
Setelah menunggu Rose tenang,Kenzi kembali mendekatinya dan mencoba lagi untuk bicara padanya. Kali ini,ia bersikap lembut dan hangat...
"Nona Rose.. Dengarkan aku. Jika kau belum ingin menceritakan siapa dirimu dan asal-usulmu,Maka tak apa,Aku akan memberikanmu waktu untuk hal itu. Tapi aku harap kau pun mengerti akan kondisiku saat ini,aku harus tahu siapa dirimu agar aku tahu apa yang seharusnya kulakukan padamu. Saat ini aku adalah orang yang bertanggungjawab atas dirimu,karena aku adalah orang yang menemukanmu. Tapi jika kau tak mau bekerjasama denganku,dengan berat hati aku akan menyerahkan dirimu ke kantor polisi. Aku tak ingin mengambil resiko yang besar karena sudah menyelamatkanmu. Aku mempunyai tanggung jawab yang besar dan banyak orang yang bergantung padaku. Tak mungkin aku mengorbankan mereka semua hanya untuk menyelamatkanmu!" Jelas Kenzi dengan pelan dan mendetail...
Rose diam mendengar semua penuturan Kenzi. Tanpa ia sadari,ia sudah menjadi beban untuk orang yang sudah menyelamatkannya. Ia tak akan membiarkan ini terlalu berlarut-larut. Ia tak ingin menjadi beban bagi siapa pun. Dan ia memutuskan untuk pergi dari Kenzi setelah dirinya pulih...
"Tuan... Saat ini aku hanya ingin pulih. Setelah itu aku akan pergi. Maaf sudah merepotkanmu dan juga terimakasih atas semua bantuanmu?" Kata Rose menjawab pelan...
Kenzi menghela nafas panjang. Rose benar-benar tak ingin menceritakan siapa dirinya. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi, sementara Dokter Evan selalu mendesaknya untuk bertanggungjawab atas keselamatan Rose...
"Baiklah jika kau tak ingin menceritakannya padaku. Izinkan aku bertanya satu hal lagi padamu. Aku harap kau bisa menjawabnya,dan setelah ini aku tak akan bertanya lagi. Tapi kau harus benar-benar menjawabnya dengan jujur. Selama kau jujur aku akan bertanggung jawab penuh padamu hingga kau pulih!" Kata Kenzi pada Rose...
Rose hanya menganggukkan kepalanya. Ia merasa Kenzi bukanlah orang jahat dan ia mulai bisa berkomunikasi pada Kenzi...
"Pada waktu aku mengatakan tentang orang yang mencegat kami saat kami menyelamatkan dirimu malam itu,apa mereka ada hubungannya denganmu atau mereka memang dugaanku saja yang salah?" Tanya Kenzi serius....
Rose lama untuk memutuskan menjawabnya,namun saat ia mengingat kembali kebaikan Kenzi padanya,rasanya ia perlu menjawab pertanyaan Kenzi dengan jujur. Anggap saja ini balasan dari semua kebaikan Kenzi. Pikir Rose dalam hatinya...
"Iya... Akulah orang yang mereka cari!" Jawab Rose singkat...
Kenzi manggut-manggut mengerti. Dia penasaran,namun ia tak ingin bertanya lagi,jika benar orang-orang tersebut mencari Rose, berarti Rose dalam masalah besar. ..
"Baiklah... Istirahatlah.. Aku akan kembali besok sore. Dan malam ini aku dan Arga akan bergantian menjagamu!" Jelas Kenzi...
"Jika kau sedang ada urusan. Kau tak perlu menjagaku. Ada perawat yang menjagaku. Kau bisa menyelesaikan urusanmu!" Jawab Rose lembut...
"Bagaimana jika orang-orang tersebut mencarimu?" Tanya Kenzi langsung...
__ADS_1
Mendengar itu,Rose pun terdiam. Saat ini memang perlu ada orang yang menjaganya, Agar saat mucikari itu datang,ia bisa mendapatkan perlindungan. Ia sudah memutuskan untuk keluar dari tempat itu,maka jika ia kembali sama saja ia menyerahkan nyawanya sendiri...
"Lebih baik aku mati di tangan orang lain dari pada harus mati di tangan mereka!" Kata Rose dalam hatinya...
"Dengarkan aku. Apa pun yang kulakukan. Aku tak akan mencelakaimu. Tolong ikuti saja apa yang kukatakan,dengan begitu kita sama-sama tak di repotkan!" Lanjut Kenzi lagi...
"Terimakasih karena kemurahan hati Tuan!" Kata Rose pelan...
"Ini masih siang... Istirahatlah,aku akan pulang dan mempersiapkan kepergianku besok. Aku akan kemari nanti malam!" Kata Kenzi lagi...
Rose pun mengerti seraya menganggukkan kepalanya...
"Apa ada yang kau inginkan?" Tanya Kenzi lagi...
