
Tentu kelakuan Vino membuat Fiza kanget setengah mati, apalagi ini bukan pertama kalinya walaupun dulu tanpa di sengaja oleh pemuda tampan itu.
Wajah Fiza kembali menampakkan semburan merah.
"Muka kamu ko merah, malu ya" goda Vino mengangkat sudut bibir nya membantuk senyum tipis, dia sangat senang melihat gadis itu begitu, dan kesimpulan yang di lukiskan Vino oleh gadis itu Lucu
"Tauk ah, kamu sih," ucap nya cuek, membuang muka nya ke arah lain, menahan senyum yang ingin menuntun nya.
"Gemes bangat sih, pengen cium lagi" gumam Vino
"Ja-jangan" Mendadak gadis itu semakin gugup dengan pemuda yang ada di hadapan nya.
Vino tersenyum tulus "Jangan kenapa?," tanya nya santai manatap wajah ayu Fiza, dia ingin mengerjai sedikit gadis itu, hanya ingin melihat muka merona gadis itu.
"Anu… eh u-udah hah," ucap Fiza gugup, muka nya masih memerah menahan malu karena kebab-blakan nya sendiri, ia jadi salah tingkah sendiri.
"Yaudah deh cubit aja" ujar pemuda itu. tangan nya pun terulur ia pun mengelus pipi mulus itu lalu mencubit gemes.
"Aww.. Apaansih sakit tau"
__ADS_1
"I'm sorry little girl"
"Hm"
"Kok gitu sih jawab nya" celetuk Vino sedih. "Kalau gitu aku ga akan pulang"
"Iya, aku maafin. Udah sana pulang."
"Thank you my little girls" ucap Vino tersenyum
"Aku pulang ya, bye" ujar nya menatap lekat gadis cantik itu. "Jangan kangen" Imbuh nya berbisik nya sembari menyingkirkan helaian rambut gadis itu lalu di hampitkan ke daun telinga nya dan mengacak rambut itu gemes.
"B-bye"
Gadis mempunyai bernetra indah itu, membalas lambaian tangan Vino, ia tertegun sejenak menetralkan jantung nya yang berdetak sangat cepat.
Jujur ia suka perlakuan manis dari cowok yang baru beberapa detik pergi dari area rumah nya.
"Kok gue degdegan ya." gumam gadis cantik itu mengulas senyum senang. "Dia kenapa jadi berubah begini" Imbuh nya menatap punggung mobil itu yang semakin menjauh.
__ADS_1
Tak sengaja di balik pohon rindang dekat rumah itu Reza dan Mita melihat adegan yang berbeda dari kedua sahabat nya dengan senyum melekat di wajah masing-masing, mereka berdua pun menghampiri Fiza yang masih di ambang gerbang.
"Ehem-ehem,"
Deheman mereka mengagetkan Fiza. gadis itu menoleh kakak nya dan sang sahabat sedang bersedekap dada di samping nya.
"Sweet banget sih, Kak Vino. Jadi pengin deh." celetuk Mita.
"Pengen?, tuh ama bang Reza" ucap Fiza. perempuan itu langsung saja melenggang masuk, meninggalkan abang dan sahabat nya yang sedang saling pandang heran.
Berjalan gontai, tak mendengar teriakan Mita yang sedang mengejar nya di ikuti oleh Reza. Kudua manusia itu bisa saja menggoda nya.
Kamar.
Fiza segera beberes tubuh nya, tapi sebelum itu dia melihat dinding atap kamar nya membayangkan hal tadi yang baru saja di alami nya oleh Vino tadi.
"Manis banget sih, kayak gulali." Kata nya bergumam membayangkan wajah tersenyum pemuda itu. "Perasaan apa ini?," tanya nya pada diri nya sendiri, gadis itu langsung mengulas senyum.
Setelah lama melamun, akhir nya gadis itu masuk ke *walk in close*t untuk mengambil satu pasang baju dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket.
__ADS_1
Dia melakukan semua apa yang di katakan pria tadi siang di temui nya.