Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Di Rumah Sakit


__ADS_3

 


Rose di bawa Kenzi kerumah sakit bersamaan dengan Arga,sedangkan Dokter Evan membawa mobilnya sendiri. Rose berada di pangkuan Kenzi selama perjalanan kerumah sakit. Ia menahan nyeri selama perjalanan kerena tak bisa berbaring dengan benar. Posisinya saat ini sangat menyiksanya dan ia tak bisa menyembunyikan lagi rasa sakit yang di tahannya. Hingga beberapa kali mengeluh kesakitan...


"Arga.. Kemudikan mobilnya dengan cepat!" Kata Kenzi memberi perintah. Arga pun dengan cepat menaikkan spedometer mobilnya dan melesat di jalan lintas yang ramai kendaraan...


Tak lama mereka sampai di rumah sakit. Kali ini Kenzi lebih berhati-hati menggendong Rose. Meski demikian hal ini sudah menyakiti Rose. Setiap gerak yang di buat Kenzi memberikan rasa sakit yang luar biasa pada Rose hingga ia terus-menerus merintih kesakitan...


"Arga bantu aku membawanya keluar,aku kesulitan!" Kata Kenzi meminta bantuan Arga. Arga pun dengan cepat melakukan apa yang di pinta Bosnya tersebut. Ia mengambil tubuh Rose dan membawanya masuk ke UGD. Disana mereka sudah di tunggu perawat dan dokter jaga lainnya...


"Maaf apakah ini pasien dokter Evan?" Tanya Perawat itu pada Arga, Arga menganggukkan kepala dan langsung meletakan Rose di ranjang pasien. Barulah Rose merasa sedikit lega saat tubuhnya bisa berbaring dengan benar...


"Baiklah kami akan melakukan pemeriksaan X-RAY (Rontgen) seperti yang sudah dokter Evan minta!" Kata dokter yang langsung mengambil alih Rose...


Tak lama Kenzi tiba bersamaan dengan dokter Evan.. 


"Dokter Cleo,cepat masukan pasien ke ruang Rontgen. Saya akan mengganti pakaian dahulu!" kata Dokter Evan pada rekan kerjanya itu...


Rose pun di bawa pergi keruang Rontgen. Tak lama perawat lainnya mendekat pada Arga dan Kenzi... 


"Maaf pak,siapa di antara kalian keluarga pasien. Silahkan lakukan administrasi agar kami bisa mengambil tindakan selanjutnya!" Kata perawat itu pada Arga dan Kenzi..


Arga mengambil selembar kertas yang di berikan perawat tersebut dan menyelesaikan semuanya dengan benar. Lalu menyerahkannya pada Perawat yang tadi memberikan kertas tersebut padanya...


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Dokter Evan menghampiri Kenzi yang duduk di ruang tunggu. Arga yang berdiri cukup jauh dari Kenzi pun mendekat...

__ADS_1


"Ken.. Wanita itu harus di rawat. Ada tulang yang kemungkinan ini terbentur dengan benda keras hingga membuat Rose kesulitan bergerak. Beruntung tulang rusuknya tak patah atau remuk. Jika tidak aku harus melakukan operasi padanya. Kau tanda tangani berkas rawat inapnya,dan untuk sementara waktu kau yang mengambil alih sebagai keluarganya!" Jelas Dokter Evan pada Kenzi. Kenzi dengan cepat menolaknya...


"Apa kau gila Van,Aku ada rapat besok pagi. Tak mungkin aku harus bolak-balik mengurusi dia. Dia siapa aku pun tak tahu,mengapa aku harus repot-repot mengurus dan bertanggungjawab atas dirinya!" Jawab Kenzi dengan penolakan penuh...


"Aku tahu,tapi setidaknya saat ini dia di temukan olehmu. Jika kau tak ingin bertanggungjawab,mengapa kau harus membawanya ke rumahmu? Dan juga,Apa kau tak bisa berpikir mengapa wanita seperti dia bisa berada dan terapung di air jika hidupnya tak dalam masalah besar. Di tambah penjelasanmu yang mengatakan dia sedang di cari sekelompok preman! Apa kau iba melihat nasib dia?" Kata Dokter Evan mencoba menggugah nurani Kenzi...


"Tetap saja Van,hari ini aku sudah menunda rapatku,Jika besok aku pun menundanya,apa kau pikir orang akan tetap bekerjasama denganku. Kau tahu proyek ini sangat penting bagiku. Ini adalah langkah awal untukku mencapai dunia internasional!" Jelas Kenzi pada Evan...


