
...Siang ini, Kenzi masih tetap berada diruangan tempat mereka mengintai walikota. Kenzi tetap setia mendengarkan semua percakapan Walikota dengan orang-orang kepercayaannya. Tiba-tiba Arga berlari kearahnya saat ia selesai menerima telepon dari seseorang....
..."Ken, mobil mereka sudah ada ditangan kita, kita hanya menunggu kabar selanjutnya dari orang kita" kata Arga diiringi dengan senyuman yang lebar....
..."Baguslah, katakan padanya untuk tetap waspada. Amati tempat tersebut dan pintu-pintu atau ruangan ruangan yang khusus, agar nanti kita lebih mudah untuk menyerang" Ujar Kenzi.....
..."Iya, aku sudah mengatakannya. Aku benar-benar tak sabar untuk melihat kehancuran walikota" ucap Arga bersemangat....
...Kenzi tersenyum bahagia melihat sahabatnya itu berbahagia. Tapi ia pun diam melihat kebahagiaan Arga yang di ciptakan dari kesengsaraan seseorang. Kenzi memang memiliki masalah dengan walikota namun a tak pernah berniat untuk membunuhnya. Berbeda dengan Arga, Arga lebih berambisi untuk membunuh walikota karena ingin membalaskan dendam kedua orang tuanya yang terbunuh di tangan walikota. Meski mereka berbeda niat namun tujuan mereka sama, yaitu menghancurkan walikota menghancurkan walikota....
..."Arga, apa kau benar-benar ingin membunuh Walikota dengan tanganmu?" tanya Kenzi ragu-ragu.....
..."Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti ini? Kau lebih tahu dari siapa pun seberapa besar dendamku kepada walikota!" jelas Arga.....
..."Aku tahu, hanya saja aku tidak ingin kau terlibat masalah hukum karena hal ini. Menurutku, kenapa tidak kau membalas dendam dengan cara yang lebih menyakitkan daripada sebuah kematian." saran Kenzi.....
..."Menurutku, Aku tak akan bisa puas jika belum membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku ingin menduplikat kejadian 20 tahun yang lalu saat dia mengarahkan senjatanya kepada kedua orang tuaku meski kedua orang tuaku telah mengiba dan memohon padanya agar mengampuni mereka tapi Walikota tetap saja melakukan hal keji itu bahkan di depan anaknya yang masih kecil. Mengingat hal itu darahku mendidih. Apa kau tahu selama ini aku selalu memimpikan hal buruk itu di setiap tidurku. Jika saja aku tidak melarikan diri, mungkin pula aku sudah menjadi korbannya." gerutu Arga......
..."Baiklah, Aku tak akan menghalangimu lagi. Kau seperti apapun nantinya akan tetap menjadi sahabatku dan juga keluargaku" ujar Kenzi menenangkan Arga......
..."Terimakasih Ken, jika nanti aku berhasil membunuhnya, Aku tidak akan melarikan diri seperti dia. Aku akan mempertanggungjawabkan semua perbuatanku di hadapan hukum. Aku tahu ini salah, sepenuhnya aku menyadari itu. Tapi entah kenapa saat melihat dia, selalu saja wajah kedua orang tuaku terbayang-bayang membuat aku tak bisa menutup dendamku itu" ungkap Arga......
..."Iya... Aku mengerti ini sulit bagimu" jelas Kenzi sambil menepuk pundak Arga......
...Saat keduanya sama-sama terdiam, tiba-tiba terdengar suara Walikota yang sedang memerintahkan seorang anak buahnya. Kenzi dan Arga pun segera beralih mengamati walikota....
..."Berikan ini pada Media, Aku ingin berita ini dalam satu hari keluar" kata walikota pada anak buahnya......
...Arga dan Kenzi saling memandang....
..."Apa yang ia suruh pada anak buahnya?" tanya Arga penasaran......
..."Entahlah, dia bilang Media dan juga berita. Mungkin dia ingin mempublikasikan sesuatu atau mengklarifikasi sesuatu. Menurutmu, kemungkinan mana yang lebih besar?" tanya Kenzi pada Arga......
...Arga berpikir sejenak....
..."Sepertinya dia ingin mempublikasikan sesuatu, sebab jika ia ingin memberikan klarifikasi, dia tidak mungkin menyuruh seseorang untuk melakukannya. Jika dia ingin mempublikasikan sesuatu, Pertanyaannya adalah apakah yang ingin Ia publikasikan?" tanya Arga memastikan......
