Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Wish On The Twinkling Stars


__ADS_3

Vino tidak menanggapi, melainkan dia langsung menarik pergelangan tangan Fiza, menduduki gazebo, karena menurutnya gazebo adalah tempat yang bagus untuk melihat bintang kerlap-kerlip.


"Kamu ngapain ngajak aku tempat sepi kayak gini"


"Emang kamu ga kangen sama aku,"


"Nggak," sahut nya jutek. Sekarang Fiza marah pura pura 'ya!.


Siapa suruh tadi ngagetin Fiza dan bikin gadis tersebut reflek panik, sekarang gantian Fiza berbicara ketus plus jutek, fikir gadis itu.


Fiza memalingkan wajah cantiknya kesamping ber-akting ngambek cantik ceritanya nih, dia mengerucutkan bibir nya.


"Oh, Yasudahh kalau gitu aku pulang," ucap Vino santai menyilakan tangannya kedepan dada, tak mau kalah dari Fiza pemuda itu juga sok mengambek memutar badan kebelakang, ingat hanya pura-pura ingin meninggalkan gadis itu. "Oke, aku pergi" pria tersebut melangkah hanya satu langkah.... Dua langkah.


Fiza terkejut, tenyata beneran cowok itu ingin meninggalkan nya sendiri, ia langsung bangkit secepat kilat memeluk pinggang bidang itu.


"Jangan!," seru Fiza menahan tubuh kekasih nya.


Diam diam pemuda itu mengangkat sudut bibir membentuk sebuah senyum lebar nan tampan. Rasanya ia ingin tertawa melihat wajah polos dan kekanakan Fiza.


"Kata kamu enggak kanget, ngapain ditahan." gerutu Vino dingin dan datar.


'Gagal deh, gue berakting pura-pura ngambek,' ucapnya dalam hati sambil tak henti - henti nya memanyungkan bibir, merasa sebal dengan beruang kutubnya, selalu bisa.

__ADS_1


"Iya-iya aku ngalah, aku KENGEN!.....banget sama kamu," seru Fiza menekan kata di akhir bagian depan tiga kalimat.


Vino membalikan tubuhnya, menempelkan kepala nya kepada kepala Fiza sampai hidung mereka saling bersentuhan.


Sedangkan gadis itu terus menunjukan tampang manyunan untuk menutupi senyum termanis.


"Aku juga kok kangen banget, dua hari tiga malam berasa nggak ketemu setahun yak,"


Fiza munggut munggut polos setuju.


Vino melepas tautan, dan tertawa terbahak - bahak, menatap mata bulat nan indah itu, sampai-sampai membuat wanita kecil dihadapan nya heran.


"Kenapa?," tanyanya mengaruk kepalanya tak gatal.


"Nggak," jawab nya masih di iringi sisa tawa yang mengecil. Lalu kedua tangan nya menengadah mencubit kedua pipi gadisnya seraya berkata "Gemesss banget sihh," imbuh.


"Duh sakit 'ya, sorry,"


"Hem" Gadis itu segera memeluk Vino menutup wajahnya dibahu Vino.


Vino membalas pelukan hangat gadis kesayangannya itu. Memeluk lama Fiza, melepaskan rasa rindu keduanya, mereka terduduk sambil menengadah memandang langit malam yang memenuhi bintang yang cerah, secerah wajah Fiza yang kini menampakan senyum indah hangga mata membentuk bulan sabit di tambah lesung pipi.


Vino mengalihkan pandang kepada Fiza, rambut gerainya berterbangan akibat angin yang menerpa wajah gadis tersebut, Vino mengulurkan tangan nya, menyipitkan ke telinga Fiza.

__ADS_1


"Langit malam indah ya,"


"Iya," sahutnya sama sekali tak mengalihkan atensi nya menatap langit yang dipenuhi bintang kerlap-kerlip. "Ehh.. ada bintang jatoh tuh" Fiza sesegera mungkin menutup matanya, konon kata orang kalau ada bintang yang jatuh itu bisa mengabulkan permintaan karena itu ia gampang mempercayainya. Sambil melipat jari-jemari, Fiza membuat harapan.


"Mana" Vino hanya melihat bintang itu terjatuh, dia hanya tidak tahu arah bintang nya terjatuh. Ia melihat sesekali gadis mungil itu mengamati lentik mata gadis disamping. Jujur dia sendiri tidak meyakini jika bintang bisa mengabulkan harapan. Itu hanya mitos, bantahan dalam hati Vino.


Fiza sudah membuat harapan untuk orang terdekat nya termasuk Vino dan keluarganya. ia membuka mata menatap lurus.


"Kamu minta apa?," tanya Vino menanyakan keinginan gadis itu, ketika menatap wajah sumringah yang ditunjukan gadis cantik itu.


"Ada deh, kamu bisa kepo juga 'ya" kata Fiza cibir pada pria tampan itu. Vino terkekeh mendengar ucapan itu.


Kepo? enggak tuh, Vino hanya bertanya, fikirnya.


Brakkk!. Dari kejauhan terdengar suara pot jatuh, membuat dua sejoli itu terkejut.


"Aduh," Suara Dita menjerit, menutup mulutnya dengan kedua tangan sambil membolakan mata, menatap kedua sahabat nya sembari tersenyum kikuk


"Dita" gumam Mita menggeleng kepala.


Terdengar jelas jeritan sahabatnya yang sedang mengintip dibalik tembok samping. Fiza ingin menghampiri mereka namun tangannya berhasil dicegat Vino, Fiza yang menatap jengkel pemuda itu, bukannya takut Fiza ngambek, pria tersebut malah membalas tatapan santai.


Hem.....Hanya ada dua tersangka siapa lagi kalau bukan Reza dan David ini pasti mereka nih, dan... Vino hanya terlihat santai dan biasa-biasa saja kepergok, ada-ada saja. Bukannya Fiza ingin backstreet tapi gadis tersebut menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu hubungan nya dengan Vino.

__ADS_1


"Kalian," Suara Fiza setelah cukup lama tertegun dengan mata membelalak lebar. Aduh, saking bahagia nya gadis tersebut melupakan bahwa saat ini dia dirumah Mita dan empat orang termasuk tuan rumah dihadapan nya entah kapan mereka tahu tentang ini.


Entah datang dari mana Vino dan Fiza sudah ada dihadapan para teman-temannya, semua mengarah ke Fiza dan Vino.


__ADS_2