"Baiklah... Jika kau tak mau. Aku akan menyerahkan dia pada polisi. Dan kau harus siap jika nanti kau menjadi saksinya karena kau adalah yang pertama menemukannya dan membawanya kerumah sakit. Aku mungkin bisa berbohong,namun yang bertanggung jawab atas pengobatan wanita itu adalah kau dan bukan perkara sulit untuk mengetahui siapa kau di negara ini!" Kata Dokter Evan setengah mengancam...


"Kau sangat bisa mengancamku Van. Kau benar-benar dokter licik yang pernah kutemui di dunia ini!" Jawab Kenzi sambil menarik kertas yang ada di tangan Dokter Evan. Evan pun tersenyum lebar saat tanda tangan Kenzi sudah tertera di atas kertas tersebut...


"Aku akan kemari besok malam. Selama aku belum kembali kau harus merawat dia. Jangan buatku dalam masalah lagi Van. Wanita ini saja sudah menjadi masalah yang besar bagiku!" Pinta Kenzi pada Dokter Evan. Dokter Evan hanya menganggukkan kepala sambil membuat lingkaran pada jari telunjuk dan jari jempolnya sehingga berbentuk bulat...


"Dimana ruangan wanita itu. Aku ingin bicara padanya!" Kata Kenzi dengan nada kesal....


Kenzi berjalan dengan langkah cepat. Hingga mereka sampai di depan pintu ruangan Rose yang di rawat...


"Aku ingin bicara dengannya berdua saja. Kalian bisa tunggu disini atau kembali!" Kata Kenzi pada Arga dan Dokter Evan...


Kenzi pun masuk perlahan ke ruangan tersebut. Ia melihat Rose sedang kesulitan untuk mengambil air minum. Kenzi pun dengan cepat membantunya. Ia mengambilkan gelas itu dan memberikannya pada Rose. Tiba-tiba dokter Evan membuka pintu dengan keras,Rose dan Kenzi pun menoleh dengan cepat....


"Ken.. Nona Rose belum bisa bergerak banyak. Tolong jangan buat dia terlalu banyak bergerak!" Kata Dokter Evan memperingatkan Kenzi..


Kenzi menarik nafas panjang dan melotot pada Dokter Evan.. 

__ADS_1


"Apa kau pikir aku akan membunuhnya?" Teriak Kenzi pada Dokter Evan. Dokter Evan pun tertawa kecil dan menutup kembali pintu ruangan Rose dengan perlahan...


"Minumlah!" Kata Kenzi datar..


Rose mencoba menegakkan kepalanya,namun lagi-lagi ia merasakan sakit. Hingga membuat Kenzi kesal...


"Apa menegakkan kepala saja tak bisa? Apa harus semuanya bantu?" Teriak Kenzi pada Rose,membuat Rose menjadi ketakutan...


Melihat wajah Rose yang ketakutan padanya,Kenzi merendahkan nada bicaranya. 


"Maafkan aku karena telah membentakmu. Aku terlalu kesal karena harus menjadi walimu saat ini. Maaf bukan aku tak ingin menolongmu,tapi keadaannya berbeda,aku tak mengenal siapa dirimu dan siapa keluargamu. Asalmu dari mana dan mengapa kau bisa mengapung di sungai malam itu aku pun tak tahu. Saat itu aku hanya berniat menolongmu,tapi siapa sangka ternyata di perjalanan ada orang yang sedang mencari dirimu!" Jelas Kenzi...


"Orang yang mencariku?" Tanya Rose penasaran..


"Entah itu benar atau tidak. Tapi saat aku menemukanmu,pakaianmu sangat tak pantas untuk di pakai oleh gadis seusiamu. Dan aku mengira mereka mencarimu. Dan iya... Tampang mereka sangat sangar dan sepertinya mereka preman di daerah sana!" Kata Kenzi menjelaskan....


Rose berpikir itu pasti mucikari yang sedang mencarinya. Ia pun menjadi ketakutan kembali dan langsung menggenggam selimutnya dengan keras. Kenzi yang melihat itu kembali tak kuasa untuk menanyainya lagi. Seperti ada ketakutan besar dalam diri Rose yang sampai saat ini belum bisa ia temukan jawabannya. Ia pun meletakan kembali gelas air putih di sisi Rose dan mencoba menenangkan Rose yang merasa ketakutan itu.....


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2