Handsome Ice Boy

Handsome Ice Boy
Menunggu Kabar


__ADS_3

"Stella, lo gapapa kan" Pria itu menuntun Stella berdiri sembari memutar tubuh Stella mengecek kanan kiri, atas bawah.


"Apaansih," Dia menghempas kasar tangan Gino, lalu melayangkan tatapan tajam pemuda itu, memutar jengah, merasa jengkel dengan lelaki dihadapan nya. "Lo ngapain kesini?," tanya Stella sedikit membentak. "Ngikutin gue ya lu?" imbuh nya selidik.


Gino nyengir kuda menunjukan deretan gigi nya "Cuma lewat aja"


Gino, Yah itu adalah Gino.


Gino berdiri diambang pintu yang terbuka lebar sembari mengintip interaksi dua gadis itu. sedari tadi dia di kabari oleh Fiza, bahwa Stella terluka dan berada Ruangan ini.


"Lu sana aja, masuk kelas. Bentar lagi bel," ujar Stella, wajah tak bersahabatan dan tak berminat.


"Perhatian banget sih ayang beib" cakap Gino mengedipkan mata nya lucu, dan itu membuat Stella naik pitam, namun tak menghiraukan perkataan pemuda dihadapan nya. "Tapi sayang nya, gue mau disini temenin lo. Oh iya tadi tuh gue kesini bela belain lho…ninggaling fans gue, demi lo," ucap Gino lebar seraya tersenyum tampan.


"Terserah," ucap nya tidak perduli memutar bola mata nya jengah dan memalingkan wajah nya ke sembarang arah.

__ADS_1


-


Gadis berlesung itu memperhatikan penjelasan di depan. Fokus, hanya satu kata dalam kepala nya, walaupun hati nya merasa gusar karena sedari semalam Vino tak pernah menghubungi nya.


Fiza tahu, penerbangan jakarta dan singapura hanya memerlukan waktu satu jam, lima puluh menit atau satu jam, tiga puluh menit dengan jarak 894 km. Fiza tahu itu, dan masa dari siang kemarin Vino sama sekali tak menghubungi nya. 'Kan kesal…


Kringg... Kringg... Kringg


Para murid kelas 11 segera, berbondong-bondong keluar kelas untuk pulang, karena bel sudah berbunyi sekitar lima menit lalu. Termasuk Fiza dan ketga cs nya, mereka berjalan mengarah ke arah UKS untuk mengantarkan tas ransel milik Stella. Bersamaan dengan tiga most wanted itu juga ingin mengembalikan tas Gino, karena pemuda itu benaran tetap stay berada di samping Stella.


"Wush, santuy dong dit"


"Lagian lo kenapa sih, jagain dia?" tanya Reza sekena nya, tanpa memperdulikan tatapan tajam nya Gino.


Fiza melangkah menuju ke hadapan Stella mengembalikan tas gadis itu. Sementara para sahabat nya hanya berdiri diambang pintu, tanpa berniat menyapa Stella.

__ADS_1


"Jadi ngerepotin,"


"Nggak masalah" ujar Fiza tersenyum sembari menaruh tas samping Stella. "Mau gue bantu gak,"


"Ga usah, gue bisa sendiri"


"Yaudah gue pulang dulu, bye." ucap nya melambaikan tangan nya. Sekalian dia pamit kepada Gino, dan David hanya mereka saja yang diam mematung di tempat, pasal nya Reza sudah menunggu Fiza di parkiran, sedangkan sang ketua OSIS Adit dan Dita sudah pulang, dan juga dua cewek itu Mita dan Nadia sempat pamit beberapa detik lalu.


"Gue anter ya," tawar Gino setelah Fiza pergi dan berhasil mengusir David.


"Gak gue gak mau," ketus Stella cuek


Gino menyerah.


Pemuda itu menengadah tangan nya, menangkup tubuh Stella ala Bridal Style yang kini teriak histeris atas kelakuan pria itu.

__ADS_1


"Lo ga mau, tapi gue mau. Gimana dong" bisik Gino tersenyum menatap nya. membuat Stella merasakan getaran tapi perempuan itu segera menepis nya.


__ADS_2