
Renata sudah menyelesaikan mata kuliah nya. Renata kini melangkah ketempat mobilnya terparkir sempurna.
Sembari memainkan handphone nya dia berjalan, seking tidak fokus pada jalanan ia sampai menabrak seorang pria muda, mungkin mahasiswa juga..
"Sorry, gue nggak sengaja" reflek ia pun langsung berjongkok dan memunguti buku-buku yang berserakan itu.
Pemuda itu berpikir bahwa suara itu tidak asing bagi nya dan juga dia tak asing pada gadis yang di hadapan nya, seketika ia membatu sesaat pria itu mengigat mantan kekasih nya.'Renata'
Gadis itu mendongak bermaksud meminta maaf, namun justru terkejut menatap manik mata tajam di hadapan nya. kedua nya saling pandang, mematung. Menyalurkan kerinduan masing-masing, sudah lebih satu bulan mereka tak bertemu, dan kini pria itu terlihat bahagia melihat wajah yang di rindukan nya begitupun dengan Renata yang sudah berkaca-kaca menahan isek tangis nya sekaligus menahan tubuh nya yang menuntun ingin memeluk tubuh tinggi itu.
"Rena/Juna" Sahut Juna dan Rena bersamaan.
"Maaf permisi" ucap Renata mengusap wajah nya kasar sembari memundurkan tubuh nya dari Juna.
Secepat kilat Pemuda itu mencekal tangan lembut itu. "Ren," panggilnya melirih. "Aku bisa jelasin,"
__ADS_1
"Lepas," seru Renata dingin.
"Rena, aku mohon kamu denger-"
"Apa yang perlu gue denger juna, semua udah jelas" pekik Rena tegas memotong.
"Kamu salah paham Renata"
"Mau salah paham atau nggak gue nggak peduli oke, dan juga aku minta kamu, lupain aku, lupain kenangan kita, dan tolong lepas" ucap berat tapi tegas Renata dengan uraian benih kental di pelepuk mata nya.
"Maaf, semoga kamu bahagia" Kata terakhir Juna sebelum dia menghilang dari pandangan Renata, pemuda itu dengan berat hati langsung melenggang pergi dari parkiran dan menaiki motor nya.
'Mungkin ini jalan terbaik Ren, maaf selama ini aku nggak pantas buat kamu'
'Maafin aku jun, aku percaya sama kamu, tapi kita tak mungkin bersatu kayak dulu lagi' gumam Renata dalam hati menengadah menatap langit biru dengan mata nya yang terus berair setelah itu dia menatap nanar punggung pemuda itu yang semakin menjauh dari parkiran.
__ADS_1
"Ren, are you okay,?" tanya seorang Dosen muda yang tampan bersetelang jas dengan sepatu pantofel nya yang sangat mengkilap. Entah dosen ganteng itu muncul dari mana, Rena tidak tahu.
"I'm okay, Bas"
Bastian tersenyum "Yaudah kita ke mobil aku bantu,"
"Nggak usah, aku bawa mobil"
"Biar asistenku yang bawa"
"Terserah kamu" ucap nya linglung.
"Kamu gapapa,?" tanya nya lagi mengkhawatirkan keadaan Renata yang saat ini pucat pasi "Atau kita mampir dulu ke cafe"
"Aku mau istirahat di rumah aja" sela Renata.
__ADS_1
"Ya sudah" Jawab Bastian mengalungkan tangan perempuan yang di cintai nya sekaligus mahasiswi di tempat dia bekerja keleher nya, lalu menarik pinggang ramping itu memapah gadis itu sampai ke mobil BMW.