Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Zeline, Si Anak Menggemaskan


__ADS_3

"Bunda," sapa Fiza. Fiza melepaskan tautan tangannya dan Vino.


"Fiza" Bunda Airin yang tadinya menyiram bunga-bunganya. Menoleh menatap kedua Remaja di belakangnya.


"Assalamu'alaikum Bun" Fiza mencium punggung tangan Bunda Airin dan disambut wanita paruh baya itu dengan senyum ramahnya.


"Walaikumsalam"


"Aku bantu ya bun"


"Eh.. Tidak usah" cegah Airin ketika Fiza sudah mau mengambil alih Gembor atau penyiram tanaman, wadah berbentuk seperti cerek memiliki pegangan dan corong itu dari tangannya.


Fiza mengedarkan pandangannya. Mencari anak kecil yang biasanya bersama Bunda Airin, tapi kini Elvin tidak ada samping bundanya.


"El mana bun?," tanyanya.


"Elvin lagi ini ditaman belakang, main sama Zeline."


"Yaudah bun, aku semperin dulu" ucapnya antusias. Segera Fiza ke taman belakang, antusias karena di sana ada Zeline. Si gadis kecil yang sangat menggemaskan, dan dia sangat menyukai gadis itu. Bunda Airin dan Vino sampai menggeleng kepala, pasalnya Fiza berlari dengan semangatnya, layaknya lomba lari maraton.


"Yaudah, aku ganti baju dulu ya bun."


"Iya nak!"


"Hey Kalian main apa?" panggil Fiza di belakang El dan Zel.


"Kak Fiza," ucap keduanya setelah melihat perempuan cantik menghampiri mereka yang asik sibuk dengan aktivitas masing-masin. Yaitu Elvin bermain mobil dan Zeline menggendong boneka Teddy bear yang memegang erat boneka itu. Sembari berhamburan di pelukan Fiza yang kini berjongkok, menyamai tubuh kedua anak kecil itu.


"Kalian jangan erat-erat dong peluknya. Sesak nih!" ucap Fiza mencebikan bibir bawahnya.


"Hehe… Kamu sih El" tutur Zeline menuduh.


"Ko Aku?," tanya El polos. Anak itu mengerjapkan mata bulatnya berulang kali menatap jengkel Zeline. "Kamu Zel" sambungnya menatap jengket teman sebayanya itu.


"Kamu El!"


"Kamu!"


"Kamu!"


"Kam-,"

__ADS_1


"Eh eh ini kok pada ribut sih," sela Fiza melerai keduanya yang saat ini beradu mulut, saling mencibir satu sama lain. Merangkul pundak Elvin dan Zeline. Hadeh… Fiza kesini mau bermain bersama anak dua tersebut.. Eh malah berantem kek Tom and jerry, hanya masalah kecil, di besar-besarkan. Sampai pusing Fiza.


"Ia nih kak, dasar El jelek!" decak Zeline seraya memaki Elvin.


"Kamu yang jelek!" Elvin balik meledek Zeline tak mau kalau dengan gadis kecil di sebelahnya itu.


"Kakak pergi nih! kalau kalian ribut terus," ucap Fiza lirih sabar sabar. Fiza harus mensugerti dirinya menghadapi dua anak, walaupun hatinya merasa jengkel dan jengah.


"JANGAN!"


"Yaudah jangan berantem adik cantik dan ganteng, sekarang ayo kalian baikan ya!"


"Ga mau!"


"El" hardik Fiza menatap Elvin dengan sorot mata memicing tajam ke arah Elvin.


"Iya-iya, aku minta maap Zel"


Zeline tersenyum lebar membuat mata bulatnya melengkung. Anak lima tahun itu merasa menang, karena dirasa Fiza memihaknya. "Kak Fiza.. main boneka baleng Zel yuk"


"Kali ga boleh!, kak Fiza mau nemenin aku main mobil-mobilan."


"Dihh kamu lebay. Siapa bilang perempuan gak main mobilan, banyak kok" sangkal Elvin.


"Kak Fiza, maukan main boneka baleng Zeline" ujarnya membujuk tak menghiraukan perkataan anak laki-laki itu. Menggunakan puppy eyesnya terlihat lucu, padahal tak mengeluarkan jurus itu pun Zeline terlihat sangat menggemaskan.


"EKHEM..!" Vino tersenyum tipis menatap sang kekasih dan sedang meributkan Fiza, di tengah gadis yang kini kebingungan.


"Tuh udah ada akak Vino, kak Vino 'kan laki. Jadi kamu main sana sama kak Vino. Kak Vin sini!." ujar Zeline sembari melambaikan tangan kecilnya itu, menyuruh Vino yang kini menduduki kursi besi taman itu.


Vino menggeleng melihat Elvin dan Zeline. Vino menghampiri mereka bertiga, mendekat bermaksud menolong sekaligus membawa pergi Fiza dari tengah-tengah kedua anak menggemaskan itu.


"Kamu saja yang sama kak Vin. Aku nggak mau," ucap ketus Elvin.


"Kamu aja El"


"Ada syaratnya"


"Apa tuh?"


"Coba kamu bilang R"

__ADS_1


"El,"


"Itu sih nama aku, Coba bilang"


"I"


"Cik, anak kecil nggak bisa omong R, berarti aku yang menang. Kak Fiza sama aku, wlee"


"El, sekali lagi kamu bilang gitu. Kakak sleding kamu" hardik Vino menatap tajam adiknya.


"Ampun kak"


"Huaaa… El jahat. Kalau El nggak mau temenan sama Zel, yaudah kita jangan temanan. Tapi jangan ngehina Zel gitu dong... hiks.. hiks... hiks," Tangis Zeline sangat menyayat hati.


"Cup cup Zel jangan nangis. Kan El cuma bercanda!" bujuk Fiza menyeka air mata yang mengalir di pelepuk mata Zeline, sambil menyeka ingus Zaline yang mulai mengalir


"Iya Zel. El minta maaf,"


"El jelek jahat!"


"Iya iya El jelek, kamu jangan nangis ya. Nanti cantiknya ilang lhoh Zel" Sekarang Elvin sudah mendekatkan diri kepada temannya itu, menggantikan posisi Fiza di samping Zeline.


Zeline beransung-ansung- angsung memberhentikan tangisnya dan bergantikan tersenyum lebar di wajah mungilnya. "Benelan El, Zeline cantik"


"Beneran Zeline ku. Udah ya jangan nangis" Elvin tersenyum mengulurkan tangannya mengusap air mata gadis kecil itu, lalu membantu Zeline berdiri dan memeluk gadis di hadapannya.


"Mereka lucu ya," tutur Vino menatap wajah gadis di sampingnya.


"Iya" ucap Fiza tersenyum menatap anak dua itu.


"Kita berasa satu keluarga tau!" bisik Vino menaik turunkan alisnya sembari tersenyum mautnya yang membuat Fiza dag dig dug ser…


Namun Fiza segera menyingkirkan debaran itu.


"Gak lucu!" ketus Fiza mengalihkan pandangan. Menabok tangan Vino. Memutar bola matanya jengah.


"Apanya gak lucu kak?" tanya Zeline penasaran. Aduh jangan sampai Zeline mendengar bercandaan pemuda itu bisa-bisa jiwa polosnya menularkan ke dirinya, pikirnya.


"Gapapa kok sayang" tutur Fiza menyengir memperlihatkan deretan gigi putih, sembari melirik sejenak cowok di sampingnya cemberut, sementara dirinya menatap kedua anak di hadapannya cekikikan sesekali melirik Vino.


...******...

__ADS_1


__ADS_2