Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Rencana Kenzi


__ADS_3

...Di kamar yang lainnya, di mana Clara sedang mencoba memejamkan matanya namun tak kunjung terpejam, Ia pun beranjak untuk mencari sesuatu yang bisa ia lakukan malam ini. Ia pun keluar kamar, hendak mengambil anggur yang ia kira masih berada di halaman belakang. Pada saat bersamaan Arga pun keluar dari kamarnya. Clara dan Arga menjadi canggung saat mereka tiba-tiba berpapasan di tengah malam begini. Namun Clara cepat mengambil langkah menjauh dan memilih mengabaikan Arga....


...Clara berjalan tanpa memperdulikan Arga yang juga berjalan dibelakangnya. Saat Clara hendak membuka pintu yang terhubung dengan halaman belakang, Arga segera menahannya.....


..."Kau mau kemana?" tanya Arga bingung.....


..."Aku ingin ke halaman belakang!" jawab Clara datar.....


..."Untuk apa kau ingin pergi ke sana? Ini sudah sangat larut!" tegas Arga......


...Clara menatap tajam pada Arga. Tatapan Clara membuat Arga segera melepaskan tangannya yang masih menahan lengan Clara....


..."Apa yang kau butuhkan? Biar aku saja yang mengambilnya" ujar Arga sambil berjalan mendahului Clara dan bergantian memegang gagang pintu....


..."Aku ingin mencari angin segar, Apa kau bisa membawakannya untukku?" tanya Clara menantang......


...Arga pun terdiam.......


..."Kenapa aku begitu mencemaskan dia" batin Arga...


...Melihat Arga yang tidak bisa menjawabnya, Clara pun segera mengambil alih gagang pintu yang sedang Arga pegang. Tapi entah apa yang sedang merasuki Arga hingga iya masih tetap mengikuti Clara....


...Mendengar langkah kaki dibelakangnya, Clara pun berbalik dan seketika membuat Arga kaget....


..."Kau tidak punya kerjaan? Kenapa kau mengikutiku?" tanya Clara heran.....


..."Siapa yang sedang mengikutimu? Aku juga ingin mencari angin segar karena aku tidak bisa tidur" jelas Arga sekenanya padahal ia memang sedang mengikuti Clara karena mencemaskannya.....


...Clara pun tak menjawab, ia kembali berbalik dan mempercepat langkah kakinya menuju kolam di halaman belakang. Sesampainya di sana Clara melihat semuanya sudah bersih. Ia pun hanya bisa menarik nafas pelan, lalu berbalik meninggalkan Arga....


...Sementara itu, Kenzi dan Rose masih berbincang sambil berbaring miring di atas kasur dan bantal yang sama. Rose berbaring membelakangi Kenzie sementara Kenzi memeluk Rose dari belakang....


..."Ken ... Apa Moza mengatakan sesuatu padamu?" tanya Rose tiba-tiba.....


..."Tidak, ada apa?" tanya Kenzi dengan suara seraknya.....

__ADS_1


..."Tidak, tapi Aku mempunyai firasat buruk tentang dia. Aku rasa dia akan bertindak dalam waktu dekat. Apa kau sudah mengetahui rencananya?" tanya Rose memastikan......


..."Tidak, tapi sudah bisa dipastikan cepat atau lambat Moza akan bertindak pada kita. Jangan kau pikirkan, selama ayahnya bisa kita lumpuhkan maka Moza tidak bisa berbuat banyak. Sudah, tidurlah... ini sudah larut" ujar Kenzi......


...Rose pun berbalik dan menatap Kenzi dengan wajah cemasnya. Kenzi yang semula memejamkan mata, merasakan pergerakkan akhirnya membuka matanya. Ia melihat Rose sedang menatapnya tajam. Ia pun mengerti kecemasan yang dirasakan Rose saat ini.....


..."Jangan takut, ada aku. Aku tidak akan membiarkanmu celaka. Lebih darimu, aku sangat takut kehilanganmu" jelas Kenzi sambil menarik Rose ke dalam pelukannya....


...Rose membalas pelukan Kenzi dengan hangat, Entah mengapa apa malam ini ia merasa ada sesuatu yang resah dalam hatinya. Ia tak tahu itu apa, tapi dalam benaknya saat ini selalu terlintas wajah Moza terakhir kali saat Moza menantangnya tadi. Mengingat hal itu pun Rose segera mengeratkan pelukannya pada Kenzi......


...Kenzi yang merasakan pelukan Rose yang semakin kuat, mencoba menenangkannya dengan mengelus lembut halus rambut Rose. Saat mata Rose mulai terpejam ia kemudian mencium puncak kepala Rose sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat tidurnya. Meninggalkan Rose untuk menemui Arga......


...Kenzi masuk ke kamar Arga tapi tak menemukan keberadaan Arga dikamarnya. Kenzi kemudian menutup kembali pintu kamar Arga dan mencarinya diruangan lainnya....


...Saat ia sedang melintasi sebuah ruangan yang biasa ia jadikan sebagai gudang minumannya, Kenzi mendengar suara gelas berdenting didalamnya. Menyadari itu pasti Arga, Kenzi pun segera membuka kamar tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mendapati flora yang berada di ruangan itu bukan Arga....


