
...Setelah kepergian Kenzi,Rose menertawakan dirinya sendiri. Ia merasa begitu di perdaya perasaannya sendiri karena larut sesaat dalam bayang-bayang yang menjanjikan,tapi dia lupa bahwa ia adalah pungguk merindukan bulan......
..."Nona.. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jimmy yang melihat Rose tersenyum sendiri.....
...Rose menatapnya dan tersenyum lalu mengangkat gelas birnya dan menghabiskannya lagi dalam sekali tegukan......
..."Pak Jimmy... Saya berubah pikiran... Karena suasana hati saya sedang senang saya akan menemani pak Jimmy minum satu gelas lagi!" ujar Rose bersemangat......
...Jimmy tersenyum senang,ia pun segera menuangkan Bir ke gelas Rose. Rose langsung meminumnya tanpa membuang waktu lagi......
..."Betapa bodohnya aku karena sudah berharap perlindungan darinya. Sedari tadi aku tak bisa melupakan apa yang terjadi tadi siang,tapi aku lupa bahwa aku hanyalah mainan dia saja!" ujar Rose pada dirinya sendiri......
...Rose meraih gelasnya lagi lalu meneguk habis isinya. Kemudian ia berdiri dan berpamitan pada Pak Jimmy. Ia keluar ruangan karaoke itu dengan langkah yang lemah......
..."Ibu... Baru saja aku berharap pada perasaanku tapi kini takdir mengalahkan aku lagi. Meski aku masih meragukannya tidakkah secepat ini takdir mengambil kesenangan di hatiku? Andai kau masih ada disini, mungkin aku bisa mengalahkan takdir ini dengan doa-doamu!" Ujar Rose berharap.......
...Saat Rose keluar dari gedung karaoke dan hendak mencari taksi, tiba-tiba Jerry menarik tangannya......
..."Jerry... Kau mengagetkanku!" Kata Rose sembari memegangi dadanya.....
..."Kau minum? Kenapa jalanmu melayang begitu?" Tanya Jerry memastikan......
..."Aku hanya minum sedikit dan juga sedikit mengantuk. Bukankah itu kolaborasi yang sempurna untuk membuat langkah kakiku melayang malam ini?" Tanya Rose tersenyum sinis.......
...Jerry hanya bingung dengan tingkah Rose malam ini, terlebih lagi Rose bukanlah orang yang tak bisa mengontrol diri untuk minum. Tapi malam ini Rose sangat berbeda dari biasanya, Jerry pun memapah Rose ke dalam mobilnya......
..."Kau di sini menungguku?" Tanya Rose pada Jerry......
..."Ya.. Aku takut terjadi sesuatu padamu!" Jawab Jerry sambil memasukkan Rose kedalam mobilnya.......
...Rose tersenyum dengan jawaban yang di berikan Jerry. Setelah Jerry berada di dalam mobil Rose pun menatapnya hingga membuat Jerry merasa canggung.......
..."Ada apa?" Tanya Jerry bingung......
__ADS_1
..."Kau pria bodoh yang pernah kutemui Jerry... Kau tak seharusnya menungguku di sini? Kau itu seorang polisi dan juga seorang pewaris tunggal. Jangan rendahkan dirimu untuk wanita kotor sepertiku!" Ujar Rose meracau.......
...Jerry menatap Rose dengan tajam, Ia kaget bukan kepalang mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Rose. Ia pun memegangi kedua lengan Rose dengan keras sembari bertanya.......
..."Apa terjadi sesuatu padamu saat di dalam? Apa kau di lecehkan seseorang?" tanya Jerry dengan keras.......
...Rose hanya tersenyum dan menepiskan tangan Jerry.......
..."Antar aku pulang...!" Ujar Rose tenang......
...Tapi Jerry masih tak bereaksi,Jika bisa ia ingin memeriksa sekujur tubuh Rose untuk memastikan apa yang sebenernya terjadi,namun karena kesadarannya ia tak melakukan itu. Rose yang meski membenci masa lalunya tapi ia tak pernah mengeluh tentang semua itu, sekarang ia bisa mengatakannya dengan lugas. Ini membuat Jerry begitu khawatir.......
..."Tenang... Aku masih bisa menjaga diriku! aku hanya minum.. Tidak lebih dari itu!" Jelas Rose lalu mengatur tempat duduknya menjadi tempat duduk persemi agar ia bisa setengah berbaring......