..."Apa ini menyangkut aku?" tanya Kenzi menebak......
...Arga dan Kenzi saling menatap dengan tajam......
..."Jika dia mempublikasikan latar belakangmu. Maka saham akan cepat menurun. Orang-orang yang bekerjasama denganku bisa saja membatalkan kerjasama karena tidak ingin terlibat dengan dunia mafia. Mereka adalah orang-orang jujur meski mereka seorang penjilat. Perusahaan mereka tak ada yang terlibat masalah hukum" jelas Arga cemas......
..."Kau benar, walikota melakukan hal ini untuk mengalihkan perhatianku dari tentangnya, agar dia tetap bisa beroperasi dengan bisnis ilegalnya tersebut" kata Kenzi meyakinkan pernyataan Arga......
..."Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini untuk membuat saham Grup K tetap stabil?" tanya Arga memastikan.....
...Kenzi menunduk dan berpikir sejenak sambil menutup matanya dan menyatukan tangannya untuk menyangga kepalanya....
..."Untuk saat ini biarkan saja dulu ia menyentuh perusahaan" ucap Kenzi lemah......
__ADS_1
...Arga tertegun tak percaya......
..."Apa kau yakin ingin membiarkan walikota menghancurkanmu?" tanya Arga memastikan......
..."Biarkan saja dulu, lagi pula selama aku menjabat sebagai CEO Grup K, aku tak pernah terlibat lagi dengan dunia hitam tersebut. Biarkan mereka yang bekerja sama dengan kita berpikir sendiri" jelas Kenzi.....
..."Ken, aku tahu mereka bisa berfikir dengan baik, namun jika kamu biarkan publik mengetahui identitasmu yang sebenarnya maka karirmu di dunia bisnis akan hancur. Saham turun bukanlah hal baik Ken. Ingat, kau membangunnya dengan susah payah. Seluruh upayamu untuk membuat identitas baru akan terbuang sia-sia. Apa Kau rela?" ujar Arga setengah berteriak......
..."Aku tahu, tapi jika aku menghalangi ini maka aku akan kehilangan kesempatan lagi untuk menjatuhkan walikota. Ga, setiap keputusan yang kau ambil akan memiliki resiko. Mungkin resiko yang harus kuambil dari jatuhnya walikota adalah kejatuhanku juga. Saham turun bisa ku naikkan lagi karena aku memiliki kualifikasi yang tidak bisa dilakukan dalam dunia bisnis tapi melepaskan kesempatan untuk menjatuhkan Walikota sulit bagiku Untuk melakukannya kedua kali" jawab Kenzi dengan nada tinggi......
..."Arghhhh.... Aku benar-benar ingin memusnahkan Walikota secepatnya" teriak Arga kesal......
..."Biarkan saja dia untuk melakukan hal ini. Kita akan pikirkan cara lain untuk menaikkan saham perusahaan nanti" jelas Kenzi lalu berdiri dan meninggalkan ruangan dengan langkah kecil.....
...Kenzi masuk kekamarnya untuk menenangkan diri. Ia mencoba memikirkan sesuatu hal untuk bisa tetap mempertahankan perusahaannya. Bagaimana pun, perusahaan itu adalah bukti nyata dari perjalanan Kenzi yang baru setelah ia melepaskan dunia Hitam nan kelam bersama walikota....
...Kenzi meraih ponselnya untuk menghubungi Rose. Sudah dua hari ia tak mendengar suara wanita itu, hari ini tiba-tiba ia sangat merindukannya. Ia pun segera menghubungi Rose. Tak butuh waktu lama agar panggilannya dijawab Rose. Mungkin Rose memang sedang menunggu panggilan darinya......
..."Sedang apa kau?" tanya Kenzi pelan......
..."Aku sedang bersantai saja" jawab Rose datar......
..."Apa kau marah padaku?" Kenzi memastikan dari nada bicara Rose yang sepertinya sedang tidak baik padanya......
..."Setelah kau pergi, kau tidak menghubungi atau mengirimiku pesan sekali pun. Apa kau benar-benar sibuk atau kau memang sengaja ingin melarikan diri dariku!" ucap Rose manja......
...Kenzi tersenyum tipis mendengarnya....
...Kata-kata itu membuat Rose tersenyum malu. Ia tak menyangka jawaban Kenzi bisa semanis itu......
..."Kau sudah makan?" tanya Rose mengalihkan pembicaraan...
..."Ehm... Kau bagaimana?" tanya Kenzi berbalik......
..."Aku tak berselera makan" jawab Rose singkat......
