Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Mewakili Gisella


__ADS_3

...Rose dan Clara kembali ke rumah mereka. Mereka tak banyak bicara,baik Rose mau pun Clara kembali ke kamar mereka masing-masing. Mereka sudah sepakat tidak akan membicarakan apa yang terjadi di pesta tadi. Tapi itu hanya ada dalam pikiran Rose! Di pikiran Clara,Ia sudah memiliki rencana untuk membalaskan hinaan Rose. Ia tak takut jika memang harus berurusan dengan perusahaan besar seperti K Grup.......


...Malam berlalu begitu saja. Rose tenggelam dalam tidurnya sementara Clara sedang memahami kontrak kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan Kenzi. Awalnya ia ingin membatalkan kerjasama itu,namun ia tak bisa melakukan hal tersebut karena Edward terus memohon padanya agar kerjasamanya tetap terjaga. Ini demi nama baik perusahaannya sendiri. Bagaimana pun,Clara yang harus bertanggungjawab penuh atas keberlangsungan perusahaan keluarganya. Tidak mungkin perusahaan yang sudah turun temurun itu akan terhenti di tangannya begitu saja......


...Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Malam berlalu dan Clara tertidur di meja kerjanya dengan lembaran berkas yang berserakan di meja itu......


...Pagi ini,Rose masih dengan semangat yang sama setiap harinya. Ia membersihkan Cafe dan merapikan meja-meja. Ia membuat sarapan untuk mereka berdua dan menyusul Clara yang belum keluar dari kamarnya......


..."Kak! Kau sudah bangun?" Tanya Rose saat melihat Clara sedang bersiap-siap dengan baju kerja kantoran.....


..."Iya! Aku akan ke kantor hari ini. Ada hal yang harus kuurus!" Jelas Clara.....


..."Oh.. Apakah ini ada hubungannya dengan yang terjadi tadi malam?" Tanya Rose memastikan......


..."Jangan khawatir,ini tak ada hubungannya denganmu. Memang ada yang perlu diselesaikan hari ini!" Ujar Clara berbohong......


..."Ya sudah... Ayo sarapan,aku sudah membuat sarapan untuk kita. Sarapan dulu sebelum pergi!" Kata Rose tersenyum lebar......


..."Baiklah... Ayo!" Ajak Clara sambil menggandeng tangan Rose keluar dari kamarnya......


...Rose dan Clara pergi ke meja makan mereka untuk sarapan. Hari ini adalah pertama kalinya bagi Clara berbohong pada Rose. Setelah 3 bulan lebih bersama ia selalu menceritakan apa yang ia rasakan tanpa adanya kebohongan. Tapi kali ini ia terpaksa berbohong karena ia tak ingin Rose merasa bersalah juga ia tak ingin kedepannya Rose selalu di injak-injak oleh orang yang mengetahui masa lalunya.......


..."Aku pergi! Aku akan terlambat!" Ucap Clara terburu-buru......


..."Baiklah... Hati-hati ya!" Kata Rose mengingatkan.....


...Clara pun pergi meninggalkan Rose sendirian di rumah sekaligus Cafe tempat mereka membuka usaha.....

__ADS_1


...Pagi ini tak banyak yang datang,hanya beberapa orang. Rose pun lebih santai bekerja. Tak lama ada seorang pelanggan yang masuk dan Rose pun langsung menyapanya dengan ramah. Namun saat ia mengetahui siapa yang datang, Rose terdiam.. Tapi itu tak berlangsung lama,Rose segera menguasai dirinya dan kembali ke posisinya sebagai pekerja paruh waktu di Cafe itu......


..."Pagi Tuan! Mau pesan apa?" Kata Rose pada lelaki yang tak lain adalah Arga......


..."Aku mau Cappucino!" Jawab Arga santai......


..."Baiklah Tuan,Tunggu sebentar saya akan membuatkannya!" Ujar Rose dan langsung berlari ke arah dapur pembuatan kopi.....


...Tak lama Rose pun memberikan kopi tersebut pada Arga......


..."Silahkan Tuan!" Ucap Rose sambil menyodorkan secangkir capuccino panas pada Arga dan hendak berlalu meninggalkan Arga,namun Arga segera menahannya.......


..."Maaf! apakah kita bisa bicara sebentar?" Tanya Arga tiba-tiba......


