
Fiza tengkurap, membenamkan kepala nya di atas bantalan, merasa mata nya sudah mulai berat menahan kantuk, gadis itu sudah beberapa kali menguap
"Kamu tidur gih," ucap nya, setelah melihat Fiza beberapa kali menguap.
"Kamu duluan aja, aku belum ngantuk. 'Kan besok kamu harus bantuin ayah kerja" gumam nya. Mata nya terus melek, walaupun sudah berat.
Walaupun Vino seorang remaja terpelajar, Pemuda itu memiliki kecerdasan yang tinggi, memiliki keahlian dalam segala bidang. Termasuk manajemen bisnis. Sejak kakek nya sakit sakitan Vino mulai belajar tentang bisnis, sekitar 5 tahunanlah, diri nya masih 13 tahun, masa remaja awal untuk mengenal ahli bisnis.
"Cie.. udah mulai manggil ayah," ucap nya meledek. "Berarti kamu udah siap dong, buat jadi mantu" goda nya sekali lagi sembari mengedip-edipkan mata nya, hingga membuat gadis sebrang sana malu dan nampak rona alami.
"Masih lama Vino," ketus nya mengendus kesal.
"Bercanda," cakap nya tertawa kecil. Terlihat pemuda itu menatap langit malam lewat balkom hotel.
Hening..
"Yaudah,-," Vino memberhentikan perkataan nya, arah netra nya menangkap layar ponsel nya dan juga gadis yang kini sudah tak bisa di tahan kantuk, akhirnya dia tertidur lelap.
__ADS_1
"Katanya belum ngantuk" Gumam nya tersenyum menatap wajah damai itu.
"Good night dear and have a nice dream" Imbuh Vino segera merebahkan tubuh nya dan mengecup lama layar HP- nya ke arah kening gadis itu.
Dan Vino pun mematikan sambungan video itu, dan mencoba terlelap.
-
Fiza mengerjapkan mata berkali-kali, merasa sinar matahari memaksa masuk dari sela-sela gorden kamar nya.
Gadis itu pun bangun dari tidur lelap nya dengan wajah sumringah. Dan dia beralih menatap jam dinding kamar nya yang sudah menunjukan hampir pukul 06:30 a.m itu. Seketika wajah nya berubah, dia bangun kesiangan, Dengan terburu-buru nya dia menyibak selimut, dan masuk ke kamar mandi.
Dia menuruni anak tangga tergesa-gesa, saking buru-buru nya sampai ia kesandung.
"Aduh!"
"Hati-hati sayang!," seru mama kania melihat Fiza terjatuh. Beliau tengah membantu bi Sari menyiapkan bekal buat Fiza dan papa mercel.
__ADS_1
Fiza hanya cekikikan, mama kania hanya bisa menggeleng geleng kepala. Buru kali ini beliau melihat anak nya seceroboh seperti ini sampai kesandung karena terburu.
"Lo lama banget sih, ke buru telat nih ckck," Reza menggerutu
"Maaf bang,"
"Maka nya, jangan pacaran tengah malem" gumaman nya, dan itu di dengar oleh Fiza dan.. Papa marcel tentunya yang kini menuruni tangga yang siap berangkat kantor nya.
"Siapa yang pacaran?," tanya papa marcel,
berdiri di belakang Fiza.
Fiza memutar, menoleh, gadis itu langsung terkaget, mata nya membulat sempurna ternyata papa nya mendengar Reza bergumam. Sedangkan papa mengernyit dalam sambil menatap Reza tajam.
"Siapa yang pacaran?" tanya nya sekali lagi, tapi ini dengan nada dingin, memuat Fiza seketika mengeluarkan keringat di pelipis nya.
"Fiza dengan Vino pah," sahut Reza santai. Menatap Fiza yang juga menatap nya, mata gadis itu membola, jujur nyali nya berangsung-langsung menciut takut terkena amukan massa gadis cantik yang tengah memandang nya tajam.
__ADS_1
"Abang" jerit Fiza merasa jengkel dengan pemuda yang berstatus sebagai kakak nya itu.
...-----...