..."Kau, di sini?" tanya Kenzi tiba-tiba mengagetkan Clara.....


...Clara segera berdiri canggung karena ia masuk ke dalam ruangan tanpa seizin pemiliknya.....


...Kenzi tersenyum. Ia kemudian mendekat pada Clara dan mengambil satu gelas lalu mengisinya dengan anggur terbaik yang ia punya....


..."Tidak jadi masalah, Aku kaget karena mendapati kau disini. Aku sedang mencari Arga dikamarnya tapi dia tidak ada di sana, Aku kira dia di sini. Apa aku mengganggu kesendirianmu?" tanya Kenzi sambil menepuk sedikit minumannya....


..."Ah tidak, aku hanya sedang ingin minum untuk menghangatkan tubuhku sebelum tidur" jawab Clara sekenanya......


..."Ah begitu, apa kau melihat Arga ?"tanya Kenzi...


..."kami tadi beriringan ke halaman belakang tapi aku lebih dulu meninggalkannya dan aku tidak tahu ke mana dia sekarang, Mungkin saja dia kembali menemui Gisella"jawab Clara datar....


...Kenzi tersenyum kecil saat melihat Clara menekankan nada bicaranya menyebut nama Gisella....


..."Kau menyukai Arga?" tanya Kenzi tiba-tiba hingga membuat Clara tersedak dengan minumannya sendiri......


...Clara mencoba untuk tidak kaget dengan pertanyaan Kenzi, namun ia malah melakukan kesalahan lainnya. iya tanpa sengaja menyenggol botol minuman saat berusaha menenangkan nafasnya....

__ADS_1


..."Maaf aku tak sengaja" kata Clara canggung....


...Keduanya kemudian terdiam.....


..."Baiklah, merupakan tentang masalah kalian karena aku pun tidak berhak ikut campur didalamnya. kau dan Arga saling menyukai atau tidak itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Aku ingin bicara hal yang lain denganmu, ini mengenai Rose. Aku harap kedepannya kau lebih sering bersama dengan Rose, karena aku ingin ada orang yang mengalihkan kacemasannya saat ini. Dia tadi tidak tenang saat mengingat Moza, aku yakin dalam waktu dekat Moza pasti akan berbuat sesuatu untuk membalas kami. Aku hanya berharap kali ini bukan Rose yang ia intai, melainkan Aku. Jika benar aku, maka aku butuh seseorang untuk menjaga Rose saat aku tidak berada di dekatnya. Tentu ini tidak akan mudah, tapi orang yang saat ini kupercaya adalah kau, Clara" jelas Kenzi berharap......


..."Tentu saja, tanpa kau minta aku pasti akan menjaganya Ken. Rose, sudah seperti adikku sendiri. Aku tidak akan membiarkan dia terluka dan melalui ini sendirian. Tapi seperti yang pernah kau janjikan pada Rose, kau harus menjaga dia. Aku benar-benar tak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi Ken" Ungkap Clara......


..."Aku akan mencoba sekuatnya. Sekarang lebih baik kau tidur karena besok pagi kau harus membawa Rose pulang. Ada sesuatu yang harus kukerjakan dengan Arga. Aku tak ingin Rose mengetahuinya. Karena aku takut dia cemas" kata Kenzi dengan nada rendah......


..."Apa ini menyangkut tentang Moza dan ayahnya?" tanya Clara memastikan.....


..."Iya, aku akan membuat keduanya menjauh dari hidupku agar tak lagi mengancam keberadaan Rose. Jujur saja sebelum aku bisa memastikan Mereka pergi menjauh dariku,aku masih belum bisa tenang membawa Rose bersamaku" jelas Kenzi khawatir......


..."Lebih baik kau memberitahu Rose, lagi pula, Rose sudah berjanji untuk menghadapinya bersama denganmu" kata Clara mengingatkan....


..."Aku ingin, tapi ini terlalu berbahaya. Aku dan Arga harus mencari bukti tentang bisnis ilegal yang selama ini menjadi penopang besar bagi ayahnya Moza. Aku meyakini ia terlibat dengan dunia narkoba. Aku sedang ingin membukanya untuk menekan dia dan menjadikan itu sebagai senjata melawannya" Terang Kenzi......


...Clara pun terdiam, ini benar-benar bahaya. Ia tak bisa membiarkan Rose terlibat di dalamnya......


..."Lakukan apa yang menurutmu baik. Tapi jangan lupa bahwa Rose bersama denganmu saat ini. Dia sangat mencintaimu dan kuharap kau mempertimbangkan setiap langkah yang akan kau ambil karena itu berdampak besar bagi Rose" jelas Clara......


...Kenzi tertegun. Ia tahu Clara memiliki kecemasan yang sama dengan apa yang ia rasakan. Tapi karena ia yakin kunci ayah Moza dan Moza mundur hanyalah ini. Membongkar bisnis yang terselubung dalam kesuksesan walikota yang ia rengkuh hanya dalam beberapa tahun saja. Mau tak mau ia mengambil jalan ini meski mungkin resiko yang harus di tanggung sangatlah besar.....


..."Kau minum saja sendiri, aku akan pergi tidur" kata Claratiba-tiba dan berlalu pergi meninggalkan candi sendirian di ruangan tersebut......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2