Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Pertandingan


__ADS_3

pagi hari yang di tunggu-tunggu, sekolah tampak ramai menunggu anak basket dari lapangan indoor. Sebenarnya ini bukan pertandingan antar sekolah internasional, lebih tepat nya pertandingan persahabatan antar dua sekolah internasional. Mobil MPV sudah terparkir di halaman sekolah, itu mobil yang akan menghantar anak basket menuju gedung olahraga.


"Fighting kak." sorak nya cengegesan, Fiza mengempalkan tangan diatas menyemangati Vino, kepada Vino yang hanya memasang tampang bodoh di hadapannya. Namun, pada akhir nya cowok itu tersenyum tipis sangat tipis. Nanti kalau dia tersenyum manis, pasti di depannya pada histeris, bikin pusing saja. Pikirnya.


"Kamu nggak kasih semangat ke kakak?"


"Nggak perlu!, lagian aku masih marah sama abang" umpat Fiza memicingkan matanya menatap dengan sorot tajam yang mampu membuat Reza menelan air liur nya.


"Semangat Reza!" ketiga sahabat Fiza langsung melerai dengan cara memecah keheningan.


"Thanks. Tuh lihatin tu tiga teman kamu aja ngasih semangat, masa kamu enggak," celetuk Reza


"Terserah Fiza dong!" ucap nya lalu melenggang pergi.


"Kok kalian mau sih jadi temenan adik gue. Lo juga Vin mau mau aja jadi pacar Fiza, depan nya aja kharismatik, kalem. Belakang nyebelin plus bar-bar ckckck!" gerutu Reza memaki adik nya. Vino menatap tajam ke arah Reza, bisa-bisanya dia menghakimi kekasih nya sekaligus adiknya sendiri.


****

__ADS_1


keriuhan semakin menjadi-jadi ketika sang kapten dan team basket Wilson high school. Dan lawannya menampakan batang hidung nya, melangkah memasuki lapangan dengan begitu berkharisma. Sorakan-sorakan terdengar begitu nyaring dan memekikan telinga, mereka seakan tidak peduli nantinya sakit tenggorokan lantaran begitu banyak teriakan.


"ALVIN, I LOVE YOU PAKE BANGET!. HOOOOO"


Grace?


Vino memicingkan penglihatan nya. apakah yang baru saja kasih semangat dengan embel-embel Love dan tangan juga melambai bentuk saranghae, dia?


"KAK VINO, SEMANGAT!"


"JANGAN LUPA BERDOA, VIN!"


Yang lainnya sorakan kepada teman sekolah, bahkan Aditpun ikut dalam salah satu siswa Wilson yang menyorakkan.


"Terimakasih, terimakasih, terimakasih!" seru Gino seraya menampakkan senyum termanis yang ada di bidang ke playboy-an nya.


"Pede lo. Orang kasih semangat ke Vino aja,"

__ADS_1


"Lo nggak denger, Adit ngasih semangat ke gue!" ucap Gino membanggakan diri sendiri, membuat David yang menyahuti kepedean Gino hanya memutar bola mata malas.


Saat ini kedua team dari masing-masing sekolah berdiri berhadapan, mereka memasang wajah miring yang seolah mengejek satu sama lain. Pertandingan persahabatan? Cih, tidak mungkin itu tidak berlaku bagi Reza, Gino, David, dan kapten lawan yang bernama Xander. Sebenarnya mereka anggap ini persaingan antar dua sekolah. Terlebih lagi pribadi, tidak lebih tepatnya bermusuhan. Sedangkan Vino memasang wajah datar seakan mengejek, tak ada takut nya. Iyalah tidak takut, masa seorang Alvino takut, cik itu tidak ada di kamusnya.


Wasit mengisyaratkan antara kapten saling menjabat tangan sebelum pertandingan di mulai, Vino menjabat tangan Xander dengan tidak ada ekspresi sama sekali hanya ada sorot mata seperti silet yang menghantam lawan, Cihh membuat emosi saja. Sementara Xander tersenyum miring kepada nya.


"Lo lihatin aja, kali ini gue bakal menang!" ucapnya penuh percaya diri.


"In your dream." gumamnya pelan plus dingin.


"Siapin mental buat kekalahan lo."


"Cihh basi omongan lo!" ucapnya ketus. Bukan Vino yang menyahuti nya tapi ini David yang berdiri samping Vino, membuat sang lawan geram sampai ke ubung-ubung.


"Kita lihat aja nanti, tim gue atau lo yang bakal menang." Kata Reza mengejek menatap sinis Xander.


"Cemen-," ejek Gino dengan gaya songong nya.

__ADS_1


"Banyak bacot Lo semua!" bentaknya. Xander sudah tersalut emosi akan kebacotan Vino dkk mengepalkan tangan kuat seakan siap menerkam.


__ADS_2