Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Memulai


__ADS_3

...Malam itu pun berlalu begitu saja, membawa segala kegundahan hati yang ada di dalam diri Kenzi. Ia mendekat pada Rose yang tertidur begitu lelah di atas tempat tidurnya. Ia mengusap lembut kepala Rose lalu mencium lembut keningnya ......


..."Aku tahu, mencintai seseorang itu membutuhkan pengorbanan. Jika hanya cara inilah satu-satunya untuk membuat kita bersama, maka aku akan lakukan apapun konsekuensinya. Aku sangat mencintaimu Rose. Begitu dalam, begitu lekatnya perasaanku kepadamu hingga membuatku ingin memilikimu seutuhnya. Bersabarlah dalam beberapa waktu ini. Kau dan segala impian dan harapanmu tentang masa depan yang bahagia akan segera diwujudkan" Batin Kenzi berjanji dalam hatinya sendiri......


***


...Pagi menjelang, Rose bangun seraya merenggangkan semua otot-otot, menggeliat tanda tidurnya yang begitu lelap. Ia menatap kesamping ranjangnya namun sudah tak mendapati Kenzi disisinya. Ia pun beranjak mencari Kenzi ke kamar mandi, namun Kenzi pun tak terdapat di sana. Hingga akhirnya Rose menyadari secarik kertas yang berada di atas nakas di samping tempat tidurnya. Rose meraih kertas tersebut lalu membukanya......


..."My Rose, Aku sedang ada pekerjaan yang mendadak di luar kota. Bersenang-senanglah tanpa aku, Sayang. Aku akan kembali dalam Minggu ini. Ingat, jaga kesehatanmu. Aku mencintaimu Rose" tulis Kenzi dalam kertas tersebut......


...Rose tersenyum lebar saat membaca setiap kata yang diucapkan melalui tinta penanya. Ia menyimpan kertas tersebut dalam dompetnya sebagai kenang-kenangan jika kelak mereka menikah dan memiliki anak....


...Mengingat hal tersebut muka Rose menjadi merah padam. Ia mengelus perutnya yang masih rata seraya mengkhayalkan tentang masa depan indah yang cara yang akan ia lalui bersama Kenzi kelak. Merasakan rahimnya membawa seroang nyawa, tubuh Rose bergetar hebat. Ia tak pernah bisa membayangkan hal sebahagia ini, Dulu ia selalu berharap bahwa ia tak pernah bisa hamil karena tak ingin menjadikan nyawa seseorang sebagai taruhan di dalam perutnya. Tapi saat ia mengenal Kenzi dan merasakan perasaan yang amat dahsyat, ia selalu menginginkan hal yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan. Rose segera meraih ponselnya untuk menghubungi Kenzi. Namun panggilan tersebut tak tersambung. Rose pun mengabaikannya karena berpikir mungkin Kenzi sedang berada di perjalanan.....


...Sementara itu, di lain tempat. Kenzi dan Arga beserta anak buahnya menyamar dan menyusup ke kediaman Walikota. Mereka meletakkan beberapa benda di beberapa titik yang mereka percaya bahwa itu adalah tempat khusus dan yang biasa dimasuki oleh Walikota. Setelah merasa bahwa misi mereka telah selesai, dengan cepat Kenzie dan Arga menyelinap keluar. Beruntung hari ini walikota sedang berkunjung ke kantor polisi untuk melakukan wajib lapor tentang kasus penyuapan hingga membuat Kenzi dan Arga dengan mudah menyelinap dan meletakkan perekam suara di rumah walikota.....


..."Bagaimana, apa semua CCTV tidak menangkap kecurigaan?" tanya Arga pada seorang anak buah yang sedang menggunakan laptop dan terus mengawasinya.....


..."Aman, kalian benar-benar melakukannya dengan baik" jawab orangnya......

__ADS_1


..."Jangan senang dulu, ini baru permulaan. Kalian harus bekerja keras dalam satu Minggu ini. Aku tak ingin ada kata gagal saat kita melakukan hal ini. Jika sudah menemukan buktinya segera hubungi aku. Oh iya, apa kau sudah mengirim orang untuk mobilnya?" tanya Kenzi pada Arga.....


..."Sudah, tapi kita belum dapatkan lokasinya. Sepertinya kita harus berjaga beberapa hari ini" ujar Arga......


