Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Bocil Vs Gino


__ADS_3

"Lo cari siapa sih?," Tanya Adit. Melihat sahabatnya celingak-celinguk kanan kiri mencari sasuatu.


"Princess" Jawab Gino singkat sambil di edarkan pandangannya mencari seseorang.


"Princess apaan dah?" tanyanya lagi.


"Yaelah dit, lu nggak tau aja. Nih anak jiwa playboynya meronta-ronta" ketus Reza memandang sebal Gino. Kapan sih sahabatnya itu menjauh dari jabatan playboy kelas kakap. Kata pemuda tersebut, ingin terus melindungi Stella… Katanya.


"Berisik lu pada," ucap Gino tak kalah ketus. Matanya menatap sudut taman, melihat seorang gadis kecil berumuran enam tahun yang terlihat imut dan lucu, bertengger bandolan, sedang memainkan boneka.


"Nah tuh dia" Gino berlari kecil menuju bocah kecil itu. Tak memperhatikan jalannya, tiba-tiba Gino jatuh tersungkur ke tanah saat sudah mulai mendekati gadis kecil cantik nan imut itu.


Sontak gadis berbandol tersebut menoleh, tak lama kemudian... "Huaaaaa… bunda kakak ini jahat" tangisnya teriak mengisi keheningan area taman dekat panti. Anak-anak yang sedang asik dengan mainannya menoleh kepada gadis tersebut, tak terkecuali dengan ibu panti.


Semua anak panti tertawa. Melihat kelakuan Gino yang sedikit membuat mereka terhibur dengan adegan Gino terjatuh depan gadis kecil. Gino tersipu malu, tangannya menengadah mengusap lembut puncak kepala, menenangkan anak kecil yang kini menangis.


"Udah yah, jangan nangis! cup cup cup." ujar Gino.

__ADS_1


Tante Anna yang melihat kejadian, menggeleng sembari berjalan menghampiri Gino dan anak saat ini menangis sesenggukan. Wanita itu memicingkan mata, setelah sampai Tante Anna menggendong anak itu menarik telinga Gino. Sebal pria itu selalu saja membuat masalah sama anaknya.


"Kamu gapapa putri?," tanya Anna pada anak yang di gendongnya itu.


"Kakak ini jahat bunda. Hiks...hiks...hiks....."


"Ampun tente, ampun. Lepasin tante"


"Tak semudah itu Gino. Kamu selalu saja bikin masalah sama putri,"


"Tante sakit tan, itsss… Tolong maafkan aku tante cantik" pekiknya meringis. Semua penghuni panti memberhentikan tawa hanya mereka menahannya. Karena merasa lucu melihat muka permohonan pemuda itu.


"Iya tante, sadis banget sih. Tante cantik deh, lepasin dong," ujarnya penuh permohonan dan sedikit merayu.


"Tidak usah merayu tente," ketusnya, perlahan tangan Anna mulai menyingkir dari telinga Gino.


Gino terkekeh sambil tangannya mengangkat mengusap kupingnya. Sebenarnya tidak sakit sih, hanya saja Gino yang terlalu berlebihan.

__ADS_1


Adit, David, dan Reza menghampiri Gino yang mengumpat kesal menatap kepergian tante Anna dan Putri. Tawa Reza meledak melihat wajah masam cowok di sampingnya.


"Diam lu!,"


"Gino Gino. Eh lo apain anak orang, lo hamilin. Sampai segitunya" ujar Reza meledek dengan sedikit candaan, mengeleng tangannya depan dada.


"Enak aja kalau ngomong," Gino menatap jengah wajah menyebalkan Reza sambil mengendus kesal


terhadap sahabat priknya itu. "Sabar-sabar, sabar Gino. Orang sabar kuburannya lebar" Gino berjalan mengelilingi panti sembari mengeluskan dadanya, mensugesti dirinya sabar, omongan sobat biadabnya benar-benar bikin dirinya naik pitam, meskipun hanyalah candaan.


"Ikh lo sih Za, tuh anak jadi ngambekkan" ucap Adi memasukan tangannya di dalam saku jeans di pakainya.


"Kok jadi gua," ucapnya menyangkal. Reza menatap kedua sahabatnya polos, menunjuk dirinya.


"Udahlah, malas gue ngeliat kalian berantem mulu. Mendingan gue bantu tante gue aja. Bye!" David berjalan masuk ke dalam rumah tantenya di ikuti oleh Adit di belakang.


"Dihh…" sungut Reza melenggang pergi mencari Gino yang katanya lagi ngambek ngambek cantik.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2