
Esok hari..
Fiza sudah siap dengan peckingan nya, dan sekarang dia sudah turun, dengan menggunakan sweater berwarna baby pink, jeans navy blue atau dongker, rambut nya dibiarkan di gerai, dan jangan lupakan sneakers yang senada dengan sweater nya. Serta tas selempang dan ransel nya dia berikan pada Mama kania.
Dia menuruni tangga dengan jalan gontai, sebenar nya gadis itu paling malas mengikuti perjalanan ini, beda jauh dari ketiga sahabat nya apalagi Dita, gadis itu kemarin sudah uring-uringan menunggu hari ini, beda dengan Nadia dan Mita yang masih kelihatan kalem, namun dalam hari keduanya berbeda.
"Mah kami berangkat dulu ya," ujar Reza dan segera menyalimi Mama nya diikuti oleh Fiza.
"Ya sayang, kalian hati-hati." ujar Mama kania sembari memberikan tas ransel Fiza kepada pak Jordy selaku supir papa Marcel yang akan mengantar kedua remaja itu.
Fiza dan Reza mengangguk "Iya mah." Mereka segera berangkat setelah melambaikan pada mama kania, papa Marcel, dan Renata.
-
Akhir nya mereka berdua sudah sampai di rumah Dita, yang sudah ada Vino cs dan Mita serta Nadia.
__ADS_1
Vino terpengarah melihat Fiza, baru kali ini ia melihat gadis itu bergeraikan rambut nya, biasa nya yang di lihat rambut gadis bersurai coklat itu selalu di kuncir, tapi kini ia menjadi terpesona akan keindahan rambut curly itu.
"Kenapa lu Vin,?" tanya David, pemuda yang di tanya hanyalah tertegun sebentar lalu menggeleng.
"Yaudah yuk, kita berangkat takut kesiangan nih." ujar Dita antusias.
"Eh..tunggu dulu, ada satu lagi ya tunggu bentar"
Selang berapa menit, datanglah Stella dengan tas ransel nya sambil tersenyum simpul
"Stella" pekik Vino cs dan Fiza cs kecuali Gino hanya tersenyum tipis.
"Lo ngapain ngundang dia Gino" pekik Mita.
"Emang napa?" balas Gino sekena nya, santai Gino, walau ia tahu Mita tidak pernah menyukai gadis centil yang berada di hadapannya. "Kenapa sih Mita cantik, kalau keberatan udah sana tidur di rumah." imbuh nya.
__ADS_1
"Udah, biarin dia ikut Mit lagian banyak yang ikut, akan lebih seru" seru Fiza.
"Cik.." decak Mita kesal.
Sementara Stella, gadis itu kini tersenyum kemenangan menghadap ke arah berlawanan dengan Mita.
Mereka bersepuluh akhir nya menaiki mini bus milik ayah Dita dan sudah ada supir yang mengendarai bus itu. para anak muda itu memilih tempat yang ingin di duduki.
"Vino, Vino, Vino…" panggil Stella mengejar dan langsung melingkarkan tangan nya di lengan lelaki itu.
"Hm" jawab pemuda itu dingin tanpa melihat lawan bicara nya.
Sedangkan Fiza, netra nya tak sengaja menatap Vino dan Stella, terus menatap sampai gadis itu merasa jengkel dengan perlakuan manis Stella kepada Vino, namun pemuda itu terus saja cuek. Tapi tetap saja dia tidak suka melihat nya, ia mencoba mengalihkan perhatian nya kepada Dita yang kini bergelayut manja di samping nya.
"Vino" sungut Stella, pasal nya sedari tadi pemuda itu hanya terdiam menanggapi nya.
__ADS_1