
"Papah" kaget Fiza. pasal nya papa marcel dan mama kania sedang berdiri santai seraya mengobrol bersama ayah Baskara yang siap menyeret koper dan bunda Airin. Serta di samping nya ada Reza yang lagi tersenyum smirk melihat tangan Fiza dan Vino saling bertautan, reflek menarik tangan nya tapi di tahan oleh Vino.
-
Setelah Fiza sampai di rumah muka nya terus di tekuk, Reza menghampiri gadis itu, menoyor bibir manyun itu.
"Lo hutang penjelasan sama gue" ujar Reza sambil menaik turunkan kedua alis nya.
"Penjelasan?," tanya Fiza gagap berpura-pura tidak mengetahui nya "Penjelasan apa?" lanjut nya.
"Kamu ga tau, atau pura-pura gak tau,"
"Iya iya" ujar Fiza memelas "Kemarin.." cakap Fiza memulai bercerita. "Vino ngajak gue ke taman bunga, dan di situ dia nembak gue. Gue ga langsung jawab, ga nyangka Vino masih suka sama gue walaupun pernah gue tolak, dia ga sakit hati dan terus…" ujar Fiza menarik napas nya sambil tersenyum tipis mengigat bagaimana perjuangan Vino mendapatkan nya.
__ADS_1
"Sudah ku duga" gumam Reza.
Fiza beranjak dari duduk nya, menaiki tangga bermaksud menuju kamar berdominan biru dongker peach, di ikuti oleh Reza di belakang nya, Gadis itu berjalan tidak menghiraukan Reza yang mengikut.
Fiza menghempaskan tubuh nya di ranjang king size milik nya, Fiza menatap langit kamar nya yang bercat putih, bibir terus saja mengerucut. Sementara Reza mengekori Fiza, diambang pintu seraya memandang adik nya.
"Udah gak usah manyun gitu, jelek tau" ujar Reza menghampiri Fiza dan duduk di sudut kiri tepat samping Fiza.
Fiza mengalihkan atensi nya pada abang nya yang kini tersenyum tampan menatap nya. Fiza mengubah posisi nya menjadi terduduk, tatapan tajam itu melayang pada Reza tersenyum genit kepada nya, bukan nya takut kena amukan Fiza. Reza dengan santai meneruskan senyum alay yang melekat di bibir tipis itu, sembari menarik punggung Fiza posesif.
"Ihk najis," maki Fiza langsung melepaskan diri dalam dekapan Reza. sementara pemuda itu dengan susah payah nya di menahan gelak.
"Kenapa?, emang benar 'kan…" gerutu nya nyengir sembari membenarkan rambut nya menggunakan Hair Comb menyisir segala sudut.
__ADS_1
Fiza tertawa terbahak bahak melihat sikap yang sok manis kakak nya yang satu ini kepedean nya terlalu tinggi, Reza pun juga akhir ikut tertawa geli menyadari pede nya setinggi langit.
"Gitu dong," ucap Reza terkekeh. "Senyum itu adalah ibadah, dan ibadah artinya membahagiakan. Kalau lo terus senyum dapet pahala," kata Reza bijak bermonolog.
"Cih.. abang gue pintar juga ya, nyusun kata kata mutiara"
"Lo baru tau, gue pinter. Ck lo kemana aja, nggak tau apa di kelas gue selalu dapet peringkat"
"Dih dipuji malah narsis," cibir Fiza. "Udah lo keluar, gue mau istirahat" imbuh nya.
"Siap tuan putri, jangan lupa turun makan malam" ujar Reza mengigatkan. Mengacak rambut gadis itu lalu segera melenggang meninggalkan kamar Fiza.
Pemuda itu ikut senang dapat menghibur gadis berlesung itu, dia juga bahagia kalau orang yang di sayangi nya bahagia.
__ADS_1
......................