Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Perasaan apa ini?


__ADS_3

...*A Month Later*...


Fiza sedang berada di kelas, dan di depan guru mengajar, namun ia tak fokus, ia merasa ada yang menganjal dipikiran nya ia pun tak tahu. Tapi bayangan Pemuda itu selalu menghantui belakangan ini, Iapun teringat ucapan sahabat nya sebulan yang lalu 'Ikuti kata hati lo.' ya, itu adalah ucapan yang di sematkan Mita kapada nya. Akankah dia sudah jatuh hati pada manusia salju itu.?


Jam terus berlalu, sampai akhir nya bel pulang berbunyi untuk semua kelas XI. Beberapa detik kemudian siswa-siswi berhamburan keluar kelas.


"Lo kenapa, tadi gue lihat lo ga fokus gitu Za. Ada masalah?" tanya Nadia, dan di jawab oleh gadis itu dengan menggeleng.


Beberapa menit, the most wanted menghampiri keempat gadis itu.


"Dita, siap pulang.?" tanya Adit. Adit dan Dita sudah seminggu ini kedua nya berpacaran, para sahabat nya pun mengetahui nya dan Reza? dia sudah mengikhlaskan gadis yang pernah mengisi hati nya kepada cs nya Adit, karena ia tahu Dita tidak pernah menyukai nya, dan dia sudah sadar bahwa cinta tak harus memiliki.


Dita mengangguk "Gue duluan ya guys, dah.." Pamit Dita sembari melambaikan tanggan nya dan Adit yang langsung melenggang pergi.

__ADS_1


"Fiza aku anter ya?," kata Vino dengan nada pertanyaan.


Fiza tertegun sejenak sambil menatap kedua netra Vino, lalu berkata "Boleh." jawab Fiza membuat pemuda 17 tahun itu tersenyum tipis, seperti sedang keadaan hipnotis ketika indera keduanya bertemu.


sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang mengarah pada kedua insan itu, Vino hanya bersikap biasa saja, yaitu cuek beda dengan gadis disamping nya. Fiza nampak risih apalagi dia yang di tatap oleh para kaum hawa tajam, sangat tajam sampai gadis itu mengeluarkan keringat.


Semua nya tidak tahu aja, siapa yang di tatap nya tajam setajam silet bahwa gadis itu anak pemilik sekolah, SMA elit ini.


Kendaraan lamborghini milik Vino itu masuk di pekarangan rumah besar berjulang itu, pemuda itu turun membukakan car door untuk gadis selama ini yang mengisi hari-hari nya.


Deg! Deg! Deg!


"Youre welcome." balas Vino dan juga membalas senyuman Fiza dengan senyum tampan nya.

__ADS_1


'Tampan..' gumum Fiza dalam hati terhenyak.


"Yaudah aku masuk" ucapnya sambil menunjuk arah rumah nya setelah tersadar dari tegungan nya.


Vino tersenyum simpul, sementara Fiza sudah melangkah seketika berhenti kala Vino memanggil nya.


"Ada apa?"


"Em.. Kamu jangan lupa istirahat, bersih-bersih, makan teratur, sikat gigi, terus tidur" oceh Vino. seketika membuat rona merah dipipi gadis itu menampakkan semburan nya, gadis itu langsung tertawa terbahak mendengar celoteh manusia salju itu yang tak nampak dingin dari biasa nya.


"Kenapa.?" tanya Vino heran, berhasil membuat tawa Fiza berhenti dan mengusap sudut mata nya yang berair akibat tawa nya yang sangat gelak.


"Gapapa, aneh aja gitu. Manusia dingin udah tak sedingin dulu lagi," ujar Fiza.

__ADS_1


"Aku masih sama kok kek dulu" ucap Vino dingin dan datar.


"Tuhkan kembali ke sikap nya yang semula dingin + datar" sindir gadis berpirang coklat itu cemberut yang membuat pipi nya kembung, pemuda yang ada di hadapan nya gemes melihat Fiza nampak cute seketika mendekat dan tanpa sadar meninggalkan kecupan singkat di pipi kanan gadis itu.


__ADS_2