
Malam itu Kenzi dan Arga menghadiri sebuah undangan pesta yang cukup berkelas. Pesta tersebut pun diadakan di sebuah hotel bintang 5 terbaik di ibukota. Kenzi masuk dengan gagah di iringi Arga yang tak kalah gagahnya pula.
Seperti biasanya, kedatangan kedua orang pria itu selalu mencuri perhatian banyak wanita. Terlebih Kenzi yang sangat jarang berkomunikasi pada wanita kecuali Gisella...
Gisella adalah sahabat Kenzi di universitas,ia juga seorang model terkenal di ibukota. Wajah Gisella sangat cantik dengan kulit yang putih bersih. Hidungnya mancung dan bibirnya sangat Sexy. Sama halnya seperti Kenzi, Gisella pun selalu menjadi dambaan semua pria yang melihatnya. Hanya saja Gisella tak pernah menanggapi semua lelaki-lelaki itu. Ia hanya terfokus pada Kenzi namun Kenzi malah sebaliknya. Kenzi hanya menganggapnya sebagai seorang teman wanita. Hanya saja Kenzi merasa nyaman saat bicara dengan Gisella karena Gisella gadis yang pintar dan cerdas...
Jika Kenzi dan Gisella sudah bersama,mereka sudah menjadi pasangan yang sempurna bagi siapa saja melihatnya...
Malam ini hanya Kenzi seorang,tanpa Gisella Kenzi akan menjadi santapan wanita-wanita di pesta itu. Mereka bahkan bersedia jika harus menyerahkan tubuhnya untuk satu malam pada Kenzi. Karena dengan begitu mereka sudah mendapat pengakuan dari sekelompok wanita lainnya bahwa ialah yang paling tercantik. Meski hal ini sering terjadi saat Kenzi menghadiri pesta,tak ada satu pun dari mereka yang bisa mendekati Kenzi. Jangankan untuk tidur,memegang tangan Kenzi pun tidak bisa...
Beruntung Kenzi memiliki teman yang juga asisten pribadi seperti Arga. Arga yang sudah mengerti benar bagaimana sikap Kenzi saat berhadapan dengan wanita-wanita itu sengaja menjadi penghalang agar hal yang tak diinginkan tak terjadi....
Tapi malam ini bukan hal itu yang akan Arga lakukan untuk Kenzi,malam ini Kenzi sudah mengatakan padanya akan sedikit berkeringat. Itu artinya akan ada orang yang harus cedera dalam pesta itu. Siapakah orang itu? Hanya Kenzi dan Arga yang lebih tahu...
Kenzi mendekat pada seorang pria yang umurnya tidak berbeda jauh dari Kenzi. Mungkin di atas Kenzi beberapa tahun. Kenzi mendekatinya dengan senyuman manis dengan koktail di tangannya...
"Malam Presdir "K" Grup! Tidak kusangka kau akan hadir di pesta kecilku ini! Mari bersulang untuk kebersamaan kita hari ini!" kata pria itu pada Kenzi...
"Tentu Anda tahu mengapa saya kemari. Saya tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Saya harap anda menyelesaikan semua yang dibutuhkan secepatnya Direktur Charles!" Sindir Kenzi sambil membenturkan gelas koktailnya pada pria tersebut...
"Hentikan membicarakan pekerjaan,malam ini kita nikmati saja pestanya, besok kita akan membahas lagi tentang pekerjaan kita!" Jawab Pria yang di panggil Charles oleh Kenzi itu sambil merangkul Kenzi ke tengah-tengah pesta...
"Sudah kubilang aku tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi. Aku ingin kau memberi kepastian hasil dari uang yang kuberikan pada perusahaanmu!" Jelas Kenzi dengan mata yang sangat tajam menatap Direktur Charles...
__ADS_1
"Iya...iya... aku akan memberimu jawabannya besok! Ayo kita berpesta! Malam ini kau bisa mengambil semua wanita yang bisa kau tiduri. Aku akan menyediakan tempatnya. Semua akan kuatur sesuai keinginanmu!" Ujar Direktur Charles setengah berbisik pada Kenzi...
