
Flashback on
"Nih buat kamu," ucap Vino yang baru saja dari sebelah jalan sambil meneteng dua cup Ice cream plastik bening. Memberikan satu es krim strawberry.
"Makasih kak," ujar Fiza semangat. Dia langsung saja menyambar es krim ditangannya tanpa memperdulikan Vino dan juga belepotan di mulutnya.
"Sama-sama," tuturnya sembari mendudukan tubuhnya di pinggir danau samping Fiza. "Kamu tu kalau makan es krim, selalu belepotan gini." sungut Vino seraya tanggannya terulur mengusap samping bibir Fiza yang terdapat bekas es krim.
Bersamaan dengan itu, dua mobil lamborghini merah melintas di jalan raya yang lumayan sepi. Dua cewek yang menaikinya, salah satunya adalah Stella sebagai pengemudinya kini menurunkan kaca mobil untuk memperjelas penglihatannya.
Rahangnya langsung mengeras. Menatap dua sejoli di seberang sama, argh...Fiza dan Vino.
Ckittt....
"Aduh. Hati-hati Stella ikh.." tutur cewek disamping Stella, mengusap kepalanya yang habis terbentur bagian dashboard mobil.
"Ya maaf Tan. Lihat tuh," ucap Stella menunjuk arah sampingnya diberang sana, dua orang. Laki-laki dan Perempuan sedang menduduki rumput pinggir danau.
"Postur tubuhnya kayak gak asing," ujar Tania teman Stella. "Gue inget. Itu kan Vino, tapi itu perempuan siapa?" tanya Tania polos.
"Fiza bego" ucap Stella saking geramnya, gadis itu menjitak kepala Tania.
"Sakit Stell," rintih Tania memayongkan bibirnya lucu.
"Eh..berarti temen gue ini punya saingan baru dong, ya kan belum dapet udah ada saingan aja." sindir Tania dan mendapatkan toyoran lagi dibagian kepalanya.
"Lo bicara lagi gue sumpel mulut lu" cibir Stella.
__ADS_1
"Galak banget sih," gumamannya, mencebikan bibir bawahnya.
Stella membuka Handle pintu mobil bermaksud keluar, namun tangannya keburu ditarik oleh Tania.
"Stell lo mau kemana?"
"Lo tunggu disini" ucapnya melepaskan tangan Tania.
Stella menyebrang jalan sepi, dia bersembunyi di bawah pohon rindang dengan ponsel di tangannya. Amarahnya kembali memuncak ketika melihat sepasang lawan jenis itu berpegangan tangan, ingin beranjak dari duduknya ke sampan di dasar danau. Apalagi muka keduanya terlihat sumringah dengan senyum manis yang merekah dibibir keduanya.
Cekrek... Cekrek!
Stella memotret Vino dan Fiza dengan keadaan kesal. Tadinya dia akan menghampiri keduanya dan menganggu. Tapi tiba-tiba terlintas ide konyol yang membuat Fiza tak lagi berkutik. Dia ingin semua siswi Wilson membencinya, kan sebagian besar siswi di sekolahnya mengagumi Vino. Karena itu dia ingin mempermalukan gadis yang berani merebut cowok idamannya.
Stella kembali lagi ke mobilnya dengan keadaan campur aduk. Kesal, Marah, Sebal, Senang. Semua menjadi satu. Stella masuk mobilnya dengan seringai tipis tercetak dibibir manisnya.
Stella tidak menghiraukan temannya itu. Dan berlalu mengemudikan mobil.
Flashback off
-
"Apa-apaan ini," ucap Vino baru saja datang dengan muka datarnya. keempat sahabatnya yang mengekori. Fiza terkejut melihat mading penuh dengan isi fotonya dan Vino. Bahkan ada juga hasil editan menunjukkan bahwa dirinya ciuman dengan Vino dan juga... Hah Foto editan Vino dan Fiza menikah dan masih banyak lagi.
Vino langsung menyambar foto yang menempel dipapan pengumuman, dan merobeknya. Sampai foto-foto terbelah dua. Dia tak terima atas penghinaan ini. Dia tidak terima kekasihnya difitnah setragis begini.
"KALIAN SEMUA DENGAR YA. INI SEMUA EDITAN!!" Mata elangnya di edarkan pada semua siswa-siswi. Membuat semua murid langsung kicap, ketakutan melihat Vino menatap tajam, setajam silet.
__ADS_1
"kalian jangan percaya!, adik gua nggak pernah ngelakuin ini semua-"
Tiba-tiba..
"Fiza kamu dipanggil papa kamu,"
"Iya bu,"
"Kamu juga Vino"
"Baik bu"
Ruang kepsek
Fiza dan Vino langsung saja masuk, menemui papa Marcel yang kini asik mengobrol dengan pak kepsek tanpa ada beban.
"Pah," Fiza langsung mendekati papanya, menduduki sofa samping papanya.
"Om Marcel,"
"Papa, nggak percaya 'kan sama fitnah itu?"
"Tidak!," ucap Marcel menatap anak bungsunya dengan senyuman. "Kalian emang pacaran, tapi papa yakin kalian tidak mungkin melakukan itu. Papa juga yakin semua foto itu hanyalah editan" Imbuhnya.
"Papa sudah selidiki semuanya!" tutur papa Marcel.
...----------------...
__ADS_1