Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Kesal


__ADS_3

Kelas X IPA 3


"Akh. gue Pengen banget pecek-pecek tu cabe" ngomel Mita


"Kan disini gak ada cabe" gumam Dita Namun masih terdengar di telinga Nadia. Dia tidak mengerti, yang dimaksud Mita cabe merah atau yang mana??


"Si Stella Dita, udah ah diem lu" ucap Nadia kesal. Masa Dita sepolos itu sih.


Dita hanya menanggapi dengan ber-Oh ria.


"Gue sebel banget sama tuh orang"


"kita pulang aja yuk" ajak Fiza mengalihkan.


"Ayuk. Gue takut banget sumpah lihat mukanya Mita udah kek genderuwo" gumam lagi Dita. tapi kali ini tidak hanya Nadia yang mendengar, Mita dan Fiza juga dengar Dita gumaman.


"Lo bilang apa Dita" ucap Mita sewot. Dia menatap tajam Dita yang menutup mulut dengan tangannya.


"Upsss.. Ng-gak, nggak"


"Dita" Gereget Mita ia hendak mengejar Dita yang berdiri ingin berlari.


"Lari" Dita berlari keluar kelas. Gadis itu sengaja meledek Mita, supaya sahabatnya itu melupakan kekesalannya pada Stella.


Fiza dan Nadia hanya bisa bergeleng kepala sembari tertawa kecil. Terlihat sangat lucu melihat raut wajah Dita yang terlihat memanjakan mata. Dita adalah gadis tunggal dikeluarganya, gadis polos yang selalu di manjakan oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Temen lo tuh"


"Temen kita Nad" Ralat Fiza.


"Oh iya. Gini amat ya punya temen" ucap Nadia sembari menggelengkan kepalanya. Lalu mereka meninggalkan kelas yang mulai sepi.


-


Sepulang sekolah Fiza dan tiga sahabatnya berencana berbelanja ke Mall terdekat dari Rumah Fiza. Mereka bertiga berusaha menghibur Mita yang masih terlihat kesal.


"Bang" panggil Fiza kepada Reza.


Nafiza sudah siap dengan kaos oblong polos berwarna putih dan celana jeans panjang yang senada, dengan make up tipis menambah kecantikannya.


Vino cs kecuali Reza, duduk disofa yang membelakangi tangga rumah itu sedangkan Reza duduk berhadapan dengan tangga yang tak jauh dari ruang tamu.


"Nafiza kuluar dulu ya bang"


"Mau kemana kamu?" tanya Reza "terus tumbeng abang liat kamu makeup ada apa?" tanyanya lagi.


Fiza cengegesan "Jelek ya bang?"


"Eh... enggak kamu cantik pake banget kok. perfect" goda Gino. Gino tersadar langsung menyambar menjawab pertanyaan Fiza entah jujur atau pencitraan sebagai sosok playboy kelas kakap. Laki-laki itu pangling ternyata seorang Fiza bisa berdandan juga. Dia berfikir ia ingin mendekati Fiza.


Fiza yang mendapatkan pujian dari playboy jomblo ngenes itu hanya tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Apaansih playboy kadal. lo jangan coba-coba deketin adek gue yee, kalau lu deketin dia lu berurusan sama gua" ketus Reza menatap tajam kearah Gino.


"Iye-iye Za. sorry" ucap Gino kesal. Bisa-bisanya sahabatnya itu meramal jalan pikirannya, walaupun semua tahu sih apa dipikir ia. Kan Gino matanya selalu berbinar kalau lihat kaum hawa yang cakep-cakep.


"Aku mau ngemall bareng temen-temen" jawab Fiza pada Reza. "Yaudah bang, kak aku pergi dulu"


"Jangan pulang malam"


"Ya"


"Dah. Dadah Fiza"


"Lu jangan lihatin adek gue gitu"


"Yee... sok protektif banget jadi kakak"


"Ya harus dong gue bakal jagain Fiza dari playboy cap kadal kayak lo"


Gino tak berniat berdebat lagi. Memang benar sih kata Reza, ia playboy yang bertahan sama perempuan hanya berdurasi satu bulan bahkan ada satu minggu. Jika Gino bosan ya tinggal buang. Ya begitulah pikiran keji seorang pemuda bernama Gino Fernando si Playboy jones.


Gino hanya mendengus sebal.


"Udah berantemnya?" tanya Adit.


"UDAH" Jawab Reza dan Gino serentak.

__ADS_1


"Etdah gini amat ya, punya temen absurd kek gini" gerutu Adit.


__ADS_2