Rose menggelengkan kepalanya...
"Baiklah... Aku pergi!" Kata Kenzi untuk kesekian kalinya,namun ia tak kunjung pergi....
Rose sedikit tenang karena ia berada pada orang yang tepat. Setidaknya,sampai ia pulih,ia tak perlu khawatir tentang mucikari yang sedang mencarinya. Ada Kenzi yang akan menyelamatkannya...
Saat ia sedang melamun,Arga masuk kedalam ruangan dan duduk di sofa sambil menenggelamkan kepalanya di sandaran sofa. Rose memandang sekilas padanya namun tak berani menyapanya...
"Hei Nona... Aku akan tidur sebentar. Jika kau ada perlu kau bisa membangunkan aku. Dan jika aku tak bangun kau bisa melempar aku dengan sesuatu. Aku lelah semalaman begadang!" Keluhnya dan langsung berbaring di atas sofa. Rose pun hanya diam saja tak menjawab apa pun..
Ia mencoba untuk untuk tidur agar rasa sakit di rusuknya tak terasa. Ia memejamkan mata beberapa kali,namun tetap saja ia tak bisa tertidur. Padahal ia sudah meminum obat pereda nyeri yang di berikan Dokter Evan. Harusnya ia bisa tidur,tapi mengapa ini malah sebaliknya. Saat ia mencoba kembali, terdengar suara langkah kaki yang ramai di luar ruangan. Dan itu seperti langkah kaki dari seorang pria jika di dengar dari ketukan hak-nya. Awalnya Rose tak mempedulikan hal itu,namun saat seseorang mengeluarkan suara dengan keras,Ia langsung mengenalinya dan ia pun kembali ketakutan...
Rose mencoba untuk berbalik namun sangat sulit karena luka di rusuknya. Ketika langkah kaki itu semakin dekat,ia berusaha lebih keras lagi agar bisa berbalik dan akhirnya ia pun bisa berbalik walau dia harus menahan rasa sakit untuk kesekian kalinya lagi. Secepat mungkin ia menarik selimut dan membungkus tubuhnya dengan selimut tersebut agar tak di ketahui oleh kawanan mucikari yang sedang mencarinya...
Tak lama,suara hentakan sepatu itu terhenti,dan tak ada suara lagi. Namun kini terdengar suara derit pintu yang terbuka,Rose kian ketakutan. Keringat dingin sudah membasahi sekujur tubuhnya,nafasnya sudah tak beraturan di tambah suara langkah kaki semakin dekat padanya....
__ADS_1
"Hei.. Siapa kau?" Teriak Arga seketika...
Entah apa yang terjadi Rose tak tahu lagi. Namun kini langkah kaki lain terdengar sedang melangkah. Langkah itu lebih ringan dari langkah kaki sebelumnya....
"Ada apa kau masuk ruanganku tanpa permisi?" Kata Arga lagi...
"Maaf,Kami sedang mencari seseorang dan kami kira pasien ini adalah orang tersebut!" Kata seseorang yang tak lain adalah kaki tangan mucikari yang berada di tempatnya bekerja dahulu...
"Seseorang? Wanita ataukah laki-laki?" Tanya Arga lagi...
"Wanita,Dia bertubuh ramping dan rambut panjang. Tinggi wanita itu sekitar 165cm. Kulitnya putih!" Jelas anak buah mucikari tersebut...
"Ah... Maaf aku tak melihatnya,aku terlalu sibuk menemani kakakku operasi hari ini. Apakah dia adikmu?" Tanya Arga mengalihkan pembicaraan...
"Bukan.. Dia pegawai kami yang pergi karena menipu kami!" Jawabnya singkat...
"Ah... Seorang wanita menipu? Berani sekali dia! Aku tak menyangka di desa kecil seperti ini ada wanita seperti itu!" Kata Arga berpura-pura kesal...
"Wanita adalah orang yang banyak memiliki peran. Jangan tertipu dengan gendernya. Dia lemah tenaga namun kuat dalam berpikir!" Kata Anak Buah tersebut...
"Baiklah... kita bicara di luar.. Kakakku sedang istirahat. Aku tak ingin mengganggunya!" Pinta Arga...
"Kakakmu wanita atau laki-laki?" Tanya Anak buah itu lagi...
"Dia laki-laki. Jika kau tak percaya maka kau bisa melihatnya. Tapi kau harus membuka selimutnya secara perlahan karena aku takut kau menyentuh bagian lukanya!" Kata Arga berbohong lagi...
"tidak perlu... Aku harus mencari wanita ****** itu lagi!" Katanya dengan nada kesal...
"Baiklah... biar aku antar kau!" Jawab Arga...
Setelah itu,Rose mendengar langkah kaki yang semakin menjauh. Ia melepaskan nafas yang ia tahan dengan lega setelah tak mendengar orang bicara ataupun suara langkah kaki lagi....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