
Meja makan ini terdiri dari 8 kursi, Reza yang duduk di kursi utama sebelah kiri, dekat kursi yang diduduki Reza Vino. Terus bersebrangan ada Adit dan Dita. Mita duduk yang di ujung bareng Nadia di dekat Dita dan di dekat Vino??.
"Mita, pindah gih" Perintah Fiza. gadis itu tidak mau duduk berseblahan dengan manusia ice itu, dia tidak nyaman. Pikirnya karena kalau dia terus-menurus berdekatan dengan pemuda itu, tak henti-hentinya jantung nya berdebar apa lagi mengingat Vino kini menyukainya.
"Lo disitu aja, disini gue lebih nyaman"
"Mita," Rengek Fiza.
"Duduk aja, ribet amat sih." ketus Mita. gadis itu mulai menuangkan nasi dan lauk ke dalam piring.
"Yaudah deh" Fiza hendak di kursi utama kanan kini mengurungkan niatnya karena Reza memotong.
"Eh, lo mau kemana?"
"Mau duduk situ" Fiza menunjuk kursi arah berlawanan dengan kursi Reza tanpa melihat kursi yang hendak ia duduki.
"Lo ga lihat, tuh ada kresek sembako"
__ADS_1
"Kok disini bukannya bi Sari di dapur," Sahut Fiza.
"Kulkas udah penuh" Dengan nada Reza membalas. "Lagian ini Snack Fiza, masa snack gue taruh dapur" imbuh nya.
"Pindahin bang gue mau duduk, noh ruang tamu masih luas kan"
"Lo pikir gue bego apa, nanti yang ada snack gue, di makan semua ama gino. Hush… Lo jan banyak tanya, duduk aja" Imbuhnya lagi. Yang di sebut-sebut namanya malah santai seakan tak mendengar.
"Ck"
Sedangkan Vino yang notabene nya yang cuek pada keadaan hanya diam mengamati perdebatan antar kakak beradik di hadapannya. Dia tahu Fiza ingin menghidarinya tapi tetap saja dia menunjukkan sifat tidak pedulinya, beda dengan hal gadis itu menerimanya ia akan berubah cuma bersama gadis yang di sukai nya.
"Ini neng Fiza milkshake strawberry" ujar Bi Sari menaruh nampan yang berisi Roti bakar dan milkshake Wanita berumur 40-tahunan salah satu ART di rumah bak istana ini. Lebih tepatnya ia yang paling tertua diantara pekerja disini dan yang paling dekat dengan Fiza dan Reza sesudah orang tua mereka.
"Makasih bi." Fiza tersenyum.
"Guys gue balik dulu ya."
__ADS_1
"Cepat amat Vin," Sahut Reza.
"Nganterin nyokap," Jawab Vino singkat, jelas, dan padat dan di jawab anggukan oleh sahabatnya, Fiza dan kawan-kawan. Dengan langkah cool nya dia berjalan menuju motor sportnya yang terparkir di garasi depan dekat pos satpam.
Semenjak pergi nya Vino, Fiza memilih kembali ke kamar sambil membawa gelas nya. Mita yang melihat gadis itu murung sembari menaiki anak tangga menyusul sahabat nya itu.
"Lo kenapa,?"
"Gapapa" Jawab Fiza.
Mita menghela nafas terlebih dahulu, melihat perubahan Fiza semenjak Vino beranjak dia sedikit linglung tentang perasaan sahabatnya.
"Ikuti kata hati lo"
"Maksud lo?"
"Yee, pikir aja sendiri Masa gak peka," Sengaja Mita mau main tebak-tebakan nih yee. "Udah ah pipis dulu" Imbunya.
__ADS_1
'Maksudnya apa sih' gumam Fiza dalam hati.