
Vino merogoh saku hoodie nya, mencari obat maag yang sudah dibeli nya. Lalu dia memberikan kepada Fiza. gadis itu menerima nya tanpa mengeluarkan sepatah kata, dia hanya menanggapi hanya senyuman yang melekat indah di sudut bibir.
"Kamu udah makan?" tanyanya sebelum mengeluarkan pesanan makan Fiza, karena di lihatnya tadi sudah ada bibi Sari.
"Belom" Jawab Fiza sambil meletakan kepala nya di dada bidang pemuda di samping nya.
"Makan dulu sebelum minum obat, aku gak mau perut kamu kosong."
"Non Fiza," panggil ART di ambang pintu kamar Fiza,
"Masuk mbak"
Cklek.. Mbak tersebut pun masuk dengan segelas air putih. Baru selangkah Mbak Asisten Rumah Tangga itu diam membatu ketika pandangan nya menangkap cowok asing disamping nona nya.
"Mbak Leni," Entah sudah berapa kali Fiza memanggil, namun wanita itu tidak ada respon. Akhir nya Fiza menarik seragam cosplay ART tersebut.
"Ah iya non" sentak Mbak itu.
"Mbak kenapa lihatin dia?," ucap gadis mungil itu mata nya mengarah ke Vino yang terpampang jelas muka dingin dan datar nya yang sedang menyaksikan interaksi mereka berdua. "Jelek ya," Sambung nya sekena nya. Bergidik geri melihat tatapan wanita yang ada di hadapan nya.
ART itu tersenyum kikuk. Vino yang mengetahui tatapan memelas Fiza, tersenyum miring. Apakah gadis itu sedang menahan cemburu?.
"Maaf permisi non" Dia menaruh gelas di atas nakas. Lalu ART tersebut melenggang pergi karena salah tingkah nya, dia dengan cepat melangkah.
__ADS_1
"Perlu aku suapin?." cakap Vino mode lembut selembut-lembut nya sambil tangan nya membuka paper bag coklat berisi nasgor dan Tteokbokki.
Ya Tuhan suara nya lembut banget selembut sutra, bikin Fiza melayang deh.
Hening
"Nanti aja, mana pembalut nya," ujar Fiza ekspresi datar, mengulurkan tangan nya dan juga senyum yang tertahan sedari tadi.
Vino menatap sekitar tiga paper bag berukuran jumbo di samping nya.
"Sebanyak itu."
Lelaki itu mengangguk tanpa memperdulikan wajah kerutan Fiza.
"Dasar boros," cetus Fiza sembari mengangkat ketiga peper bag jumbo itu.
"Biarin, uang aku"
"Sama aja boros, kan uang nya bisa buat tabung. Atau bisa kumpulin kado buat orang yang tersayang, kalau gini malah buang buang duit," cibir Fiza mendengus sebal.
"'Kan kamu salah satu kesayangan ku" balas Vino datar.
Duh! ucapan Vino… Membuat Fiza melting saja, gadis itu langsung mengalihkan pandangan nya. Ia yakin saat ini wajah nya udah merah semerah kepiting rebus, wajah nya langsung berubah mengigat kata di selipkan pemuda dingin di sebelah nya.
__ADS_1
"Salah satu? siapa salah satu nya." bentak Fiza, Mungkin ini bawaan datang bulan. Jadi so, wajarlah.
"Kamu tenang dulu. Salah satunya itu, Ayah, Bunda, Elvin adikku,-"
"Stop" sela gadis itu tersenyum lebar karena salah tingkah.
"Jadi pake ga,?"
"Jadi." jawab Fiza. Muka nya yang tadi sumringah berganti menjadi masam.
"Kak, janji ya gak akan ninggalin aku," ujar Fiza menatap instens.
"Mmm…" Vino berpikir sejenak.
"Ga bisa janji," Imbuh nya,
"Lho.. Kok gitu?" sungut Fiza.
"Aku gak bisa janji, karena kalau aku ga bisa tepatin. Aku takut kita jauh. Fiza nama kamu akan terus terukir disini!" seru Vino menaruh tangan Vino di dada nya.
Fiza tersenyum terharu akan jawaban cowok itu, tanpa sadar mata nya sudah berkaca-kaca. Vino langsung memeluk gadis mungil itu dan mencium puncak kepalanya, Fiza pun membalas perlakuan hangat kekasih nya itu.
...----------------...
__ADS_1