
Setelah puas barbequean bareng, Mita meminta Fiza menginap katanya biar ada yang menemaninya bukan hanya Dita dan Nadia saja itu kurang personalnya satu yaitu Fiza. Tapi gadis itu menolak, namun Mita memaksa jadi Fiza mau tak mau harus menemani ketiga temannya untuk menginap dirumah besar itu, kini ia tinggal menunggu Reza membawa ganti dan seragam buatnya.
-
"Ini udah larut kalian pulang gih" ucap Mita dan di anggukan oleh Fiza dan Nadia menyetujui para cogan pulang.
Sedangkan Dita dia sudah molor dibahu Adit.
"Kita nginap aja 'ya, pliss" mohon Gino dan dibalas tatapan menyebalkan dari ke tiga gadis dihadapannya.
Hening!
Reza yang melihat Gino ditatap tajam dari ketiga ciwi, segera menginjak sepatu Gino.
"Aduh! sakit Reza," pekik Gino menatap jengkel kesampingnya dimana Reza memutar bola mata nya jengah.
"Eh peak, lo ga liat tatapan menyeramkan itu" bisik Reza matanya memberi kode kepada Gino, menatap ketiga gadis itu.
Glek!
Gino menelan salivanya merasa kata-katanya salah.
Gino cengegesan tanpa dosa sambil jarinya membentuk 'V'.
__ADS_1
"Yaudah, gue mau pindaiin Dita, dimana kamar lo" tanya Adit kepada Mita. Dan Mita menghantar Adit ke kamarnya membaringkan Dita yang tidur nyenyak, sementara Mita menunggu pacar sahabatnya depan kamarnya.
"Aku pulang dulu ya," sahut Vino. Mengecup singkat pipi mulus Fiza lalu beralih keluar. Fiza yang mendapatkan kecupan itu membuat pipinya memanas, malu karena Vino main sosor apalagi depan abang dan sahabat.
"Cielah yang ada pawangnya, dunia serasa milik berdua," cibir Reza
"Yang lain ngontrak ajalah" celetuk Gino cemberut. Tidak ada harapannya lagi, putus sudah mendapatkan gadis cantik dihadapan nya.
"Sabar Gino, noh yang diluaran sana banyak. lo bisa pepet sebanyak mungkin," ucap Mita.
"Termasuk lo," balas Gino sembari tersenyum genit menaik turunkan kedua alisnya
PELETAK!
"Galak banget," tuturnya mengaduh sakit pada keningnya. Gino yang merasa tehimpit atas perkataan Mita memilih segera menuju motornya.
"Ckkk..kayak cewek lo, ngambekkan" teriak Adit menggeleng kepala lalu ia menyusul ketiga sahabatnya siapa lagi kalau bukan Vino, David dan Gino.
Tak habis pikir dengan sahabat durjananya disisi lain dihadapan banyaknya cewek Gino sok jadi seorang playboy tapi kalau udah dimaki sama cewek, berasa ingin nangis kayak bayi gede.....Wkwkwk.
"Lo ngapain masih disini, sana pulang," omel Mita.
"Ngomel mulu kayak emak-emak" Kata Reza berdiri dan mengatakan. "Btw good night,"
__ADS_1
Setelah para cowok pergi dan menghilang dari pandangan mereka segera melenggang ke kamar lantai dua tepatnya kamar Mita.
"Sorry ya guys gue ga ada maksud buat bohongin kalian" ucap Fiza lirih.
"Gapapa ko, malahan kita senang karena lo dan Vino udah jadian. Tapi..mau apapun itu elo harus cerita jangan ada yang disembunyiin, kita 'kan best friend," ujar Nadia dan di anggukkan oleh Mita tanda setuju.
Fiza tersenyum terlaru. "Thanks 'ya, gue seneng banget punya sahabat kek kalian. Sini peluk," tutur Fiza merentangkan tangannya.
Mereka saling merentangkan tangannya masuk kedalam pelukan mengelilingi Fiza yang ditengah.
"Ada apa nih, ko pelukan nggak ngajak ngajak sih" Suara Dita dengan nada khas bangun tidur mengucek mata. Dia mencebikan bibirnya, membuat Nadia geser kesamping agar Dita leluasa kebagian dalam pelukan persahabatannya.
"Udah, lo sini," ujar Nadia seraya menepuk kasur sampingnya. Gadis manja tersebut pun segera memeluk ke tiga sahabatnya itu.
"Gue seneng kalau lo seneng Za, pokoknya lo gausah khawatir gue dukung hubungan kalian"
"Siapa yang minta pendapat lo,"
"Ck," decak Dita sebal menatap Mita yang kini terkekeh geli mendengar omongan nya.
"Bercanda Dita," sahut Mita tertawa kecil.
Arti sahabat adalah saling menemani, mungkin mereka ketemu karena pendidikan dan mungkin mereka saling beda pendapat tapi sahabat tetap sahabat mereka akan selalu bersama dalam suka ataupun duka dan saling berbagi apa yang dirasakan. Intinya jangan ada yang disembunyikan, definisinya ingat satu hal sahabat sama dengan keluarga!.
__ADS_1