Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Ajakan BBQ


__ADS_3

"Aril," panggil Mita tak menyangka pria sahabatnya dulu kini di depan mata.


"Lo ngapain disini?," tanya Reza dengan keadaan emosi. Dia langsung menuruni motor nya cepat, menghampiri Aril dan...


Bugh!


Reza meninju perut dan bibir Aril, hingga pria tersebut jatuh tersungkur ke tanah, hingga membekas luka lembab karena Reza memukul nya sampai tiga kali.


Mita mengikuti Reza turun berniat menghalangi Reza menghampirinya, terlihat dari sorot mata tajam menatap Aril emosi. Namun terlambat pemuda itu sudah memukuli Aril.


"Reza" Mita yang di belakang Reza langsung memeluk nya dari belakang "Reza udah" imbuh nya khawatir.


"Ada apa ini!?," tanya Aril lemah plus bingung, pasal nya selama ini dia tak ada masalah dengan Reza. tangan nya bergerak menyentuh bibir nya yang sedikit sobek akibat serangan mendadak itu.


"Lu bilang ada apa," gumam Reza "Mikir dong, apa kesalahan lo!.....Kesalahan lo itu besar, lo udah ninggalin Fiza tanpa kabar. Dan adik gue sampai kecelakaan dia amnesia permanen, gara-gara lo" jelas sekaligus bentakan Reza.


Apa amnesia secara permanen??? Aril terdiam tak menyangka ternyata itu penyebab Fiza tak mengenali nya.


"Maksud lo Fiza.." ujar Aril tak melanjutkan kata katanya.


"Iya dan itu semua gara-gara lo" cibir Reza memelangkan suara nya.


"Za sumpah, gue ga tau kejadian dulu sampai buat Fiza, semenderita ini,"


"Bacot lo," serkas Reza. Dia langsung menarik tangan Mita dan membiarkan motor nya diluar, nanti juga satpam memasukannya dihalaman rumah.


Supir taksi keluar, segera membantu Aril yang kini menduduk dan menatap punggung Reza dan Mita dengan lirih.


"Den, tidak apa-apa"


Aril munggut-manggut, supir pun membantu nya berdiri dengan mamapah Aril.

__ADS_1


Reza berjalan dengan keadaan napas memburu, dia masih marah dengan pria yang baru saja ditemui nya. Akan tetapi ada Mita disamping nya yang berusaha membuat tenang.


"Nih minum,"


"Makasih,"


"Lo jangan emosi lagi," kata Mita tersenyum, memegang pundak Reza yang kini merilekskan diri. Reza menggenggam tangan gadis itu sambil menatap dalam Mita.


"Maaf,"


"Lain kali jangan kayak gitu, gue khawatir tau gak,"


"Khawatir? khawatir sama siapa?"


"Sama Aril," ucap nya dengan senyum jahil.


"Cihh..pria itu," ucap nya ketus.


"Makasih, makasih lo udah mau jadi sahabat gue, makasih lo udah mau ada disamping gue"


Mita kembali merasakan hal aneh itu, dia mencoba menepis nya dengan mengalihkan topik "O ya gue lupa, kita 'kan disuruh Vino, nganterin Fiza,"


"Astaga, saking emosinya gue"


"Elu sih," Dia menjitak kepala Reza keras.


"Ih sadis banget nih cewek, sakit tau" cibir Reza meringis pada bagian kepala yang dijitak Mita.


"Ululu…maaf," Mita pun mengulurkan tangan


nya mengeluskan kepala Reza yang sesekali mengaduh sakit.

__ADS_1


Fiza menuruni tangga, bermaksud ke ruang tengah untuk menghibur diri dengan menonton TV. namun langkah nya terhenti karena ia melihat kedua sejoli di ruang tamu sedang 'uwu-uwuan'. Kayak nya ini bukan waktu yang tepat, pikirnya.


"Ekhem," deheman Fiza tersenyum tipis.


"Fiza.."


"Hai" sapa Fiza. Bahkan dia dengan sengaja dan santai menduduki sofa ditengah-tengah Reza dan Mita


"Lo sejak kapan disitu,"


"Dari tadi,"


"Lo siap-siap sana, kita mau ajak lo jalan" sahut Reza dingin, pemuda itu terlihat malas menanggapi nya, memutar bola mala nya jengah.


Ganggu aja,


"Ngapain,"


Prok...


Mita bertepuk tangan "Gue mau ngajak lo barbequean bareng"


"Tumben barbekyu, ada acara apa?"


"Emang barbekyu pake ada acara," serkas Mita ketus menatap wajah polos Fiza terlihat sedikit menyebalkan.


"Bukan gitu, yaudah ayo dah," kata Fiza menggandeng tangan Mita naik kekamar nya meninggalkan Reza mematung sendiri.


"Lhah gue dicuekin" gumaman nya memandang kedua perempuan itu menaiki tangga.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2