Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Melampiaskan amarah


__ADS_3

Jerry memarkirkan mobilnya di tepi Cafe Clara. Melihat mereka sudah sampai di rumahnya,Clara segera keluar dari mobil dan berlari masuk. Jerry mencoba mengejarnya namun Rose segera menahannya...


"Biarkan Kak Clara sendiri dulu. Aku akan menenangkannya nanti. Kau pulang saja dan tenangkan ayah dan ibumu!" Kata Rose mengingatkan....


 


Jerry menghela nafas panjang. Ia memegang tangan Rose yang menahan lengannya,namun Rose segera menepiskannya...


 


"Aku minta maaf atas perbuatan Ibu serta ayahku padamu tadi. Aku....!" Jerry tak sanggup meneruskan kata-katanya karena ia tahu kata maaf tak akan menghapus semua kata-kata ibu dan ayahnya dari benak Rose mau pun Clara....


"Jangan pikirkan hal itu,aku baik-baik saja. Aku tak menganggap perkataan mereka karena memang sebenarnya di antara kita pun tak ada hal yang seperti mereka katakan. Aku benar-benar menganggap kau dan kak Clara sekarang sebagai saudaraku. Aku malah lebih mengkhawatirkan kak Clara!" Keluh Rose...


 


Mendengar apa yang di katakan Rose padanya,Jerry tersenyum kecut. Ia senang bahwa Rose tak tersinggung dengan kata-kata ibu dan ayahnya. Namun di lain sisi,perkataan Rose menjelaskan bahwa ia tak mempunyai peluang apa pun lagi dalam hati Rose. Ini sedikit membuatnya bersedih...


 


"Jerry .. Aku masuk dulu ya! Jika ada hal yang terjadi pada Kak Clara,aku akan menghubungimu!" Kata Rose pada Jerry...


"Baiklah .. Kabari aku secepatnya ya! Aku kembali sekarang!" Ujar Jerry pada Rose. Rose pun segera masuk meninggalkan Jerry yang masih berdiri memandangi dirinya pergi....


Setelah Rose masuk,Jerry segera meninggalkan tempat itu. Ia pulang dengan perasaan marah pada ibu dan ayahnya. Ia tak menyangka bahwa orang tuanya akan mengatakan hal sebegitu menyakitkan bagi Rose dan Clara.... 


Sementara Rose menemui Clara yang termenung di balkon kamarnya. Ia mendekat dan bersandar pada Clara...


"Aku minta maaf atas nama bibi dan pamanku. Aku tak tahu harus bagaimana mengatakan hal ini. Mereka benar-benar sudah keterlaluan!" Jelas Clara...


"Apa yang kau katakan kak,aku yang seharusnya minta maaf padamu,karena aku kau harus terlibat hal seperti ini dengan ibu Jerry!" Ucap Rose menyalahkan dirinya sendiri...


"Hentikan... Kau hanya ingin menenangkanku saja. Acara kita hari gagal karena ulah bibi dan pamanku. Kita belum makan sama sekali,lebih baik kita keluar mencari makan. Semakin mengingat hal tersebut aku semakin lapar!" Gerutu Clara...


 


Clara pun berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Rose. Rose pun kebingungan...

__ADS_1


 


"Kita akan kemana?" Tanya Rose memastikan...


"Mencari makan!" Jawab Clara singkat...


Rose pun segera menerima tangan Clara. Lalu mereka berdua pun meninggalkan rumah untuk mencari makan di luar...


Mereka pergi ke pusat perbelanjaan yang terbesar di ibukota. Lalu mencari resto makan yang santai...


"Kenapa kita harus kemari. Bukankah ada kedai makan di pinggir jalan?" Tanya Rose heran...


"Apa aku lupa,saat wanita sedang tak enak hati berbelanjalah solusinya!" Gurau Clara sekenanya...


