangan pada pria tinggi itu, mungkin dia dapat mendapatkan kesimpulan akan keresahan hati nya yang selama ini tertahan.
"Vino kita foto yuk" Ucap gadis itu mengalihkan pembicaraan, "Tapi sebelum itu, kamu pakai ini" Imbuh nya sambil menyelipkan juga ke daun telinga Vino, bunga Tulip merah melambangkan rasa cinta, semoga saja Vino mengetahui lambang nya.
__ADS_1
"Tulip Merah?," sahut Vino menatap Fiza penuh arti berharap lambang itu adalah jawaban nya.