..."Kenapa? apa kau sakit?" Kenzi mulai cemas......
..."Tidak, tapi aku sedang PMS." jawab Rose...
..."Ah, Kau membuatku khawatir!" ucap Kenzi mulai tenang......
...Mereka pun diam sesaat, yang terdengar hanya nafas dari keduanya. Tiba-tiba Rose membuka pembicaraan lagi......
..."Ken..." panggil Rose pelan dan lembut......
..."Ehm.. Apa?" jawab Kenzi sambil memijat-mijat batang hidungnya......
..."Pemberitaan Walikota pagi ini, Apa kau yang melakukannya?" tanya Rose ragu-ragu......
...Jari-jariKenzi yang tengah sibuk memijat-mijat batang hidungnya tiba-tiba berhenti mendengar pertanyaan dari Rose......
__ADS_1
..."Kenapa?" tanya Kenzi memastikan......
..."Tidak, aku hanya berfikir, tiba-tiba Kau pergi untuk menyelesaikan sesuatu dalam waktu satu minggu ini. Aku berpikir apakah ini menyangkut Walikota atau memang pekerjaanmu saja. Jika hanya pekerjaanmu, aku bisa lega tapi jika ini tentang walikota. Aku harap kau lebih berhati-hati" ujar Rose mengingatkan......
..."Iya.. Aku tahu. Kau tenang saja. Aku akan berhati-hati dan akan kembali secepatnya" jawab Kenzi menenangkan Rose......
..."Ken .... Bisakah kita hidup bersama dengan tenang?" tanya Rose kembali......
...Kenzi beranjak duduk yang semula iya sedang menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur......
..."Tentu, bukankah aku sudah berjanji padamu akan memberikan semua yang kau inginkan" jawab Kenzi mengulangi janjinya......
..."Aku tahu, maksudku, apakah kau bisa lupakan masalahmu dengan walikota dan hidup seperti biasanya, seperti pertama aku mengenalmu. Aku takut kau dalam bahaya dan aku takut kehilanganmu" kata Rose dengan suara gemetar......
...Suara Rose yang gemetar itu terdengar jelas oleh Kenzi. Ia menarik nafas panjang mendengarnya......
..."Kau menangis?" tanya Kenzi menebak...
..."Ehm... aku takut" ujar Rose dengan suara yang tertahan......
..."Jangan khawatir, aku sedang menyingkirkan batu besar yang akan menghalangi kebahagiaan kita. Setelah ini, aku berjanji padamu akan hidup seperti biasanya" Jelas Kenzi meyakinkan Rose......
..."Baiklah, kau berhati-hati. Cepat pulang. Aku menunggumu" ujar Rose menyemangati Kenzi......
..."Iya .. kau juga, jangan lupa jaga kesehatanmu dan jangan pikirkan hal yang berlebihan. Aku tidak mungkin memulai sesuatu tanpa perencanaan terlebih dahulu. Aku tidak akan membahayakan diriku dan membuatmu menangis keputusan konyol yang kau ambil ini" kata Kenzi......
..."Iya aku tahu. Ken... Aku mencintaimu" ucap Rose lembut......
...kata-kata itu terdengar indah di telinga Kenzi. Kata-kata yang ia butuhkan sebagai amunisi dirinya melawan walikota. Sebelum ini, ia tak memiliki semangat apa pun dalam kehidupannya selain Grup K. Tapi setelah Rose hadir, ia memberikan Kenzi semangat yang baru untuk menata masa depan yang lebih cerah bersama orang yang dicintai. Rose, membuat keinginan hidup Kenzi menajadi lebih lama. Selama ini, Kenzi tak melawan Walikota karena ia merasa aman-aman saja selama Walikota tidak menyentuh perusahaannya, nama setelah Rose hadir dalam hidupnya, Kenzi ingin memberikan ketenangan bagi Rose karena Walikota tidak akan diam saja saat mengetahui bahwa Kenzi memiliki orang yang akan ia lindungi.....
..."Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu Rose" jawab Kenzi......
..."Aku tutup, jangan lupa hubungi aku saat kau sempat" kata Rose mengingatkan .......
..."Jangan hanya aku, kau bisa menghubungiku kapan pun kau mau" ujar Kenzi......
..."Baiklah,nanti malam aku akan menghubungimu" jelas Rose......
..."aku akan menunggunya.." jawab Kenzi......
...Panggilan itu pun terputus dengan menyimpan kerinduan yang mendalam alam dan keinginan yang besar untuk bertemu kembali......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