...Kenzi hanya manggut-manggut mengerti. Mereka kemudian kembali ke markas mereka yang berada di pinggiran kota yang jauh dari keramaian. Sebuah rumah yang Kenzi beli namun bukan atas namanya karena ia tak ingin keberadaan rumah tersebut diketahui oleh walikota....


...Mereka biasa menginap di sana untuk menyelesaikan sesuatu yang terhubung dengan dunia lainnya. Di tempat itulah Kenzi biasa mengamati gerak-gerik Walikota juga perkembangan walikota. Ia bukan dendam pada walikota, namun ia hanya perlu waspada karena bisa saja sewaktu-waktu walikota menyerangnya. Itulah ia harus memiliki persiapan untuk membalasnya. Mantan gurunya itu terlalu licik untuk ia lawan dengan jalan lurus. Karena itulah pula ia belum bisa meninggalkan dunia mafia itu sepenuhnya. Ia masih perlu dunia itu untuk membalasnya, meski bisa dikatakan dunia mafianya sudah tidak berjalan seperti dulu, sudah banyak yang ia tinggalkan dan beralih fokus sebagai pengusaha....


...Mereka sampai di markas tersebut yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari kediaman Walikota. Di tempat ini, Kenzi memiliki beberapa orang yang ia percaya selain Arga. Mereka pulalah yang sering menyelesaikan pekerjaan yang langsung berhubungan dengan walikota. Bisa di bilang, mereka-mereka itu adalah orang-orang yang memiliki masalah pribadi pada Walikota, termasuk Arga. Arga dendam karena orang tuanya terbunuh oleh walikota hingga membuatnya menjadi gelandangan dalam waktu yang cukup lama. Kenzi adalah penyelamat bagi Arga, terlepas dalam masalah mereka pada Walikota, Kenzilah yang selama ini selalu menolong Arga dan memberikan ia identitas baru yang bisa di terima di masyarakat....


..."Kalian berisitirahat saja dulu. Malam ini tak akan ada pergerakkan dari mereka. Besok pagi baru kita mulai dari mana dan ke mana walikota pergi" ujar Kenzi pada orang-orang kepercayaannya......


..."Keluarkan gertakan kecil untuk walikota besok pagi. Keluarkan berita yang menyatakan walikota terlibat sindikat narkoba internasional. Berikan beberapa buktinya. Aku ingin semuanya segera selesai. Semakin cepat selesai maka semakin baik untuk kita melepaskan dunia ini" ucap Kenzi......


..."Ini cukup berbahaya Ken, Guru tak akan tinggal diam jika berita ini sampai keluar" Kata Arga mengingatkan Kenzi.....


..."Justru itu, aku ingin melihat walikota gelagapan dan menunjukkan tempatnya agar kita bisa menangkapnya secara langsung" jelas Arga......


..."Kau yakin ingin memulainya?" tanya Arga memastikan......

__ADS_1


..."Tidak ada waktu lagi Ga, cepat atau lambat semuanya akan terjadi. Lebih baik kita memulainya dari pada walikota yang memulainya. Aku sudah tak tahan hidup dalam genggamannya yang sewaktu-waktu bisa meremukkan semua jalan hidupku. Aku harus mulai menata masa depanku. Kehadiran Rose membuat aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup sendiri terus-terusan. Aku ingin hidup normal seperti yang lainnya. Membina keluarga mereka dan masa depan yang jauh lebih baik lagi dengan orang-orang yang benar-benar menyayangi aku tanpa ada keinginan tersembunyi dibelakangnya" Ungkap Kenzi......


..."Baiklah, kita akan melakukan hal yang kau minta. Tapi seperti janji kita, aku sendiri yang menangani walikota nantinya" Kata Arga mengingatkan......


..."Iya, lakukan semuanya. Kau bisa melakukannya untuk terakhir kali demi darah orang tuamu. Buatlah walikota terkurung dengan ketakutannya, setelah itu kau bisa membunuhnya dengan tanganmu sendiri" jelas Kenzi......


...Arga menepuk pundak Kenzi, lalu melangkah pergi meninggalkan Kenzi dengan langkah lebar penuh bayangan tentang kematian orang tuanya di depan matanya sendiri. Mengingat itu, Arga kian bersemangat untuk menghabisi Walikota.....


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2