"Terserah kau sajalah kak... Hari ini aku tak akan menghalangimu. Lakukan saja apa yang kau mau!" Kata Rose berserah diri..


"Kau yakin... Jangan menyesal karena sudah mengatakan ini padaku. Kita akan lihat sampai kapan kau akan berdiam diri denganku hari ini!" Ujar Clara tersenyum licik...


"Maksudmu apa?" Rose mulai curiga dengan apa yang akan di rencanakan Clara hari ini...


"Kita makan saja dulu. Setelah ini kau akan tahu hal selanjutnya!" Ucap Clara yang sudah tak sabar melihat reaksi Rose padanya...


 


 


Makanan pun datang, Rose dan Clara menyantap makanan yang mereka pesan dengan lahap. Mereka tak banyak bicara, Keduanya tenggelam dalam rasa yang ada di dalam mulut mereka masing-masing...


"Ahhh... Akhirnya kenyang juga!" Kata Clara bergumam panjang yang langsung menjadi pusat perhatian pengunjung mall resto itu...


"Kau sudah kenyang? Berarti kau punya tenaga yang banyak. Ayo ikuti aku!" Kata Clara pada Rose...


"Wah... Waktu penyiksaan tiba!" Keluh Rose pada Clara yang langsung mendapat cubitan di pipinya oleh Clara...


 


Benar saja,apa yang di pikirkan Rose akhirnya terjadi. Clara kembali brutal di toko-toko pakaian wanita...

__ADS_1


 


"Jangan yang ini... Kemarin kau sudah membelinya... Beli yang lain!" Cegah Rose saat melihat Clara membeli barang yang sama seperti yang ia beli sebelumnya....


Satu jam pun berlalu,Kedua tangan Rose dan Clara sudah penuh dengan paper bag. Mereka bahkan kewalahan membawa semua barang-barang itu. Rose dan Clara pun saling memandang,tak lama kemudian mereka tertawa... 


"Kau puas sekarang?" Tanya Rose sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan barang bawaan yang di beli Clara tadi....


"Belum... Malam ini kita akan pergi berpesta,ayo cepat ganti baju di toilet lalu kita pergi ke Bar!" Ujar Clara tiba-tiba...


"Heii... kau mau apa? Tunggu aku!" Teriak Rose saat Clara sudah lebih dulu meninggalkan dirinya...


Clara masuk ke toilet wanita untuk mengganti baju dengan yang tadi ia beli. Rose pun hanya bisa menuruti keinginan Clara...


Tak lama kemudian Clara keluar dengan penampilan yang sudah berbeda...


"Kau ganti baju sekarang!" Kata Clara pada Rose...


"Aku tak akan berganti pakaian,aku sudah puas dengan pakaianku saat ini!" Jawab Rose seadanya...


"Ya sudahlah... ayo!" Ajak Clara yang langsung keluar toilet wanita...


Rose menghembuskan nafas panjang dengan tingkah Clara ini...


"Beginilah kalau dia sedang kumat!" Gerutu Rose...


Rose pun mengiringi Clara dari belakang, sementara Clara menyuruhnya berjalan dengan cepat sambil terus berteriak memanggil-manggil namanya... 


Rose tahu bahwa sebenarnya Clara bukanlah wanita yang suka berfoya-foya. Dia wanita yang sederhana,karena ia menikahi suami yang berasal dari kalangan menengah. Tapi semenjak kepergian suaminya,Clara melampiaskan rasa kesal dan amarahnya dengan berbelanja atau pun pergi ke Bar untuk bersenang-senang. Setelah itu,ia akan merasa baikkan seperti tak terjadi sesuatu lagi. Itulah mengapa Rose tak pernah menghalangi Clara jika ia sedang ingin mencari kesenangannya. Karena ia tahu,amarah dan kesalnya hanya muncul saat ada orang yang membicarakan tentang pernikahannya. Sedangkan ia sudah bertekad tak ingin menikah lagi!!


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2