...Karena Jerry belum juga menyalakan mobilnya,Rose kembali melihatnya.......
..."Kita akan tetap disini apa pulang?" tanya Rose pada Jerry......
..."Rose... Menikahlah denganku!" Ujar Jerry tiba-tiba......
...Rose yang setengah berbaring dan memejamkan mata tak memberikan reaksi apa-apa dengan permintaan Jerry itu. Karena tak mendapat jawaban dari Rose, Jerry menoleh pada Rose......
..."Rose... Kau tidur?" Tanya Jerry memastikan......
...Karena Jerry benar-benar merasa Rose tertidur,ia pun kembali fokus dengan kemudinya. Sementara itu Rose yang pura-pura tertidur hanya bisa mengepakkan tangannya dengan keras setelah mendengarkan apa yang di pinta Jerry darinya.......
..."Jerry... Alangkah baiknya bagi kita jika kita memiliki perasaan yang sama,tapi sayangnya aku tak memiliki perasaan seperti itu. Bagiku kau adalah kakakku saja,aku tak memiliki perasaan yang lain padamu. Maafkan aku!" Ucap Rose dalam hatinya.......
...Rose terus berakting tertidur sampai akhirnya mereka tiba di rumah. Jerry menatap Rose yang masih memejamkan matanya, tiba-tiba Jerry mendekat pada Rose.......
..."Rose... Aku benar-benar menyukaimu... Apa kau tahu itu? Aku ingin kau menjadi wanitaku satu-satunya. Aku tak peduli bagaimana masa lalumu,yang aku tahu saat ini aku ingin menjadi masa depanmu dan membahagiakanmu selamanya!" Kata Jerry dalam hatinya sambil terus menatap ke wajah Rose......
...Saat Jerry berusaha mendekati wajah Rose, Rose mulai bingung harus bagaimana. Ia dari tadi hanya berpura-pura tidur,jika Jerry mendekat untuk menciumnya ini tak boleh terjadi.......
__ADS_1
...Rose pun menggeliatkan tubuhnya sambil bergumam selayaknya orang tidur pada umumnya. Jerry pun menjauh kembali darinya......
...Rose langsung membuka matanya dan berpura-pura terbangun dari tidurnya......
..."Kita sudah sampai?" Tanya Rose dengan suara serak......
..."Iya baru saja!" Jawab Jerry seadanya......
..."Pantas saja aku tak merasa di ayun lagi. Kalau begitu aku masuk dulu,kau pulanglah dan terimakasih untuk malam ini!" Kata Rose lembut......
..."Iya... Kau masuklah dan beristirahatlah... Aku akan menelponmu besok!" Kata Jerry memberitahu......
...Rose hanya menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangan dan segera masuk kedalam ruko.......
...Rose membuka pintu kamarnya dan membenamkan dirinya di atas kasur. Ia mencoba untuk tidur karena hari memang sudah larut. Tapi sayangnya matanya tak ingin terpejam. Ia terus memikirkan bagaimana cara Kenzi yang tak mengabaikannya malam ini, terlebih ia segera pergi saat menerima pesan dari Gisella.......
..."Kalian memang pasangan yang serasi. Meski kau tak pernah mengatakan bahwa kau memang mencintainya,tapi kau selalu ada saat Gisella membutuhkanmu. Maka jangan salahkan Gisel jika ia salah paham dengan caramu ini. Tapi kenapa kau mengatakan aku adalah wanitamu jika kau sendiri belum bisa lepas dari Gisella!" Keluh Rose sambil menatap dirinya di layar ponsel.......
...Saat sedang melihat pesan yang Kenzi kirim padanya tadi siang tiba-tiba ponselnya mendapatkan sebuah panggilan, panggilan dari Kenzi. Rose tersenyum kecil namun ia tak bisa menyangka bahwa Kenzi masih berani menelponnya setelah apa yang terjadi tadi di ruangan karaoke.......
...Rose mengabaikan, benar-benar mengabaikannya hingga berkali-kali Kenzi menelponnya satu panggilan pun tak ia jawab. Karena Kenzi masih terus menelponnya Rose pun menonaktifkan ponselnya lalu menarik selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimutnya itu........
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏
__ADS_1