Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Sakit perut


__ADS_3

Vino menatap gadis yang tengah duduk itu heran, lalu ia sekilas mengedarkan pandangan nya kepada orang-orang yang menatap nya dengan penuh kagum.


"Hm," deheman Vino mengamati Wajah cantik yang berada dihadapan nya.


Fiza hanya cuek sekaligus, mendengus kesal dengan sikap dingin Vino.


"Ini es krim buat kamu," ucap pria dingin itu, mengulurkan satu cup es krim strawberry kepada kekasih nya yang sedang cemberut.


"Nggak usah, dasar gak peka." tutur nya sinis memalingkan wajah nya kesembarang arah.


Fiza langsung berdiri masih tak menatap Vino ataupun siapa pun.


"Kamu mau kemana?," tanya pemuda itu


"Pulang" ucap nya singkat, lalu diapun berlalu meninggalkan nya.

__ADS_1


Vino menarik napas nya, sekarang dia tahu apa yang membuat gadis mungil nya berubah.


Dia ingin mengejar Fiza akan tetapi, dia urungkan karena ia ingin memberi waktu kepada gadis nya jadi mau tak mau Vino mengikuti gadis kesayangan nya meski gadis bersurai beriris hitam itu tidak mengetahuinya.


-


Beberapa menit berlalu Fiza sudah sampai di teras rumah yang luas itu, ia menatap kebelakang, tidak ada tanda-tanda keberadaan nya, pikirnya.


Gadis musim semi itu berlalu menaiki tangga lantai dua menuju kamar nya, setelah sampai ke kamar Fiza merebahkan tubuh nya, menatap langit-langit kamar nya dan mata kesal membayangkan tatapan para gadis-gadis yang menatap pacar nya kagum.


So, tidak ada cara lain selain menghubungi manusia setengah olaf yang baru beberapa menit ia temui.


Di lain tempat Vino tersenyum mendapati wanita mungil yang begitu di cintai nya akhirnya menunjukkan respon melalui handphone miliknya, diapun memetik ikon hijau ke atas tanda mengangkat.


"Hallo gadis kesayangannya Vino,"

__ADS_1


Blushhh…


Fiza merasakan pipi nya saat ini sedang memanas saat Vino di seberang sana mengatakan kata 'Sayang' yang di selipkan oleh beruang kutub nya itu.


Bagaimana mungkin Vino yang bernotabene dingin mengetahui kata sayang, mungkin pemuda itu berubah hanya bersama dirinya, tapi kepada orang lain oh no!, sejenak Fiza melupakan sakit nya.


"Aww…"


"Ada apa, kamu kenapa?" tanya Vino cepat, kali ini dia sangat cemas mendengar ringisan gadis itu yang seperti nya menahan sakit.


"Vin, ke rumah sekarang aku butuh kamu, tolong sekalian kamu beliin aku nasi goreng dan obat maag"


"Kamu sakit, yaudah aku otw kesana, jangan pingsan dulu"


"Hah… Masa maag doang sampai pingsan sih ya kali, kalau dua hari baru pingsan." tawa kecil Fiza merasa pacar nya rada aneh.

__ADS_1


"Ya..ya, aku ke rumah kamu sekarang," ucap nya sambil mengambil kunci motor nya dan segera bergegas ke rumah pacar nya itu setelah mematikan sambungan telpon secara sepihak.


__ADS_2