
...Satu tahun kemudian…...
Malam kelulusan. Vino sudah siap dengan setelan jas navy, terduduk di sofa sedang menunggu Fiza keluar dari kamar nya sembari mengobrol bersama papa Marcel di ruang tengah.
Tidak lama kemudian gadis yang di tunggu-tunggu datang juga, dengan percaya diri Fiza berdehem mengambil alih tatapan tatapan papa, dan dua pemuda seangkatan itu.
Fiza keluar dengan percaya diri memakai drees selutut lengan panjang warna navy sangat cocok untuk kulit putih alami, makeup tipis, tas selempang, dan jangan lupakan high heels dengan tali pita bertengger di kakinya. Tatapan Vino tidak luput dari makhluk cantik di depan nya bahkan berkedip pun pemuda itu tidak mau takut-takut didepannya hanyalah bunga tidur nya saja.
"WOW! Kalian janjian?, couple gitu bajunya" sentak Reza mengagetkan papa Marcel dan Vino di samping nya.
"Apaansih bang!" dengus Fiza kesal.
"Kamu bisa nggak sih, gak usah ngagetin papa, kamu tahu 'kan papa kamu ini punya penyakit jantung, kamu mau papa mati!" Refleks, papa Marcel langsung menjewer kuping Reza, sehingga membuat Reza merintih kesakitan.
"Oh ya lupa pah, maaf. Reza nggak mau papa mati…!, aku masih mau bahagiain papa"
"Owh iya lupa pah, maaf. Reza nggak mau papa mati. ya makanya jangan buat papa sampai anfal!" cibir papa Marcel seraya jengkel. sembari melepas jeweran nya pada Reza.
"Maaf pa" pinta nya merengek.
"Yaudah sana kalian berangkat, ingat jangan pulang terlalu malam,"
"Maafin ya," sahut Reza kembali merengek.
"Iya-iya papa maafin, cepat berangkat jangan pulang malam!"
"Iya pah, Fiza sama kak Vino pamit." pamit nya mencium punggung tangan papa Marcel, diikuti Vino dan Reza.
****
Suasana aula Wilson, sudah banyak siswa-siswi seangkatan berlalu lalang berdatangan serta ada juga yang membawa minuman. Ini adalah hari kelulusan kelas 12. Semua anak murid, ralat, mantan murid tepuk tangan setelah menyaksikan penyanyi, sekaligus alumni Wilson
"Ayo Vin!"
"Kakak mau temenin Reza, kamu tunggu disini, jangan kemana-mana"
Tanpa bertanya, Fiza mengangguk menyetujui. Vino berdiri merapikan setelan nya, lalu naik ke panggung bersama Reza.
*Oh, mungkin inikah cinta pandangan yang
Pertama? (Yang pertama)
Kar'na apa yang kurasa ini tak biasa
__ADS_1
Jika benar ini cinta mulai dari mana (Dari mana?)
Oh, dari mana?
Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta
Ku melihat, melihat ada bayangnya
Dari mata kau buatku jatuh
Jatuh terus, jatuh ke hati (Jatuh ke hati)*
*Jantung pun bergetar
Saat engkau ada di dekatku
Mungkinkah diriku
Telah jatuh cinta pada dirimu wo
Sebisa diriku
Mencoba untuk melupakanmu
Kau pun slalu ada dalam hatiku*
*Aku tak mudah mencintai
Tak mudah bilang cinta
Tapi mengapa kini denganmu
Aku jatuh cinta
Tuhan tolong dengarkan ku
Beri aku dia
Tapi jika belum jodoh
Aku bisa apa*
Jaz - Dari Mata
__ADS_1
Vagetoz - Kehadiranmu
Devano Danendra - Menyimpan Rasa
Paduan nyanyian yang menyayat hati, menyatakan dan mewakili isi hatinya saat ini. Reza meletakkan gitar di stand nya, ia menuruni panggung, berjalan ke arah dimana seorang gadis bertepuk tangan, berdiri dan berniat pulang karena acara sudah selesai. Akan tetapi langkah gadis itu terhenti ketika tangan Reza dengan cepat menarik tangan nya.
"Mau kemana Ta?"
"Pulang!" jawab nya singkat, padat, dan jelas.
"Ya padahal gue mau nyatain sesuatu"
"Nyatain apa?" tanya Mita seraya menoleh menghadap Reza.
Perlahan Reza meraih tangan Mita, serta tak luput menatap intens gadis dihadapan nya.
"Sasmita, Will you be my girlfriend." ungkap nya mantap.
"Terima… Terima… Terima,"
'Reza nembak gue, ahhh.. Mimpi apa gue semalam!' dalam hati Mita, dia tidak menyangka bahwa pemuda yang di sukainya selama ini juga menyimpan perasaan yang sama dengan nya. Sempat dia berpikir, cinta nya kepada Reza itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan.
"Apa alasan lo suka sama gue, sedangkan gue hanya gadis bar-"
"Shuttt, nggak alasan buat gue jatuh cinta sama lo!"
Dengan ragu, Mita mengangguk pertanda "iya" dan karena itu mampu mengembangkan senyum manis Reza. Reza segera menarik gadis yang baru saja resmi menjadi kekasih nya itu, dalam dekapannya.
"Makasih makasih makasih"
"Ish…jangan seperti itu, malu." gumam Mita seraya bersembunyi dalam pelukan Reza.
"MALU GUYS!" teriak Reza dan membuat riuh sekitaran, itu semakin memper-erat pelukan Mita.
Cih..
"Aku baper." Gino melingkarkan tangan nya di leher Stella samping seraya menatap pasangan yang baru saja resmi berpacaran.
"Ish, apaansih" Sungutnya, tapi dia juga tidak menolak perlakuan Gino kepadanya.
Sementara Fiza dan Vino juga ikut bahagia melihat sahabat nya.
......................
__ADS_1