
"Bang.." panggil Fiza menghampiri Reza yang sibuk pubg di ponselnya.
"Ehm,"
"Abang kenal nggak sama Grace?" Entah ada angin apa Fiza jadi ingin menanyakan tentang mantan pacarnya itu, dia pun tidak tahu.
"Kenapa kamu nanya gitu?" Reza yang tadi nya sangat fokus mengabisi lawannya, menoleh kepada Fiza dan menaikan satu alisnya heran.
"Gapapa, cuma nanya aja. Soalnya dia tuh model yang trending banget di medsos!" ucap Fiza tidak jelas, karena dia juga tak mengetahui Grace trending.
"Ouh, yaudah abang mau siap-siap temu Gino di mini market depan" kata Reza sembari berjalan naik ke kamarnya mencoba berlari dari pertanyaan tidak masuk akal Fiza. Mana mau dia membicarakan Grace, seorang gadis yang dengan gampang mengucapkan kata putus pada sahabat nya.
Fiza tersenyum jenaka, melihat punggung Reza yang kian menjauh dari jangkauan nya. "Bilang aja kalau kenal susah amat sih" gumamnya menggeleng kepala.
*****
"SKAKMAT!!" pekik Gino ketika ia berhasil memakan pion lawan di kotak f5 dan menggerakkan ratu ke h5.
"Ihk Gino brisik tau" sungut Stella reflek mencubit pinggang pemuda itu.
"Aw aww.. stthh sakit" Gino merintih kala Stella merasakan Stella mencubit nya begitu keras.
__ADS_1
"Rasain lu!" serkas Stella sembari melepaskan tangannya yang masih bertengger di pinggang Gino
"Stella,"
"Apa lo!"
"Gue pecat lo jadi babu gue"
"Nggak peduli gue" ketus Stella seraya mendengus sebal dan bersedekap tangan depan dada.
"Kok jadi berantem, gue pergi nih" sahut Adit. Awalnya Adit sendiri juga tadinya bingung, dilihatnya kenapa Stella selalu mengikuti Gino dan sampailah ke rumahnya malam-malam begini Stella masih mengikuti Gino.
"Eh jangan!, lo harus jalanin hukuman lo dulu!"
"Hm, gue mau lo traktir gue."
"Untung bibi udah masak, jadi gue nggak perlu traktir dia" penuturan Adit bergumam pelan, namun masih terdengar kepada Gino.
"Gue mau traktiran cafe!" kata Gino tegas cepat.
"Gin, kita disini ajalah, lagian bibi udah masak. Mubazir kalu gak dimakan," keluhnya.
__ADS_1
"Tapi gue maunya di cafe" desak Gino "Kalau lo enggak mau gue bakal bongkar rahasia lo ke Dita!" imbuh nya di bumbui dengan ancaman sembari menaik turunkan alis nya merasa menang.
"Iya iya bentar gue ambil jaket dulu" ucap Adit beralih ke kamarnya.
Gino beralih menatap ponselnya setelah mendapatkan ada notifikasi dari grup, Five price.
Reza: 'Guys, suntuk nih. Nongkrong kuy'
Gino: "Lo ke rumah Adit aja. Mumpung ada traktiran"
Reza: 'Widih.. gue suka tu kalau ada traktiran, meluncur. Woy Vin, Vid kuylah, ada juga yang mau gua bicarain keelu Vin"
Raditya: 'EH MONYET GUE AJAK LO, KENAPA LO AJAK REZA!'
Gino terkekeh membaca pesan yang di balas Adit kepadanya. Padahal mereka ada di tempat yang sama kenapa Adit malah mendengus kesal kepadanya lewat pesan HP.
Alvino: 'Apa?'
Reza: 'Ada deh, gue tunggu kalian. Tempat biasa!'
Gino: "Sipp"
__ADS_1
David: 'Siip' (2) Read
...***...