...Rose yang memang sudah mengerti maksud kedatangan Arga tak terkejut lagi. Namun ia tak tahu apa yang akan dilakukan Arga padanya hari ini......


..."Silahkan Tuan!" Kata Rose bersikap santai......


..."Aku kemari ingin meminta maaf padamu atas kejadian tadi malam! Aku harap kau dan temanmu tak mempermasalahkannya lagi!" Ujar Arga tanpa dengan nada bicara yang rendah......


...Rose hanya menarik matanya untuk memandang pada Arga. Ia tak tahu jika kata-kata seperti itu akan di ucapkan oleh Arga. Saat Arga menatapnya kembali Rose tersenyum hangat menanggapinya......


..."Untuk apa anda minta maaf Tuan? Apa yang terjadi tadi malam bukanlah kesalahan anda. Anda hanya diam dan tak ikut bicara pada saat teman wanita anda bicara!" Jawab Rose mencoba menahan diri......


..."Aku mewakili mereka!" Kata Arga yang langsung membuat Rose tersentak dan menatapnya sinis......


..."Tuan... Seperti yang anda tahu,saya bukan orang berpendidikan. Tapi saya tahu bagaimana cara minta maaf yang benar. Apakah sebuah permintaan maaf pantas untuk di wakilkan?" Tanya Rose tajam......

__ADS_1


...Arga memainkan jarinya di atas meja. Ia menatap Rose yang terlihat begitu kesal dengan kata-katanya. Ia tahu ini terlihat kejam,tapi ia harus melakukannya untuk menggantikan posisi Gisella saat ini......


..."Saya tahu ini tak pantas,tapi bisakah kau mempertimbangkan apa yang sudah terjadi di malam itu dan juga...!"...


..."Saya kira apa yang anda dan Tuan Kenzi lakukan malam itu sudah saya bayar tadi malam. Jika anda dan Tuan Kenzi memiliki sedikit hati nurani,saya kira apa yang saya dapatkan tadi malam itu lebih dari apa yang seharusnya saya bayar. Tuan.. Tak ada yang perlu di maafkan di antara kita. Apa yang teman wanita anda katakan tadi malam adalah kenyataannya. Saya tak memungkiri hal tersebut. Tapi jika anda ingin semuanya berjalan seperti seharusnya,tolong jangan bertemu lagi dengan saya. Saya akan melupakan hal yang terjadi tadi malam... Permisi!" Jelas Rose dan langsung berdiri meninggalkan Arga......


...Arga hanya bisa diam. Ia mengambil ponselnya dan bicara dengan seseorang secara sembunyi-sembunyi. Lalu ia berjalan ke meja kasir untuk membayar kopinya......


...Arga menyodorkan kartu kredit pada Rose dan Rose mengambilnya tanpa menatap Arga sedikit pun......


..."Hal yang terjadi hari ini tak ada sangkut pautnya dengan Kenzi. Dia tak tahu bahwa aku kemari. Sebaliknya,dia adalah orang yang menyuruh kami untuk minta maaf padamu!" Jelas Arga.....


...Rose tersenyum sinis sambil terlihat sibuk mengurus pembayaran Arga. Saat ia menatap Arga yang juga menatapnya dengan tatapan sendu Rose tersenyum......


..."Kata maaf tidaklah penting. Jika seseorang meminta maaf hanya karena ada orang yang mendorongnya. Maka itu hanyalah sebuah penyelesaian. Menyadari mengapa kita harus meminta maaf itu jauh lebih baik untuk mencegah hal yang sama terulang lagi. Hari ini Anda minta maaf karena ada orang yang mendorong Anda melakukannya,maka besok anda bisa melakukan hal yang sama lagi ke orang lainnya. Sebelum mengucapkan kata maaf alangkah baiknya mengerti apa hal yang tersirat di dalam kata itu!" Jelas Rose sambil memberikan kartu kredit pada Arga sambil tersenyum hangat.......


...Arga mengambil kartu kreditnya. Ia pun membalas senyuman Rose dengan senyuman hangat pula. Dan berbalik meninggalkan Rose yang masih berdiri di balik meja kasir. Sebelum meninggalkan cafe itu,Arga memandang ke arah Rose sejenak dan tersenyum tipis mengingat kata-kata terakhir yang Rose ucapkan padanya.......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2