Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Kedua kalinya


__ADS_3

Jam pelajaran telah usai, Fiza memilih pergi ke arah berlawanan dengan temannya yaitu perpustakaan.


Sebenarnya ia lapar, Namun ia berfikir bahwa ia baru mendapatkan predikat pertama di sekolah. Walaupun sekolah ini milik keluarganya, gadis bersurai cokelat itu tidak perlu berbangga diri, tetap saja menjalankan statusnya sebagai seorang pelajar.


Gadis itu berjalan melewati koridor kelas IPS yang dimana Reza duduk sambil memainkan ponselnya.


Reza tersenyum tipis ketika sang adik melewati kelasnya. Seketika terlintas ide di benaknya.


Entah kebetulan Pria itu dan Vino tidak ke kantin kata kedua pemuda itu sedang mager, biasanya David yang menemani Vino di kelas kalau Vino tak lapar. Diantara Vino dan David memang ada sedikit kesamaan sifat mereka sama-sama memiliki tampan cool, Adit mah biasa-biasa saja, beda dengan kedua sahabatnya Reza dan Gino hanya didepan tatapan kagum aja yang membuat mereka cool. Aslinya mah bobrok.


"Emm Vin, ikut gue yuk," Kata Reza sambil mencolek seragam putih itu


"Kemana,?" sahut Vino


"Udah ikut aja," Jawab Reza sembari mengambil kotak makan polos berwarna biru.

__ADS_1


"Buat siapa.?"


"Udah lo gak usah banyak nanya" ujar Reza pemuda itu langsung menarik tangan Vino, sementara Vino sorot tajam kepada sahabatnya, Reza hanya terkekeh sambil melepaskan lilitan tangannya dari tangan manusia salju itu. Lalu jalan bersejajar dengan langkah Vino.


"Eh, Vin gue mau ketoilet nih" ucap Reza pura-pura. Gak apa-apalah sesekali bohongin beruang kutub ini, batin Reza. "Tolong pegangin yaa, atau enggak lo langsung aja kasih Fiza dia ada di perpus," Imbuhnya.


"Tapi..."


"Thank bro, gue gak tahan lagi" Reza langsung berlari ke arah dimana toilet tak jauh dari kelas IPS.


Sesampainya ke perpustakaan Vino mengedarkan pandangan menatap gadis cantik yang tengah membaca buku biologi. Cowok itu menarik nafas kasar lagi, jujur saja berdekatan dengan gadis mungil itu membuat jantungnya berdetak tak karuan.


"Dari kakak lo" Vino mengulurkan tangan yang ada kotak makan di depan gadis yang hendak berdiri itu.


Fiza mendonggak

__ADS_1


"Lo...lo ngagetin aja" kaget Fiza. Gadis itu memegang dadanya. "Untuk kedua kalinya tau nggak" Imbuhnya menatap tajam ke arah Vino.


Flashback on**


Terlihat gadis yang sedang berjalan-jalan memutari kawasan bandara membawa, koper besar sambil menunggu papanya yang kini berada di toilet. Niatnya ingin duduk, Akan tetapi ada mobil yang melaju kencang di hadapannya, gadis munggil itu berteriak


"Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya pemuda tampan itu dengan wajah datar, untung mobilnya sempat direm tadi kalau tidak bisa-bisa pemuda itu...


Gadis itu mengintap di celah jari-jarinya, merasa tubuhnya baik-baik saja. Diapun membuka tangannya agar melihatkan wajah cantik dan ayunya. Seketika yang tadi pemuda itu menunjukkan kepanikan kini ia menatap kagum gadis bersurai cokelat dihadapannya, dan begitupun gadis itu. Dia terus- menerus berdecak dalam hatinya atas ketampanan pemuda berjas abu-abu itu. Tapi gadis itu segera menyingkirkan decakkan itu.


"Lo bisa gak sih hati-hati" Kata gadis itu sembari merapikan ikat rambutnya.


Pemuda itu hanya diam membisu, lalu berlalu meninggalkan gadis yang sedang mengumpat. Toh juga gadis itu tak apa-apa.


"Yee... bukannya minta maaf, malah nyelonong pergi. dasar" Maki gadis munggil itu.

__ADS_1


Flashback off**


__ADS_2