
Setelah mendengar penjelasan dari Vino. Amarah Marcel langsung bergemuruh. Dia tak menyangka anaknya yang terkenal kekanak- kanakan di keluarganya, di antara Renata dan Reza. Buktinya, gadis itu juga mempunyai sifat jahil. Marcel malu anaknya sudah kelewat batas, sangat malu. Apalagi cowok yang berstatus pacar anaknya ini adalah anak dari teman sekaligus partner kerjanya dan juga dia adalah pemilik salah satu sekolah internasional di kota ini. Kalau temannya tahu bahwa anaknya sudah dikerjai oleh Fiza, dia yakin pasti Baskara marah setelah tahu Vino di permainkan.
"Kali ini kamu benar-benar keterlaluan Fiza!," umpat Marcel, mata hazelnya mengarah pada Fiza tajam.
Fiza tidak dapat menatap mata papanya. Gadis itu hanya menunduk ketakutan karena papanya menunjukan kemarahan sekaligus kecewa atas kelakuannya yang semena-mena. "Maaf" katanya lirih hanya itu yang bisa dikatakannya, memang apa lagi. Dia masih belum enggang mendogakkan kepala. Gadis itu menitikkan setetes benih cair yang keluar dari kelopak mata.
Tiba-tiba Kania masuk, dia sudah tahu persoalan Vino dan Fiza. Wanita itu langsung menyambar menduduki sofa samping anaknya yang menunduk dan menangis akibat gertakan suaminya.
Tadi Vino sudah membela Fiza dengan mengatakan, bahwa ia baik-baik saja. Tapi itu tidak mengurangi amarah papa Marcel yang terlihat kesal pada anak bungsunya. Kalau saja bukan papa gadisnya yang memarahi gadis kesayangannya, sudah dipasti Vino berani maju membela gadisnya, biar dia lempar orang itu ke sungai Amazon.
"Mas, udah dong. Anak kita jangan dibentak terus, kasihan Fiza kamu nggak lihat ini!," ucapnya mengeluskan punggung Fiza lembut, menatap anaknya iba.
"Mah, dia sudah kelewatan"
"Iya. Mama tau, tapi papa nggak usah marahin dia sampai segitunya. Mama tidak suka." sangkah Kania berdiri membela anaknya. Menatap balik suaminya, tak kalah kesal. "Papa tahu, dulu juga papa kayak Fiza. kekanak-kanakan, sering menjahili orang, apa papa sudah tidak ingat. Mama juga dulu menjadi taruhan, sifat papa itu turun ke Fiza anak kita," tutur mama Kania sinis dan jelas. Membuat papa Marcel membungkam menutup mulutnya rapat-rapat. Mendengarkan ocehan istrinya panjang kali lebar membuatnya mengenang masa lalu, masa mudanya dulu. Bahkan kelakuannya lebih beradab dari apa yang di lakukan Fiza.
__ADS_1
Sementara sembilan anak muda yang melihat perdebatan papa Marcel dan mama Kania hanya diam tidak berkutik. Reza Mendengar setiap kata mama Kania ingin tertawa melihat muka papanya yang lucu, menciut di marahi oleh istrinya.
Memang benar kata Gino. Perempuan selalu benar dari pada lelaki, kalau sudah cinta. Lelaki rela dimaki oleh para wanitanya. Begitulah pikiran gersek sosok Reza Dermawansa.
Reza mengeleng melihat kedua orang tuanya yang kini berseteru, pandangannya tertuju pada papanya yang perlahan berdiri di hadapannya mama Kania, sedangkan mama Kania hanya bersekedap dada dan menatap lurus, sebal dengan suaminya. papa berjongkok seraya terus meminta maaf kepada istrinya yang sedang mencebikan bibirnya lebih tepatnya merajuk.
"Kok mama sama papa malah berantem sih" gerutu Reza dan langsung mendapatkan pukulan di lengan dari Mita berdiri di sampingnya.
"DIAM KAMU…!" sahut Marcel dan Kania berbareng. Tersadar kalau disini masih ada kawan-kawan anaknya. Keduanya malu.
"Setuju!," sontak Gino sedikit berteriak mengatakan hal itu semangat. Pasalnya dia sudah lama tak bertemu oleh tante David yang super cantik paripurna di matanya dengan balutan hijabnya. Yah meski masih cantikan Stella dan mantan-mantannya.
"Gino," pekik Nadia. Gino hanya menanggapi kekehan.
****
__ADS_1
"Assalamu'alaikum tante" ucapnya salam.
"Walaikumsalam," ucap ibu panti tak lain adalah tante David adik dari ayahnya. Tante Anna. Wanita paruh baya memakai gemis turun, serta anak-anak yang ikut menyambut mereka bersembilan. "Tumben kalian kesini ada apa nak. Kenalin dong sama tante pacar kalian." Tante Anna mengeliat belakang sudah ada empat gadis cantik mematung menatap tante Anna.
Fiza, Nadia, Mita, dan Dita langsung maju kedepan sambil tersenyum lembut menatap wanita tua yang masih terlihat muda itu, lalu menyalimi tante Anna sopan.
"Hallo, tante saya Fiza. Ini teman saya Mita, Nadia, Dita"
"Cantik pacar siapa?" tanya tante Anna menggoda.
"VINO TANTE" ucap teriak Gino dan berhasil mendapatkan toyoran dari sang empu nama.
"Oh iya tante, kita bawa oleh-oleh untuk adik- adik semua" Reza menunjuk mobil truk yang berhenti tepat di belakang mereka.
"Wahh, terima kasih ya" Tante Anna tersentak kaget melihat mobil box besar dan banyak boneka di sana. Dia yang melihat langsung terharu, baru kali ini seumur hidup adik-adik disini mendapatkan banyak hadiah. Dan juga apa ini? Fiza dan sahabat juga membawakan buah tangan sebagai bentuk silahturahmi.
__ADS_1
...----------------...