Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Rival


__ADS_3

"Guys, temenin gue ambil baju dong" Ajak Dita


"Astaga lo mau nginep sini, tapi lupa bawa ganti" ucap Fiza. Gadis itu merebahkan tubuh nya dan menatap langit-langit kamarnya sambil membayangkan setiap kata yang keluar dari mulut Vino waktu itu.


Dita terkekeh. "Hihihi lupa"


"Kebiasaan" Sahut Mita. Gadis itu fokus memainkan HP nya.


"Temenin ya" Dita bergelayut manja di lengan kurus Nadia.


"Iya" ucap Nadia memutar bola matanya jengah. "Lo ikut ga Za?" Imbuhnya.


"Nggak deh, gue ngantuk mau tidur" Ucap Fiza memejamkan mata nya mencoba untuk terlelap.


"Yaudah lo istirahat, kita ke rumah nih anak dulu"


"Hm"


-


"Udah semua belum?,"


"Udah, semuanya beres."


Mita terperangah "Lo yakin mau bawa sebanyak ini, Ta, kita tuh dirumah Fiza cuma sehari loh"


"Ya mau gimana lagi, ini atas perintah kanjeng mami gue."


"Ya ampun" ucap Mita menepuk keningnya heran. Mengapa segitu di manjakan nya sahabatnya itu sehingga dia di perhatikan dengan sayang-sayang nya. Apa karena Dita anak satu-satunya di keluarganya.


Di belakang mereka ada wanita paruh baya yang sedang berlarian tergopoh-gopoh menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Dita… Dita tunggu Mami nak"


"Apasih Mi"


"Ini nih kamu pake supaya nggak kedinginan yah," Wanita paruh baya itu memakaikan jaket kepada Dita. "Udah, cantik"


"Ikh Mami, udah dong malu," Bisik Dita


"Apasih Mami tuh cuma mau yang terbaik buat kamu,"


Mita dan Nadia melihat interaksi antara ibu dan anak itu hanya tersenyum kikuk. Ingin sekali mereka tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Dita yang tampak kesal, lantaran Maminya selalu tergesah-gesah kalau soal dirinya.


"Nadia, Mita tolong jaga Dita ya, Tante titip anak tante"


"Iya tante"


"Ingat ya jangan nakal-nakal dirumah Fiza"


Di pertengahan jalan


pffttrrr


"Hahaha...." Tawa Mita langsung lepas.


"Puas lo" sertak Dita


"Gue baru tahu, kalo mami lo segitu posesifnya sama anak kesayangan nya, bwahahaha…"


"Terus ledekin, terus aja." Dita mengerucutkan bibirnya tajam sembari menatap jengah ke arah Mita, Sahabat nya itu selalu saja meledeknya.


Nadia yang sedari tadi menyetir mobil hanya menggeleng kepala mendengar perselisihan dua sahabatnya.

__ADS_1


Sesampai mereka di kediaman Wilson. Dita langsung masuk dengan menyeret koper mini nya itu dibantu oleh Nadia dan Mita.


"Wih kalian dari mana?" ucap Reza tiba-tiba ada dihadapan mereka.


"Kak Reza," Kaget Nadia spontan gadis itu memegang dadanya. "Bikin kaget aja" imbuhnya masih memegang dadanya.


"Tadi tuh gue habis dari dapur. Eh ternyata malah ngelihat kalian nyeret koper, habis dari mana sih"


"Ini nih kak si Dita, kayak mau nginep tujuh hari tujuh malam aja" gerutu Mita sedangkan empunya malah cekikikan gak jelas.


"Sorry kak udah ngebangunin tidur kakak"


"Gapapa. Sini aku bantuin" ujar Reza ingin mengambil alih mini suitcase itu dari Dita.


"Eh… Gak usah kak"


"Gapapa."


Matahari sudah terbenam, benar-benar cerah cahaya matahari menembus bias warna biru dari langit.


Keempat gadis itu menuruni tangga dengan wajah fresh bercahaya antara kecantikan, mereka langsung menuju ruang makan yang dimana sudah ada Reza dan kawan- kawan.


"Loh kok kakak udah disini aja pagi-pagi" ucap Fiza.


"Kita nginep disini" ucap Gino.


"Hah" Dita terpengarah, bagaimana bisa keempat cowok ganteng ini menginap.


"Sini Dita" ucap Adit langsung menarik tangan gadis itu dan Dita hanya menurut menduduki bokong nya dekat adit.


"Kamu mau apa?" tanya Adit yang sudah menaruh nasi di piring Dita.

__ADS_1


'Apaansih Adit, oh ternyata dia mau jadi rival gue oke siapa takut' tantang Reza dalam hati sembari menatapi tajam ke arah Adit yang sedang mencari perhatian Dita.


__ADS_2