Kenzi tak bergeming,ia hanya menatap Direktur Charles dengan tatapan elangnya tanda kemarahannya sudah mulai naik ke atas kepalanya. Kenzi melemparkan gelas koktailnya ke lantai pesta yang membuat music di pesta itu berhenti dan semua orang menyingkir...
Para pengawal Direktur Charles mendekat ingin menghantam Kenzi namun Arga segera mencegahnya...
"Hei kalian... Biarkan mereka,kalian urusannya denganku!" Kata Arga yang sudah melepaskan kancing Jas nya...
Kenzi mengambil pecahan gelas tersebut,ia bahkan mencari yang paling runcing di antara pecahan lainnya....
Kenzi mendekat lagi pada Direktur Charles, Direktur Charles sudah menelan air liurnya saat Kenzi kian mendekat padanya....
"Kau kira aku tak bisa menyentuhmu hanya karena kau adalah menantu walikota? Kau salah besar, ternyata kau belum sepenuhnya mengenal aku! Malam ini akan kuperkenalkan padamu siapa aku!" kata Kenzi yang langsung memegang tangan Direktur Charles lalu menancapkan pecahan gelas itu ketangannya....
"Arghhhhh!" Teriak Direktur Charles seketika...
Kenzi pun tak tinggal diam,ia membantu Arga menangani pengawal yang lainnya. Terjangan,pukulan, darah dan teriakan memenuhi ruangan tersebut. Hingga akhirnya Kenzi dan Arga berhasil melumpuhkan pengawal\-pengawal tersebut dengan tangan mereka...
Kenzi merapikan jasnya dan mengelap keringatnya. Ia mendekat pada Direktur Charles yang masih meringis kesakitan sambil memegang tangannya...
"Dengarkan aku! Jika besok kau tak memberikan uangku! Maka masalah ini akan di ketahui ayahmu! Bertingkahlah seperti seharusnya. Jangan mencobaku. Aku bukan tandinganmu!" Kata Kenzi menyombongkan diri....
Kenzi keluar dari ruangan pesta itu bersama Arga. Mereka kembali kerumahnya setelah hal yang sudah di janjikan Kenzi terlaksana..
"Apa kau yakin penjilat seperti Direktur Charles itu akan memberikan uangmu besok?" Tanya Arga saat di perjalanan pulang...
"Kita lihat saja besok. Jika dia masih sayang dengan nyawanya maka seharusnya ia melakukan apa yang kupinta!" Jawab Kenzi sambil mengelap tangannya yang terkena cipratan darah Direktur Charles...
__ADS_1
"Jika tidak,apa kau benar-benar akan membunuhnya?" Tanya Arga lagi...
"Apa kau sedang mendikte pekerjaan apa yang harus kulakukan saat ini? Apa kau sudah lupa siapa aku?" Tanya Kenzi tajam pada Arga...
"Tidak... Bukan begitu! kau sudah lama tak melakukan hal tersebut. Apa kau akan terjun lagi?" Tanya Arga sekali lagi...
"aku hanya butuh uang saat ini. Kegagalan di proyek sebelumnya cukup membuatku mengalami kerugian. Aku hanya ingin perusahaanku stabil kembali agar aku bisa terlepas dengan hal-hal seperti ini!" jelas Kenzi....
"Baiklah jika begitu apa aku harus menyiapkan anak buah kita?" Tanya Arga lagi...
"Biarkan saja dulu. Aku yakin Direktur Charles akan membawa uang yang kukatakan!" Ujar Kenzi...
"10.000.000 U$D bukan sedikit Ken... Kau tak bisa seyakin itu. Tapi aku harap dia benar-benar membawa uang itu hingga kita tak harus menyingkirkannya!" Kata Arga menenangkan Kenzi...
Mobil pun terus melaju membawa Kenzi dan Arga ke kediaman mereka. Saat tiba,Arga langsung masuk ke kamarnya begitu pun dengan Kenzi. Namun Kenzi bukannya tidur ia malah duduk di meja kerjanya. Ia memegang tangannya yang tadi ia gunakan untuk menyakiti Direktur Charles. Tangan yang sudah beberapa tahun ini tak tersiram darah akhirnya terjadi lagi. Tapi apa yang sudah terjadi semuanya sudah terjadi tak bisa ia kembalikan lagi,ia hanya bisa menyelesaikan sisanya saja...
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏
__ADS_1